Jumat, 2 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Industri E-Commerce Butuh Peluang Eksperimen

26 Januari 2016
in News
Reading Time: 2 mins read

Internet shopping

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - YOUNGSTERS.id – Pelaku industry e-commerce di Indonesia perlu peluang bereksperimen tanpa regulasi berat. Hal itu akan membuat pengusaha muda dibidang ini akan berkembang lebih baik lagi.Demikian disampaikan Thomas Lembong Menteri Perdagangan belum lama ini. Menurutnya, para pelaku industri e-commerce atau industri berbasis online perlu diperlakukan dengan hati-hati. Bahkan perlu diberikan ruang untuk menciptakan eksperimen dengan tidak memberikan regulasi yang memberatkan.

“Kita harus hati-hati untuk tidak langsung masuk dengan regulasi yang berat-berat. Perusahaan besar, dengan regulasi dan perizinan yang bertele-tele mereka punya skala ekonomi, modal dan staf yang mengurus. UKM sulit untuk itu, jika kita mau menyesuaikan digital ekonomi dengan anak muda, kita tidak boleh hantam dengan regulasi yang berat,” kata Thomas sebagaimana dilansir Antara.

Menurut dia tanpa ruang untuk melakukan eksperimen maka tidak akan terjadi inovasi di inudstri e-commerce. Meski tentu tidak semua hal yang dilakukan dalam eksperimen tersebut bisa langsung berhasil.

Belajar dari AS

“Belajar dari Amerika Serikat, pada pertengahan tahun 1990 itu pertama kalinya Internet muncul sebagai industri besar. Di AS, ada dua aspek yakni light touch dan safe harbor,” kata Menteri Perdagangan itu.

Thomas menjelaskan, bentuk konsep light touch yakni pemberian ruang bereksperimen oleh pemerintah untuk industri digital. Jika terjadi kegagalan dalam eksperimen tersebut maka akan ada pihak yang dirugikan. Namun pihak yang dirugikan itu tidak dapat menjadikan kegagalan tersebut sebagai perkara selama tidak ada niat buruk atau penipuan. Itu lah yang dimaksud dengan konsep safe harbor.

“Eksperimen pasti banyak yang gagal, dan ketika gagal pasti ada pihak yang dirugikan. Tetapi jangan langsung jadi perkara. Itu makna utama dari safe harbor, ada perlindungan, asal dengan tidak dengan niat buruk,” ujar Thomas.

Dia mengharapkan bentuk regulasi pemerintah nantinya masih ringan. Namun, dia menegaskan, para pelaku usaha di industri e-commerce bukan berarti bebas dari regulasi-regulasi yang sudah ada meskipun belum ada peraturan yang mengatur secara khusus.

“Jangan salah mengerti, pelaku di sektor digital atau dunia maya diartikan bebas dari regulasi yang ada. Semua pelaku e-commerce tetap harus patuh terhadap peraturan perundangan yang saat ini berlaku, dan itu sudah cukup banyak,” kata Thomas lagi.

Contohnya, para pelaku usaha industri e-commerce harus menaati peraturan seperti ketentuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), aturan kepabeanan, aturan terkait Standar Nasional Indonesia dan lainnya.

Pemerintah melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian telah menetapkan formalisasi peta jalan (roadmap) e-commerce dan menjadikannya program nasional yang akan diluncurkan akhir Januari 2016.

Peta jalan e-Commerce merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo agar industri e-commerce di Indonesia dapat tumbuh dengan manfaat yang menetap di Indonesia.

 

STEVY WIDIA

Tags: e-commerceeksperimenindustri onlinementeri perdaganganpemerintahregulasi
Previous Post

Mahasiswa Tel-U Raih Second Runner-Up di Malaysia

Next Post

OJK Targetkan UKM Masuk Bursa 2016

Related Posts

Pendanaan startup logistik Asia Tenggara 2026
Startup & Entrepreneurship

Pendanaan Startup Logistik Asia Tenggara Capai US$339 Juta, Jakarta Jadi Hub Utama

23 September 2026
0
Harbolnas 2026
Digital Business

Harbolnas 2026 Bidik Transaksi Rp40 Triliun, Makin Banyak Platform Ikut

29 Agustus 2026
0
Forbes Asia 100 to Watch 2026
Startup & Entrepreneurship

Delapan Startup Indonesia Berhasil Tembus Daftar Forbes Asia “100 to Watch 2026”

28 Agustus 2026
0
Load More
Next Post
OJK Targetkan UKM Masuk Bursa 2016

OJK Targetkan UKM Masuk Bursa 2016

Indonesia Hijab Fest Kembali Digelar

Indonesia Hijab Fest Kembali Digelar

Muhammad Zulfikar : Mengolah Limbah Jadi Produk Kreatif

Muhammad Zulfikar : Mengolah Limbah Jadi Produk Kreatif

Discussion about this post

Recent Updates

InfraNexia Telkom spin off

Telkom Spin-Off Bisnis Fiber senilai Rp85,7 Triliun ke InfraNexia

1 Oktober 2026
Cloudera Anywhere Cloud MII Metrodata

Perkuat Efisiensi AI dan Data Hybrid, MII dan Cloudera Hadirkan Cloudera Anywhere Cloud di Indonesia

1 Oktober 2026
Pembiayaan Otomotif Carro Orico

Perkuat Pembiayaan Otomotif Asia Tenggara, Carro Raih Investasi Strategis dari Orico

1 Oktober 2026
Bank DBS Indonesia Batavia Gold Sharia Equity USD

Gandeng Batavia, Bank DBS Indonesia Hadirkan Reksa Dana Syariah Komoditas Berbasis Dolar AS

1 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
InfraNexia Telkom spin off

Telkom Spin-Off Bisnis Fiber senilai Rp85,7 Triliun ke InfraNexia

1 Oktober 2026
Cloudera Anywhere Cloud MII Metrodata

Perkuat Efisiensi AI dan Data Hybrid, MII dan Cloudera Hadirkan Cloudera Anywhere Cloud di Indonesia

1 Oktober 2026
Pembiayaan Otomotif Carro Orico

Perkuat Pembiayaan Otomotif Asia Tenggara, Carro Raih Investasi Strategis dari Orico

1 Oktober 2026
Bank DBS Indonesia Batavia Gold Sharia Equity USD

Gandeng Batavia, Bank DBS Indonesia Hadirkan Reksa Dana Syariah Komoditas Berbasis Dolar AS

1 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version