GoToMalls Gandeng PayPro

(kiri-kanan) (Haryanto Prantatara, General Secretary Hipindo, Kelly Oktavian, Marketing Director GoToMalls.com,Bruno Zysman CEO GoToMalls.com, , Bayu Seto Country Head Business Development Grab, Alfonsus wijaya, Perwakilan APPBI. (Foto:dok.Youngster.id)

YOUNGSTER.id - Agregator merchant GoToMalls mengumumkan bahwa mereka menggandeng penyedia layanan e-wallet PayPro sebagai tambahan opsi pembayaran di platform mereka.

Bruno Zysman CEO Dominos PTE LTD mengatakan, pihaknya ingin memberikan pengalaman baru pada pengguna ketika melakukan transaksi. “Dengan adanya PayPro, pengguna bisa melakukan penukaran kupon diskon sekaligus membayar barang belanjaan mereka melalui platform GoToMalls. Fitur pembayaran melalui e-wallet PayPro di GoToMalls sendiri saat ini baru tersedia dalam versi beta,” jelasnya dalam siaran pers, Jumat (20/10/2017) di Jakarta.

Menurut Zysman, meski pembayarannya sudah mendukung sistem online dengan menggunakan PayPro, pengguna GoToMalls tetap harus melakukan kegiatan pembelian di toko merchant. GoToMalls tidak melayani pemesanan online atau delivery karena platform mereka memang bertujuan menambah daya tarik mal agar masyarakat mau berkunjung ke sana.

“Mereka (pengguna) punya e-wallet, tapi tidak bisa menggunakannya ketika membeli sesuatu di toko. Di toko sulit menerima pembayaran e-wallet karena harus punya EDC (Electronic Data Capture), koneksi internet, dan sebagainya. Kami menawarkan solusi ini,” ujar Zysman.

Saat ini, GoToMalls baru bekerja sama dengan PayPro sebagai penyedia layanan e-wallet. Namun, Zysman mengaku ke depan mereka berencana menggandeng semua penyedia layanan e-wallet di Indonesia sebagai mitra.

“Kemitraan ini akan semakin mempermudah pengguna berbelanja di berbagai merchant. Selain itu, GoToMalls juga mendapatkan profit sharing dari tiap transaksi yang menggunakan PayPro. Merchant membayar komisi ke PayPro, kami mendapat profit sharing dari itu,” ucapnya.

Dengan adanya rewards tersebut, GoToMalls berharap konsumen terdorong untuk melakukan aktivitas belanja offline ke sejumlah tenant di pusat perbelanjaan.


STEVY WIDIA