youngster.id - Konsorsium investor yang terafiliasi dengan bankir senior dan konglomerat Indonesia, Jerry Ng, dilaporkan sedang menjajaki berbagai opsi strategis terkait kepemilikan saham mereka di PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) dan PT Bank Jago Tbk (ARTO). Dilansir dari Bloomberg, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah potensi penggabungan usaha (merger) antara kedua perusahaan keuangan tersebut.
Sinergi korporasi ini diproyeksikan bakal melahirkan entitas raksasa baru di sektor jasa keuangan Indonesia dengan estimasi nilai valuasi gabungan mencapai kisaran Rp25 triliun. Guna memuluskan proses evaluasi strategis ini, pihak investor dikabarkan telah menunjuk lembaga keuangan global, Goldman Sachs, sebagai penasihat keuangan (financial advisor).
Selain opsi merger, sumber yang mengetahui persoalan ini membocorkan bahwa sejumlah lembaga keuangan asing yang berniat mengekspansi pasar mereka di Indonesia turut menyatakan ketertarikannya terhadap BFI Finance maupun Bank Jago. Hal ini sejalan dengan rumor pada April lalu yang menyebut pemegang saham pengendali BFI Finance sedang menjajaki rencana divestasi sebagian saham.
Integrasi Pembiayaan Konvensional dan Bank Digital
Rencana aksi korporasi ini dinilai strategis karena akan mengintegrasikan jaringan pembiayaan konvensional BFI Finance yang telah mapan dengan platform perbankan digital inovatif milik Bank Jago. Langkah ini diharapkan mampu memperluas penetrasi pasar serta mengefisiensikan operasional bisnis kedua belah pihak.
Sepanjang periode tahun ini, performa saham kedua emiten tersebut bergerak variatif. Saham BFI Finance tercatat menguat 8% dengan nilai pasar Rp11,4 triliun. Sebaliknya, saham Bank Jago mengalami koreksi hingga 50%, yang membuat kapitalisasi pasarnya saat ini berada di angka Rp13,7 triliun. Dinamika pasar inilah yang diduga kuat memicu dilakukannya tinjauan strategis oleh para pemegang saham.
Saat ini, Jerry Ng menggenggam porsi saham mayoritas di BFI Finance melalui Trinugraha Capital & Co dengan kepemilikan sekitar 51%. Di konsorsium tersebut, ia berkongsi dengan perusahaan private equity Northstar Group dan taipan tambang Garibaldi “Boy” Thohir. Sementara di Bank Jago, Jerry Ng menguasai sekitar 30% saham melalui PT Metamorfosis Ekosistem Indonesia, berdampingan dengan investor besar lain seperti GIC Singapura, GoTo, dan Patrick Walujo.
Jerry Ng merupakan bankir senior kelahiran Pontianak, 2 Juli 1965, yang memiliki rekam jejak panjang di industri keuangan Indonesia, termasuk pernah menduduki posisi direksi di Citibank, BCA, Danamon, hingga menyukseskan transformasi Bank BTPN. Namanya semakin dikenal luas di ekosistem digital setelah mengakuisisi Bank Artos pada 2019 dan mentransformasikannya menjadi Bank Jago, platform bank digital pertama yang terintegrasi penuh dengan ekosistem aplikasi Gojek. (*AMBS)
