Jumat, 18 September 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News Industry

Citi Services: 72% Perusahaan Prioritaskan Likuiditas Kas di Tengah Disrupsi Rantai Pasok

18 September 2026
in Industry
Reading Time: 2 mins read
Citi Services rantai pasok

Citi Services: 72% Perusahaan Prioritaskan Likuiditas Kas di Tengah Disrupsi Rantai Pasok (Foto: Istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Citi Institute bersama bisnis Services Citi meluncurkan laporan terbaru berjudul ‘Transformasi Lanskap Global: Pergeseran dalam Perdagangan Global dan Foreign Direct Investment (FDI)’. Laporan tersebut menyoroti pergeseran prioritas perusahaan global yang kini berfokus pada efisiensi modal kerja, likuiditas, dan visibilitas kas di tengah ketidakpastian rantai pasok global.

Berdasarkan laporan tersebut, konflik di Timur Tengah serta tingginya harga minyak dan produk turunannya mempertahankan Indeks Tekanan Rantai Pasok Global (GSCPI) Citi pada level tertinggi sejak periode 2021–2022. Kondisi ini mendorong 72% perusahaan global menjadikan upaya melepaskan likuiditas yang terperangkap sebagai prioritas strategis utama dalam 12 bulan ke depan, naik dari 66% pada awal tahun 2026.

Pertumbuhan Arus Pembayaran Global dan Lonjakan Sektor Teknologi

Meskipun dihadapkan pada disrupsi, arus pembayaran bisnis Citi menunjukkan pertumbuhan sebesar 40% secara tahunan (year-on-year) pada semester pertama tahun 2026. Pertumbuhan ini dipimpin oleh sektor teknologi yang melonjak 50% secara global, didorong oleh pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Wilayah Asia dan Amerika Latin mencatatkan pertumbuhan arus pembayaran sektor teknologi yang signifikan, masing-masing sebesar 60% dan 58%. Di samping peningkatan tersebut, jalur perdagangan global juga menunjukkan pergeseran nyata. Pada sektor ekspor otomotif Cina, pengiriman kendaraan dan suku cadang ke Amerika Utara mengalami penurunan tajam dari sepertiga menjadi sekitar 13% pada pertengahan 2026.

Sebaliknya, ekspor ke Afrika melonjak hingga melebihi 15%, sementara Amerika Latin mencatatkan peningkatan terbesar sebagai tujuan pasar baru. Sementara itu di sektor pertanian, Brasil dan Argentina turut memperkuat posisi Amerika Latin sebagai pemasok produk pertanian terbesar bagi Cina, dengan menyumbang sepertiga hingga hampir setengah dari total impor pertanian negara tersebut.

Global Head of Trade and Working Capital Solutions Citi Services, Adoniro Cestari, menjelaskan bahwa fokus perusahaan kini bergeser dari sekadar diversifikasi menuju efisiensi kas.

“Perusahaan telah mendiversifikasi basis pemasok untuk memperkuat operasional. Kini, tim bendahara mulai fokus pada pertanyaan: di mana kas kami tersimpan, dan seberapa cepat kas tersebut dapat dimanfaatkan?” ujar Cestari, Kamis (17/9/2026).

Tekanan Biaya Struktural dan Adopsi Teknologi Digital

Laporan Citi mencatat bahwa 68% perusahaan global menganggap kenaikan biaya input sebagai tantangan utama modal kerja, sementara 59% menyoroti dampak tingkat suku bunga yang masih tinggi. Di sisi lain, isu tarif menjadi pendorong relokasi rantai pasok bagi 46% perusahaan di Asia Pasifik dan 44% di Amerika Latin.

Guna mengatasi tantangan tersebut, adopsi teknologi digital dalam operasi perdagangan terus meningkat. Penggunaan AI dalam operasional perdagangan naik hampir tiga kali lipat dari 16% pada tahun 2024 menjadi 45% pada pertengahan 2026, sementara hampir separuh perusahaan global mulai mengevaluasi penggunaan Distributed Ledger Technology (DLT) dan blockchain.

“Arus perdagangan, investasi, dan pembayaran masih terus tumbuh melalui pasar dan koridor yang berbeda. Perusahaan beradaptasi untuk beroperasi lebih efisien di tengah ketidakpastian serta memanfaatkan likuiditas mereka secara optimal,” tutup Cestari.

Laporan ini disusun berdasarkan analisis data jaringan pembayaran Citi pada puluhan ribu klien korporasi, survei terhadap lebih dari 700 perusahaan besar dan 150 pemasok, serta analisis ekonomi dari Citi Research. (*AMBS)

 

Tags: Adoniro CestariAICitiCiti ServicesEkonomi Global 2026FDILikuiditas Kasmodal kerjaperdagangan globalrantai pasokSuku Bunga
Previous Post

CoreWeave Rilis Obligasi Konversi US$3 Miliar untuk Biayai Strategi Capped Call dan Ekspansi Global

Related Posts

Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara
Industry

Pertumbuhan Ekonomi Asia Tenggara Diproyeksikan 4,8% Per Tahun Hingga 2035, Indonesia Hadapi Tantangan Eksekusi

16 September 2026
0
TokenKu.ai
Technology

TokenKu.ai, Satu Pintu untuk Kelola 120+ Model AI

16 September 2026
0
WhatsApp Hadirkan Meta AI, Chatbot Serbaguna Berbasis Kecerdasan Buatan
Technology

Meta One Resmi Meluncur, Langganan Aplikasi dan Fitur AI Kini Jadi Satu

16 September 2026
0
Load More

Discussion about this post

Recent Updates

Citi Services rantai pasok

Citi Services: 72% Perusahaan Prioritaskan Likuiditas Kas di Tengah Disrupsi Rantai Pasok

18 September 2026
CoreWeave Obligasi

CoreWeave Rilis Obligasi Konversi US$3 Miliar untuk Biayai Strategi Capped Call dan Ekspansi Global

18 September 2026
industri pangan

Selera Konsumen Berubah, Industri Pangan Perlu Berinovasi dari Bahan hingga Formulasi

18 September 2026
Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia

Salesforce Perkenalkan AIforce, Bawa Data dan Alur Kerja Bisnis ke Berbagai Platform AI

18 September 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Citi Services rantai pasok

Citi Services: 72% Perusahaan Prioritaskan Likuiditas Kas di Tengah Disrupsi Rantai Pasok

18 September 2026
CoreWeave Obligasi

CoreWeave Rilis Obligasi Konversi US$3 Miliar untuk Biayai Strategi Capped Call dan Ekspansi Global

18 September 2026
industri pangan

Selera Konsumen Berubah, Industri Pangan Perlu Berinovasi dari Bahan hingga Formulasi

18 September 2026
Percepat Transformasi Digital, Salesforce Hadirkan Agentforce Berbahasa Indonesia

Salesforce Perkenalkan AIforce, Bawa Data dan Alur Kerja Bisnis ke Berbagai Platform AI

18 September 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version