Rabu, 1 Juli 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Aplikasi AKSARA Jadi Fondasi Data Menuju Ekonomi Hijau di Indonesia

1 Juli 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Aplikasi AKSARA

Comission Manager Climate and Biodiversity Hub Indonesia GIZ Indonesia & ASEAN Karin Cristina Allgoewer pada Lokakarya Nasional 2026 di Bogor. (Foto: istimewa/giz)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Isu lingkungan dan ekonomi hijau terus menjadi pembicaraan hangat di tengah ancaman perubahan iklim yang semakin nyata. Untuk itu, pemerintah mengoptimalkan Aplikasi Perencanaan, Pemantauan, dan Evaluasi Aksi Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (AKSARA) sebagai sistem nasional untuk memantau aksi penurunan emisi di daerah sekaligus menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan iklim.

Penguatan sistem tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Jerman melalui Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) yang selama beberapa tahun terakhir bekerja sama dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas dalam mengembangkan AKSARA sekaligus meningkatkan kapasitas pemerintah daerah dalam pengelolaan data perubahan iklim.

Commission Manager Climate and Biodiversity Hub Indonesia GIZ Indonesia & ASEAN, Karin Cristina Allgoewer, mengatakan seluruh aksi mitigasi perubahan iklim berlangsung di tingkat daerah. Karena itu, pemerintah daerah memiliki peran penting dalam menyediakan data yang menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan rendah karbon di tingkat nasional.

“Semua aksi perubahan iklim terjadi di lapangan. Karena itu keterlibatan pemerintah daerah menjadi sangat penting dalam menyediakan data yang menjadi dasar perencanaan nasional,” ujar Karin dalam Lokakarya Nasional 2026 bertajuk Pelaporan Aksi Pembangunan Rendah Karbon dalam Rangka Mencapai Ekonomi Hijau melalui Aplikasi AKSARA, Selasa (30/6/2026) di Bogor, Jawa Barat.

Menurut Karin, dukungan Pemerintah Jerman melalui GIZ tidak hanya mencakup pengembangan aplikasi, tetapi juga penguatan metodologi penghitungan emisi gas rumah kaca, integrasi sistem pemantauan, serta peningkatan kapasitas pemerintah daerah agar pelaporan penurunan emisi dilakukan secara lebih akurat, transparan, dan akuntabel.

Melalui fondasi tersebut, AKSARA diharapkan mampu menjadi instrumen penting dalam perencanaan, pemantauan, dan evaluasi aksi mitigasi perubahan iklim sekaligus mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon Indonesia.

Sementara Forestry and Biodiversity Advisor GIZ Indonesia & ASEAN, Thres Sanctyeka, menambahkan bahwa data yang dihimpun melalui AKSARA tidak hanya dimanfaatkan untuk memantau capaian penurunan emisi, tetapi juga mulai diarahkan menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan pemerintah.

“Ketika pemerintah provinsi berkomitmen menurunkan emisi dan melaporkan hasilnya ke Bappenas, data tersebut nantinya bisa menjadi basis bersama Kementerian Keuangan untuk mekanisme transfer fiskal daerah. Skemanya masih dalam proses perumusan, tetapi basis datanya sudah disiapkan,” katanya.

Selain itu, AKSARA juga mulai diintegrasikan dengan fitur Climate Budget Tagging melalui platform CONNECT yang dikembangkan bersama Kementerian Keuangan. Integrasi tersebut memungkinkan data aksi iklim dihubungkan dengan pengelolaan anggaran daerah sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam menyusun kebijakan pembiayaan hijau maupun mengevaluasi efektivitas program penurunan emisi. Saat ini hampir seluruh 38 provinsi telah berpartisipasi dalam sistem AKSARA.

Untuk mendukung transisi menuju ekonomi hijau, Indonesia diperkirakan memerlukan investasi sekitar US$757,6 miliar sehingga kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan mitra pembangunan menjadi semakin penting.

 

STEVY WIDIA

Tags: AKSARABappenasekonomi hijauGIZ Indonesiapembangunan rendah karbonperubahan iklim
Previous Post

Bagaimana AI Mulai Mendefinisikan Ulang Kemampuan PC Anda

Next Post

Gandeng Ritel Raksasa, Business Matching Muhammadiyah-Kementerian UMKM Cetak Potensi Rp2,2 Miliar

Related Posts

Bank DBS Indonesia Pembiayaan Berkelanjutan
Digital Business

Sokong Ekonomi Hijau, Pembiayaan Berkelanjutan Bank DBS Indonesia Tembus Rp15,6 Triliun

8 Juni 2026
0
Ekonomi Hijau
Industry

Masa Depan Ekonomi Hijau: Solusi Indonesia Atasi Krisis Iklim dan Dorong Pertumbuhan Inklusif

2 Juni 2026
0
Ekonomi Hijau
Digital Business

Bain & StanChart: Ekonomi Hijau Asia Tenggara Capai US$290 Miliar, tetapi Hadapi Masalah Konversi

18 Mei 2026
0
Load More
Next Post
Muhammadiyah - Kementerian UMKM

Gandeng Ritel Raksasa, Business Matching Muhammadiyah-Kementerian UMKM Cetak Potensi Rp2,2 Miliar

Indeks CFX10

Mengenal Indeks CFX10: Parameter Utama untuk Membaca Arah Pasar Kripto Indonesia

Rasio Kewirausahaan Indonesia

Rasio Kewirausahaan Indonesia Tertinggal di ASEAN, Alumni LPDP Didorong Cetak Startup Berbasis Solusi

Discussion about this post

Recent Updates

Rasio Kewirausahaan Indonesia

Rasio Kewirausahaan Indonesia Tertinggal di ASEAN, Alumni LPDP Didorong Cetak Startup Berbasis Solusi

1 Juli 2026
Indeks CFX10

Mengenal Indeks CFX10: Parameter Utama untuk Membaca Arah Pasar Kripto Indonesia

1 Juli 2026
Muhammadiyah - Kementerian UMKM

Gandeng Ritel Raksasa, Business Matching Muhammadiyah-Kementerian UMKM Cetak Potensi Rp2,2 Miliar

1 Juli 2026
Aplikasi AKSARA

Aplikasi AKSARA Jadi Fondasi Data Menuju Ekonomi Hijau di Indonesia

1 Juli 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Rasio Kewirausahaan Indonesia

Rasio Kewirausahaan Indonesia Tertinggal di ASEAN, Alumni LPDP Didorong Cetak Startup Berbasis Solusi

1 Juli 2026
Indeks CFX10

Mengenal Indeks CFX10: Parameter Utama untuk Membaca Arah Pasar Kripto Indonesia

1 Juli 2026
Muhammadiyah - Kementerian UMKM

Gandeng Ritel Raksasa, Business Matching Muhammadiyah-Kementerian UMKM Cetak Potensi Rp2,2 Miliar

1 Juli 2026
Aplikasi AKSARA

Aplikasi AKSARA Jadi Fondasi Data Menuju Ekonomi Hijau di Indonesia

1 Juli 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version