youngster.id - Bank Danamon (PT Bank Danamon Indonesia Tbk) mencatatkan pertumbuhan kinerja profitabilitas dan fungsi intermediasi yang solid untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada 30 September 2026 (9M2026).
Danamon membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp3,5 triliun, meningkat 19% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh kenaikan pendapatan operasional sebesar 5% YoY menjadi Rp19,0 triliun serta penurunan biaya kredit (cost of credit) sebesar 5% YoY.
Direktur Utama Danamon, Nobuya Kawasaki, menyampaikan bahwa capaian ini bertepatan dengan momentum perjalanan tujuh dekade Danamon yang mengusung semangat “Tumbuh Bersama di Setiap Langkah”.
“Pencapaian ini tidak hanya menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan yang telah kami lalui, tetapi juga menandakan kesiapan kami untuk melangkah ke fase pertumbuhan berikutnya. Dengan menggabungkan dukungan kekuatan jaringan global MUFG sebagai induk perusahaan serta jaringan lokal yang luas dari Danamon, Adira Finance, dan Home Credit Indonesia, kami terus berkolaborasi untuk menghadirkan kekuatan grup yang bernilai semakin besar bagi nasabah dan masyarakat Indonesia,” ujar Nobuya, dikutip Jum’at (30/10/2026).
Penyaluran Kredit Tumbuh Double-Digit dan Kualitas Aset Terjaga
Kinerja positif perseroan didukung oleh pertumbuhan signifikan pada penyaluran pembiayaan dan penghimpunan dana masyarakat. Dari sisi pembiayaan, total kredit dan trade finance konsolidasian mencapai Rp232,6 triliun atau tumbuh 13% secara tahunan (year-on-year/YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh lini Enterprise Banking & Financial Institution yang naik 20%, SME Banking yang tumbuh 9%, Consumer Banking yang meningkat 5%, serta kontribusi anak perusahaan yang juga mencatatkan kenaikan sebesar 7%.
Sementara itu, penghimpunan simpanan nasabah atau Dana Pihak Ketiga (DPK) berupa CASA dan deposito tercatat sebesar Rp190,5 triliun, meningkat 12% YoY. Dengan capaian intermediasi dan pendanaan tersebut, profitabilitas perseroan tetap terjaga kokoh yang tercermin dari Margin Bunga Bersih (Net Interest Margin/NIM) di level 8,0%.
Di tengah pertumbuhan bisnis yang ekspansif, Danamon tetap memprioritaskan pengelolaan risiko yang prudent dan kualitas aset yang sehat. Rasio Loan at Risk (LAR) membaik 190 basis poin menjadi 7,7%, sementara tingkat pencadangan berada di posisi sangat solid dengan NPL coverage ratio mencapai 282,0%.
Memasuki kuartal akhir 2026, Danamon berkomitmen untuk terus mencermati dinamika ekonomi global dan pasar dengan mengeksekusi strategi bisnis yang terukur guna menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan. (*AMBS)


















Discussion about this post