youngster.id - Pasar perangkat audio di Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan. 6Wresearch memperkirakan nilai pasar audio equipment Indonesia mencapai US$1 miliar pada 2025 dan berpotensi meningkat menjadi US$1,3 miliar pada 2031. Di saat yang sama, perkembangan teknologi membuat pilihan perangkat audio semakin beragam, mulai dari headphone dan speaker hingga soundbar, home theater, dan perangkat audio profesional.
Namun, semakin banyaknya pilihan perangkat audio tidak selalu membuat konsumen lebih mudah menentukan pilihan. Karakter suara, ukuran ruang, kebutuhan penggunaan hingga gaya hidup menjadi pertimbangan sebelum seseorang memutuskan perangkat yang tepat.
Kondisi tersebut mendorong PT Inti Megah Swara menghadirkan konsep inovatif berupa toko imersif Desound Showroom Melawai, Jakarta Selatan. Bukan sekadar tempat untuk melihat dan membeli perangkat audio, showroom lima lantai ini dirancang sebagai ruang pengalaman bagi konsumen untuk mencoba, membandingkan dan memahami berbagai solusi audio secara langsung.
“Bagi kami, audio bukan hanya tentang spesifikasi atau teknologi. Setiap orang memiliki kebutuhan, preferensi, serta cara tersendiri dalam menikmati suara, baik untuk mendengarkan musik, bekerja, berkarya, menikmati film, hingga menciptakan momen bersama orang-orang terdekat. Untuk itu kami menghadirkan konsep pengalaman imersif dari produk lifestyle hingga audio profesional di showroom ini,” kata Rieki Lie, Regional Head DESOUND, dalam jumpa pers, Jumat (21/8/2026), di DESOUND Melawai, Jakarta.
Rieki menjelaskan, showroom tersebut dirancang sebagai ruang pengalaman yang memungkinkan pengunjung mencoba berbagai produk secara langsung sekaligus mengenal solusi audio yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Konsep tersebut antara lain terlihat melalui area Lifestyle Audio dan Luxury Audio di lantai tiga. Area ini menghadirkan KEF Product Experience yang dikembangkan bersama Tobias Harris W., Principal dan Chief Creative Officer TDC NYC.
Manajemen DESOUND melihat segmen lifestyle audio memiliki peluang pertumbuhan seiring perubahan gaya hidup dan kebutuhan konsumen.
“Produk-produk lifestyle consumer saat ini sangat bertumbuh dengan pesat. Jadi kami optimis toko ini akan menjadi destination dan produk-produk yang akan dicari oleh pelanggan,” kata James Eric Pribadi, Direktur PT Inti Megah Swara.
Konsep showroom imersif juga menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk mengembangkan bisnis audio di tengah perubahan teknologi yang berlangsung cepat.
Menurut James, perkembangan teknologi membuat perangkat audio kini menawarkan kemampuan yang semakin beragam. Sejumlah produk bahkan mulai mengintegrasikan teknologi artificial intelligence (AI), sementara perkembangan home audio juga semakin didukung teknologi seperti Dolby Atmos.
“Tren audio ini semakin berubah dan semakin cepat, dan teknologinya semakin luar biasa. Mulai dari beberapa produk sudah dilengkapi dengan sistem AI. Ada juga solusi dari brand-brand yang sudah melihat teknologi AI dan perkembangan home audio dengan Dolby Atmos dan beberapa teknologi lainnya. Semua itu yang ingin kami tampilkan di sini,” ungkap James.
Perluas Ekosistem dan Kanal Digital
Salah satu pembeda yang ditawarkan DESOUND Showroom Melawai adalah kehadiran DESOUND Community Space. Area ini tidak hanya ditujukan bagi konsumen yang ingin mencoba produk, tetapi juga dibuka untuk komunitas yang ingin berkumpul, belajar dan berkolaborasi.
“Dengan adanya showroom Melawai ini kami membuka kesempatan bagi para komunitas, baik musisi, stand up comedy, DJ, maupun komunitas lainnya yang membutuhkan ruang untuk bertemu, berkumpul, dan belajar,” kata Devi Yosita, Head of Business Development PT DESOUND Berkatindo Megah.
Menurut Devi, Langkah ini melihat kawasan Melawai dan Blok M memiliki potensi sebagai salah satu pusat aktivitas kreatif anak muda di Jakarta. “Kami ingin menjadikan showroom tersebut sebagai ruang yang tidak hanya berkaitan dengan transaksi, tetapi juga aktivitas dan interaksi komunitas,” ujarnya.
Selain memperkuat pengalaman offline, Desound juga memperluas jangkauan melalui kanal digital DESOUND.co.id. Platform tersebut dirancang sebagai ekosistem yang memungkinkan konsumen melakukan pembelian secara online sekaligus mengakses layanan dari jaringan toko DESOUND.
Perusahaan juga menghadirkan DELYSA, sales agent melalui WhatsApp, untuk membantu konsumen mendapatkan informasi dan berkonsultasi mengenai kebutuhan audio tanpa harus datang langsung ke showroom.
“Strategi digital tersebut menjadi bagian dari upaya DESOUND menjangkau konsumen di wilayah yang lebih luas, termasuk kota-kota yang belum memiliki showroom dengan skala seperti Melawai,” katanya lagi.
Penguatan pengalaman di Melawai juga berjalan beriringan dengan ekspansi jaringan DESOUND. Sejak hadir di Indonesia pada 2013, perusahaan terus memperluas jaringan retail dan showroom.
Saat ini DESOUND memiliki 16 toko retail dan sembilan showroom yang tersebar di 10 kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bekasi, Bogor, Tangerang, Bandung, Surabaya, Semarang, Bali, Manado, dan Makassar.
Ekspansi tersebut masih akan berlanjut. Manajemen mengungkapkan DESOUND akan membuka cabang baru di Medan dalam waktu dekat. Perusahaan juga menyiapkan flagship store baru di kawasan Summarecon Mall Serpong, Tangerang.
Dengan kombinasi jaringan offline, kanal digital dan showroom berbasis pengalaman, DESOUND ingin memperkuat posisinya di tengah perubahan perilaku konsumen audio.
STEVY WIDIA
















Discussion about this post