youngster.id - Industri hospitality dan perhotelan mulai memasuki era baru—dan kecerdasan buatan (AI) jadi salah satu kunci utamanya. Sadar akan itu, Minor Hotels melakukan pengembangan platform berbasis data dan AI global yang diklaim bisa menghadirkan pengalaman menginap yang jauh lebih personal.
Lewat kolaborasi dengan Google Cloud, Salesforce, OneTrust, dan Deloitte, langkah ini menjadi bagian dari strategi besar transformasi digital Minor Hotels ke depan.
Menurut Ian Di Tullio, Chief Commercial Officer Minor Hotels, AI kini mulai mengubah cara orang merencanakan perjalanan.
“AI kini menjadi pintu utama dalam perjalanan wisata—dan dengannya, kendali atas permintaan juga turut berubah,” ujarnya dikutip Kamis (9/4/2026).
Ia juga menambahkan bahwa ke depan, brand yang unggul bukan hanya yang paling dikenal, tetapi yang paling cerdas dalam memahami pelanggan secara real-time.
Tentu buat kamu yang suka traveling, perubahan ini bukan sekadar urusan teknologi di balik layar. Ke depannya, pengalaman menginap bisa jadi lebih “nyambung” dengan kebutuhan kamu—mulai dari rekomendasi hotel, penawaran promo, sampai itinerary yang disesuaikan dengan preferensi pribadi.
Minor Hotels saat ini mengelola lebih dari 640 properti di berbagai negara. Dengan platform baru ini, mereka ingin menyatukan data tamu dari berbagai brand dan lokasi, supaya pengalaman menginap terasa lebih konsisten di mana pun.
“Di Minor Hotels, kami membangun kapabilitas tersebut dalam skala besar, agar tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga menentukan posisi kami di lanskap baru ini,” katanya.
Platform ini ditargetkan mulai berjalan penuh pada 2026 dan akan memanfaatkan teknologi AI terbaru, termasuk generative AI dan sistem otomatis yang bisa bekerja secara mandiri.
Artinya, ke depan kamu mungkin nggak cuma chatting dengan customer service saat booking hotel. AI bisa langsung bantu mengatur perjalananmu—mulai dari memesan kamar, menyusun itinerary, hingga menangani permintaan khusus secara real-time.
Dari sisi teknologi, platform ini akan dibangun di atas sistem Google Cloud, yang memungkinkan integrasi data dalam skala besar. Hal ini membuat hotel bisa lebih memahami preferensi tamu dan memberikan pengalaman yang lebih personal di setiap kunjungan.
“Ke depan, AI agent yang mampu memahami konteks dan mengantisipasi kebutuhan akan menjadi kunci dalam perjalanan pelanggan,” ujar Mark Micallef Managing Director Southeast Asia, Google Cloud.
Hal senada juga disampaikan oleh Salesforce. Menurut mereka, di era AI, ekspektasi pelanggan terhadap layanan semakin tinggi—harus cepat, relevan, dan personal.
“Di era AI, toleransi terhadap kesalahan dalam pengalaman pelanggan semakin kecil. Tamu mengharapkan interaksi yang cepat, intuitif, dan sangat personal,” ujar Apisit Kuparatana, Country Leader dan Managing Director Salesforce Thailand.
Meski begitu, penggunaan data dalam skala besar juga menuntut tanggung jawab lebih. Untuk itu, Minor Hotels juga menggandeng OneTrust guna memastikan pengelolaan data tetap aman dan sesuai dengan regulasi privasi global.
Ke depan, tren ini menunjukkan bahwa cara kita mencari, memilih, dan memesan perjalanan akan semakin dipengaruhi oleh AI. Bukan cuma soal kenyamanan, tapi juga bagaimana teknologi bisa memahami kebutuhan kita bahkan sebelum kita menyadarinya.
STEVY WIDIA
