5.587 Siswa SMK di Bandung Belajar AI dan Cloud, Hasilkan 1.177 Proyek Inovasi

Terampil di Awan 2026

PwC Indonesia dan Amazon Web Services (AWS) gelar program Terampil di Awan 2026. (Foto: istimewa/AWS)

youngster.id - Keterampilan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan komputasi awan (cloud computing) semakin dibutuhkan di dunia kerja. Untuk memperkenalkan teknologi tersebut sejak bangku sekolah, PwC Indonesia dan Amazon Web Services (AWS) membekali 5.587 siswa dari 20 SMK di Bandung Raya, Jawa Barat, melalui program Terampil di Awan 2026.

PwC Indonesia Corporate Sustainability Leader, Djohan Pinnarwan, mengatakan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan manusia untuk berinovasi, memecahkan masalah, dan beradaptasi terhadap perubahan.

Melalui program ini, ia berharap para siswa tidak hanya memiliki keterampilan digital, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab untuk menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Melalui program Terampil di Awan, 5.587 siswa SMK telah memperoleh pemahaman dan pengalaman dalam teknologi cloud dan AI, yang turut membantu memperkuat talenta digital masa depan Indonesia,” ujar Djohan dikutip Rabu (14/10/2026).

Program yang berlangsung selama dua bulan ini melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Yayasan Sagasitas Indonesia. Para siswa, dengan pendampingan guru, mempelajari teknologi cloud dan AI generatif, kemudian menerapkannya untuk mengembangkan proyek digital menggunakan PartyRock, platform pengembangan aplikasi AI dari AWS.

Program ini juga menjadi upaya untuk menjembatani kesenjangan keterampilan digital di kalangan siswa SMK agar mereka lebih siap menghadapi kebutuhan industri. Tahun ini merupakan tahun kedua berturut-turut PwC Indonesia terlibat dalam Terampil di Awan.

“Sejalan dengan tujuan PwC untuk membangun kepercayaan di masyarakat dan menyelesaikan berbagai permasalahan penting, kami berharap para peserta tidak hanya menjadi tenaga profesional yang memiliki keterampilan digital, tetapi juga agen perubahan yang mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab, berinovasi dengan tujuan yang jelas, serta membantu komunitas mereka berkembang dengan penuh keyakinan di tengah dunia yang terus berubah,” katanya lagi.

Salah satu hasil program Terampil di Awan 2026 adalah kompetisi hackathon menggunakan PartyRock. Dalam kompetisi ini, para siswa bekerja secara individu maupun berkelompok dan menghasilkan total 1.177 proyek yang menerapkan keterampilan AI untuk menjawab berbagai kebutuhan nyata.

Juara pertama diraih oleh Davin Maritza Alfarrezal dan Ridho Arrayan dari SMK Negeri 13 Kota Bandung. Keduanya mengembangkan alat berbasis AI dengan teknologi convolutional neural network (CNN) untuk membantu tenaga profesional di bidang pencitraan medis mendeteksi tumor.

Juara kedua diraih oleh Tania Salsabila Putri, Fitri Licia Ramadhan, Nasifa Khairunnisa, Kanaya Khalidazia Mustopa, dan Sylvia Hayfa Kayla dari SMK Negeri 11 Kota Bandung melalui Cycle Flow. Aplikasi ini dirancang untuk memprediksi periode menstruasi berikutnya, mencatat suasana hati dan tingkat energi, serta memberikan rekomendasi makanan dan olahraga sesuai fase siklus.

Sementara itu, Ataraja Berdharma Cinta dan Irfan Rafa G. dari SMKS Telkom Bandung meraih juara ketiga melalui platform berbasis gamifikasi yang membantu siswa mempersiapkan studi di luar negeri.

Head of APJ Market Expansion and Strategic Partnership Amazon Web Services Yashinta Bahana mengatakan, kolaborasi dengan PwC Indonesia dan mitra lainnya menjadi bagian dari upaya mempersiapkan talenta digital Indonesia menghadapi perkembangan AI.

“AWS berkontribusi dalam membangun talenta digital yang dibutuhkan Indonesia di era AI melalui program Terampil di Awan. Kolaborasi bersama PwC ini menunjukkan bagaimana para pemimpin industri dapat bersatu untuk membekali generasi muda dengan keterampilan AI dan cloud yang penting, serta mempersiapkan talenta digital bangsa untuk masa depan sejak dini,” katanya.

AWS juga menyediakan program Terampil di Awan secara gratis bagi berbagai kelompok penerima manfaat, termasuk pelajar, santri, guru, siswa berkebutuhan khusus, UMKM, dan kelompok marjinal.

Sejak 2017, AWS menyatakan telah memberikan pelatihan keterampilan cloud dan AI kepada lebih dari 1,3 juta penduduk Indonesia.

Melalui pengenalan teknologi sejak bangku sekolah, program ini diharapkan dapat membantu siswa SMK mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus mendorong lahirnya inovasi digital untuk menjawab berbagai tantangan di masyarakat.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version