youngster.id - Minat masyarakat Indonesia terhadap investasi digital terus mengalami lonjakan signifikan. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah konsumen aset keuangan digital dan aset kripto di tanah air telah mencapai 21,7 juta akun dengan nilai transaksi menyentuh Rp22,98 triliun hingga April 2026.
Pertumbuhan ini sejalan dengan investor pasar modal Indonesia yang telah melampaui 16 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir 2025. Namun, masifnya pertumbuhan investor ritel ini turut mengubah peta persaingan industri. Pelaku usaha kini tidak lagi sekadar beradu cepat menarik pengguna baru lewat promosi, melainkan berfokus membangun kepercayaan melalui tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance), kepatuhan regulasi, dan keamanan digital.
Co-Founder & CEO Ajaib Group, Anderson Sumarli, menegaskan bahwa indikator kesuksesan platform investasi digital saat ini telah bergeser demi perlindungan konsumen.
“Beberapa tahun lalu, kompetisi industri investasi digital identik dengan seberapa cepat memperoleh pengguna baru. Kini, indikator tersebut telah bergeser. Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dibangun di atas kepercayaan. Investor semakin kritis dalam memilih platform yang memiliki tata kelola yang baik, keamanan yang kuat, serta komitmen terhadap perlindungan konsumen,” ujar Anderson, dikutip Jumat (17/7/2026).
Tingkatkan Keamanan Siber Guna Atasi Kesenjangan Literasi
Tantangan terbesar industri keuangan digital saat ini adalah kesenjangan antara akses dan pemahaman masyarakat. Berdasarkan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025, tingkat inklusi keuangan Indonesia sudah mencapai 80,51%, namun tingkat literasi keuangan baru berada di angka 66,46%. Selisih ini menunjukkan banyak masyarakat yang menggunakan layanan keuangan tetapi belum sepenuhnya paham cara mengelola serta melindungi aset mereka dari risiko penipuan siber.
Merespons kondisi tersebut, Ajaib memperketat proteksi pengguna lewat penerapan Two-Factor Authentication (2FA), evaluasi sistem enkripsi secara berkala, serta edukasi keamanan digital secara masif.
Direktur Utama PT Ajaib Sekuritas Asia, Juliana, menambahkan bahwa aspek keamanan kini menjadi bagian krusial dari kenyamanan bertransaksi.
“Kepercayaan investor tidak dibangun hanya pada saat seseorang mulai berinvestasi, tetapi dalam setiap interaksi mereka dengan platform. Karena itu, kami terus memperkuat sistem keamanan, meningkatkan edukasi keamanan digital, serta melakukan evaluasi secara berkala terhadap perlindungan platform,” kata Juliana.
Komitmen Ajaib dalam mengombinasikan pertumbuhan bisnis dan kepatuhan tata kelola ini berbuah apresiasi di tingkat nasional. Dalam ajang Anugerah Ksatria CFX 2026 yang diselenggarakan oleh Bursa Kripto Indonesia (CFX), Ajaib resmi dianugerahi penghargaan Sadewa Award atas pencapaiannya sebagai anggota dengan pertumbuhan pangsa pasar aset kripto paling signifikan.
STEVY WIDIA
