Rabu, 8 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home Headline

Fintech Modalku Ekspansi 4 Negara Dengan Nama Funding Societies

10 Februari 2021
in Headline, News
Reading Time: 2 mins read
Modalku

Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya. (Foto: istimewa/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - PT Mitrausaha Indonesia Grup yang dikenal dengan layanan fintech peer to peer lending Modalku berekspansi ke tiga negara di Asia Tenggara. Yang terbaru, Modalku hadir dengan brand Funding Societies di Thailand.

Funding Societies diberikan lisensi crowdfunding pinjaman oleh Securities and Exchange Commission (SEC), badan regulator keuangan Thailand pada 2 Februari 2021. Dengan izin tersebut, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan startup Thailand dapat menggunakan layanan Funding Societies untuk mendapatkan pinjaman usaha, baik dari pendana individu maupun institusi. Sebelumnya dengan Funding Societies juga telah hadir di Singapura dan Malaysia.

“Komitmen kami untuk memberikan fasilitas pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan UMKM juga ditunjukkan dengan menjadi salah satu penyelenggara P2P lending yang berizin resmi di empat negara di Asia Tenggara. Melalui kolaborasi antar negara, Grup Modalku akan terus berinovasi menjadi platform fintech terpilih bagi seluruh stakeholder kami,” ungkap Reynold  Wijaya Co-Founder & CEO Modalku dalam keterangannya, Selasa (9/2/2021).

Baca juga :   #Ayobikinnyata: Asah Kreatifitas Karyawan TelkomGroup untuk Hadirkan Inovasi Digital yang Berkelanjutan

Funding Societies Thailand berkomitmen untuk menyediakan akses terhadap modal usaha bagi para pelaku usaha serta alternatif investasi yang menarik bagi para pendana. Ada lebih dari 50% dari 3 juta UMKM di Thailand terhambat oleh sulitnya memperoleh pinjaman usaha, khususnya pinjaman modal usaha jangka pendek.

Menurut International Finance Corporation, situasi ini menyebabkan adanya kesenjangan dana usaha sebesar lebih dari USD40 miliar bagi UMKM Thailand.

Varun Bhandari, Country Head Funding Societies Thailand, menambahkan kurangnya pendanaan ini diperparah oleh pandemi Covid-19, di mana kreditur telah mengurangi akses pinjaman demi mengelola risiko finansial.

“UMKM berkontribusi terhadap 40% dari PDB Thailand, tetapi segmen ini menghadapi banyak tantangan saat berusaha mengakses pinjaman dari institusi konvensional, mulai dari kurangnya aset untuk jaminan, persyaratan dokumen yang sulit, serta proses persetujuan yang panjang,” ujar Varun.

Baca juga :   Telkom Salurkan Dana Rp 1,2 M Untuk Pengembangan UMKM Kalsel

Perusahaan mengklaim, manajemen risiko perusahaan setidaknya mampu menekan tingkat gagal bayar hingga di bawah 2%. Tercatat, perusahaan sudah menyalurkan pinjaman usaha sekitar Rp21,8 triliun kepada lebih dari 3,7 juta transaksi pinjaman.

Oleh sebab itu, dengan teknologi, Funding Societies menawarkan UMKM selaku borrower, cara baru untuk mendapatkan pinjaman usaha yang cepat, terjangkau, dan simpel.

“Di sisi lain, pendana [lender] di Thailand memperoleh kesempatan untuk memperluas instrumen alternatif investasi yang mereka miliki serta menghasilkan tingkat bunga yang menarik sambil memberdayakan usaha lokal,” tambahnya.

Di Thailand, Funding Societies akan menyediakan berbagai opsi pinjaman tanpa persyaratan agunan untuk membantu UMKM melakukan ekspansi bisnis, memperoleh modal usaha, atau membiayai proyek.

Baca juga :   Babel Tuan Rumah Debat Bahasa Nasional

Perusahaan juga menggandeng partner seperti Lazada, Zilingo, dan Bank CIMB agar dapat turut melayani UMKM dalam ekosistem mereka. Pendana di Thailand pun akan dapat masuk ke platform crowdfunding Funding Societies untuk mengakses kesempatan mendanai berbagai pinjaman usaha.

Melalui aktivitas pendanaan, pendana mendapatkan diversifikasi alternatif investasi yang menarik. Di tengah pandemi covid-19, manajemen risiko Grup Modalku yang kuat telah mempertahankan tingkat default pinjaman di bawah 2%.

Sampai saat ini, Grup Modalku yang mengawali usahanya sejak 2016, telah menyalurkan pinjaman usaha sekitar Rp21,8 triliun dengan lebih dari 3,7 juta transaksi pinjaman.

 

STEVY WIDIA

Tags: fintech peer to peer (P2P) lendingFunding SocietiesModalkuPT Mitrausaha Indonesia GroupThailandUsaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)
Previous Post

Pengguna Vidio Naik, Konten Lokal Jadi Andalan di 2021

Next Post

Pelaku UKM Harus Tingkatkan Performa Produk dan Berorientasi Ekspor

Related Posts

stimulus kredit UMKM
Startup & Entrepreneurship

Kredit UMKM Diproyeksi Tumbuh Hingga 9% di Tahun 2026

11 Maret 2026
0
Modal Rakyat
Features

Fintech, UMKM, dan Retaknya Kepercayaan: Membaca Kasus Modal Rakyat

13 Desember 2025
0
Perkuat Ketahanan Bisnis, Pelaku UMKM Perlu Adopsi Teknologi Digital
Technology

Perkuat Ketahanan Bisnis, Pelaku UMKM Perlu Adopsi Teknologi Digital

5 Desember 2025
0
Load More
Next Post

Pelaku UKM Harus Tingkatkan Performa Produk dan Berorientasi Ekspor

Igloo

Pandawa Agri Indonesia Dorong Industri Pertanian Berkelanjutan Dan Ramah Lingkungan

survei Facebook

Facebook Sediakan US$120 Juta Kredit Iklan Untuk Dukung Vaksin Corona,

Discussion about this post

Recent Updates

Pasar Karbon ASEAN

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

8 April 2026
Google Gemini AI

Sekarang AI Google Gemini Bisa Diakses Lewat Paket Data Indosat

8 April 2026
Kenangan Coffee Taiwan

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

8 April 2026
Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

8 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Pasar Karbon ASEAN

RI dan ASEAN Percepat Pasar Karbon, Potensi Pendapatan Tembus US$3 Triliun

8 April 2026
Google Gemini AI

Sekarang AI Google Gemini Bisa Diakses Lewat Paket Data Indosat

8 April 2026
Kenangan Coffee Taiwan

Kenangan Coffee Ekspansi ke Taiwan, Buka Gerai Pertama di Taipei

8 April 2026
Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

Hyper-Localized Marketing dan AI Jadi Kunci Strategi Brand di Era Digital

8 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version