Ancaman Siber Meningkat di Era AI, Indonesia Catat 182 Serangan Digital per Detik

ancaman siber

Ancaman Siber Meningkat di Era AI, Indonesia Catat 182 Serangan Digital per Detik (Foto: ilustrasi/istimewa)

youngster.id - Transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang semakin masif di Indonesia ternyata diikuti oleh meningkatnya ancaman siber. Data Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menunjukkan bahwa sepanjang Januari hingga November 2025 terjadi lebih dari 5,16 miliar anomali trafik siber di Indonesia, atau setara hampir 182 percobaan serangan setiap detik.

Angka tersebut menempatkan Indonesia pada posisi ke-12 di kawasan Asia Pasifik dalam tingkat aktivitas siber. Sektor keuangan, energi, telekomunikasi, hingga pemerintahan menjadi sasaran utama serangan yang terus berkembang.

Menurut BSSN, ancaman siber kini tidak lagi sekadar persoalan teknologi, tetapi telah menjadi tantangan strategis yang dapat memengaruhi keberlangsungan operasional berbagai sektor. Kondisi ini semakin penting diperhatikan di tengah percepatan transformasi digital dan adopsi AI di berbagai bidang.

Salah satu ancaman yang saat ini berkembang paling cepat adalah stealer malware. Berbeda dengan malware konvensional, jenis serangan ini tidak hanya mencuri kata sandi, tetapi juga cookies, session token, data browser, hingga akses ke layanan cloud dan aplikasi bisnis.

Data BSSN menunjukkan bahwa sekitar 93,78% anomali trafik yang terdeteksi pada 2025 berbasis malware. Di saat yang sama, pelaku kejahatan siber juga mulai memanfaatkan AI untuk membuat serangan phishing dan rekayasa sosial menjadi lebih meyakinkan dan sulit dikenali.

Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Perekonomian BSSN Slamet Aji Pamungkas mengatakan, ancaman siber saat ini bukan lagi sekadar risiko teknologi, tetapi telah menjadi tantangan strategis yang dapat mempengaruhi keberlangsungan operasional berbagai sektor.

“Tingginya aktivitas serangan di Indonesia menjadi pengingat bahwa keamanan siber perlu menjadi perhatian di tingkat pimpinan organisasi. Di tengah percepatan transformasi digital dan pemanfaatan kecerdasan buatan di Indonesia, setiap institusi perlu memperkuat ketahanan siber melalui kesiapan yang matang, kolaborasi lintas sektor, serta investasi berkelanjutan pada teknologi, proses, dan sumber daya manusia,” ucapnya dikutip Kamis (4/6/2026).

Fenomena ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya membuka peluang baru bagi produktivitas dan inovasi, tetapi juga menghadirkan tantangan baru dalam menjaga keamanan data dan identitas digital. Bagi generasi muda yang semakin aktif menggunakan layanan digital, media sosial, hingga platform berbasis AI, kesadaran terhadap keamanan siber menjadi keterampilan yang semakin penting.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, berbagai pihak mulai mendorong penguatan ekosistem keamanan digital nasional, termasuk melalui pengembangan talenta keamanan siber dan AI. Salah satunya adalah ITSEC Asia yang baru-baru ini meluncurkan ITSEC Cyber and AI Academy untuk mendukung pengembangan talenta keamanan siber dan AI di Indonesia.

Presiden Direktur ITSEC Asia Patrick Dannacher mengatakan, tekanan ekonomi global tidak menghentikan laju kejahatan siber, justru sebaliknya. Indonesia, dengan lebih dari 3,6 miliar serangan yang tercatat dalam setahun terakhir, berada dalam kondisi yang tidak lagi bisa ditangani dengan pendekatan reaktif.

“Indonesia sedang berada pada momentum penting yang akan menentukan arah transformasi digital nasional. Kecepatan transformasi yang didorong oleh pemerintah dan sektor swasta membutuhkan pondasi keamanan yang setara kuatnya. ITSEC Asia hadir untuk memastikan bahwa pertumbuhan digital Indonesia tidak rapuh di bawahnya dan bahwa kepercayaan investor terhadap ekosistem digital nasional memiliki landasan yang solid,” ucapnya.

Keterlibatan aktif ITSEC Asia bersama Komdigi, BSSN, Bank Indonesia dan lembaga-lembaga negara lainnya menempatkan perusahaan tidak hanya sebagai penyedia solusi, tetapi sebagai mitra strategis dalam pembentukan arsitektur keamanan digital nasional.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version