Huawei Dorong Transformasi Digital Indonesia di Tiga Sektor Kunci

Indonesia perlu penguatan manajemen transportasi berbasis digital dengan konsep Smart Airport. (Foto: Istimewa/youngster.id)

youngster.id - Penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka Huawei mendukung transformasi digital Indonesia dengan fokus ke tiga industri kunci; jasa keuangan, energi dan transportasi yang menjadi akselerator digitalisasi industri di Indonesia.

“Digitalisasi di ketiga sektor itu dapat direalisasikan dengan tiga strategi yaitu inklusi keuangan melalui Branchless Banking, optimalisasi penggunaan energi dan produktifitas dengan Smart Grid, serta penguatan manajemen dan peningkatan keamanan aset strategis lewat Smart Airport,” kata Arri Marsenaldi Executive Product Manager Huawei Indonesia dalam keterangannya Kamis (12/7/2018) di Jakarta.

Menurut Arri dalam hal inklusi keuangan, Indonesia telah berada di jalur yang tepat lewat program Gerakan Nasional Non Tunai dan Laku Pandai yang didorong oleh regulator industri perbankan dan keuangan. Huawei sendiri sejak 2016 telah dipercaya sebagai mitra transformasi digital beberapa bank terkemuka di Indonesia lewat dukungan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung peningkatan jumlah transaksi perbankan serta pengolahan big data untuk digitalisasi industri.

Baca juga :   Ini Kendala Transformasi Digital di Indonesia Masih Rendah

Berdasarkan data Survei Nasional yang dirilis OJK, tingkat inklusi keuangan Indonesia pada tahun 2016 meningkat menjadi 67,85% dibandingkan 59,7% pada tahun 2013. Meskipun terjadi peningkatan, persentase masyarakat yang belum mendapat akses perbankan/jasa keuangan masih relatif besar.

“Dengan demikian kehadiran solusi branchless banking menjadi semakin relevan untuk mendukung inklusi keuangan sekaligus mendorong transformasi digital di sektor jasa keuangan,” katanya.

Fokus berikutnya adalah terkait optimalisasi penggunaan energi listrik lewat Smart Grid. Pemerintah Indonesia lewat Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2018-2027 telah menargetkan untuk membangun pembangkit listrik baru berkapasitas 56 GW dengan porsi energi baru terbarukan (EBT) mencapai lebih dari 23 persen hingga 10 tahun ke depan.

Smart Grid adalah suatu konsep tata kelola energi listrik berbasis teknologi, informasi dan komunikasi yang menyeluruh mulai dari pembangkit, transmisi, distribusi, hingga pelanggan. Dalam konsep Smart Grid, pola penggunaan listrik pelanggan dapat dijadikan tolok ukur untuk mengoptimalkan pasokan dan permintaan energi listrik sehingga manajemen transfer energi listrik akan berjalan dengan efisien.

Baca juga :   Telkomsel Siapkan Penerapan Teknologi 5G

“Efisiensi dalam tata kelola energi listrik ini akan berdampak terhadap pemerataan akses terhadap energi sehingga pemenuhan kebutuhan akan pasokan listrik yang terus meningkat, terutama di luar Pulau Jawa dapat teratasi,” kata Arri.

Fokus berikutnya yaitu penguatan manajemen transportasi berbasis digital dengan konsep Smart Airport. Target pemerintah Indonesia untuk membangun 15 bandar udara baru di luar Jakarta selama periode 2015-2019 hampir sepenuhnya tercapai, hal tersebut belum termasuk rencana merenovasi 100 bandara yang telah ada guna meningkatkan kemampuan manajemen penumpang.

Berdasarkan data Bank Dunia, penumpang transportasi udara Indonesia telah meningkat lebih dari 10 kali lipat dari 8 juta penumpang pada 1999 menjadi 96,6 juta penumpang pada tahun 2016. BPS juga mencatat jumlah penumpang domestik dan internasional Indonesia sepanjang tahun 2017 telah mencapai 128 juta penumpang, meningkat 9,5 persen dari tahun sebelumya.

“Tren pertumbuhan penumpang transportasi udara ini harus disikapi sebagai tantangan untuk melakukan transformasi digital, terutama dari segi peningkatan pelayanan, keamanan dan manajemen di bandara,” kata Arri.

Baca juga :   Kemenpar Bangun Wisata Digital Lewat 1001 Spot Instagramable

Huawei sendiri telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan terkemuka dunia dan terus menjajaki dan mengembangkan praktik terbaik dalam hal transformasi digital, sekaligus menyarikan pengalaman yang terbaik dan membaginya dengan sesama pelaku usaha maupun pelanggan, termasuk sejumlah perusahaan yang tergabung dalam kelompok Global Fortune 500.

STEVY WIDIA