youngster.id - PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group) menyelesaikan transaksi investasi strategis bersama Danantara Investment Management (DIM) dan Indonesia Investment Authority (INA) untuk pengembangan proyek fasilitas manufaktur Chlor Alkali–Ethylene Dichloride (CA-EDC).
Sebagai penggerak utama proyek, Chandra Asri Group merancang fasilitas ini untuk memproduksi sekitar 400 kilotonnes per annum (KTA) soda kaustik dan 500 KTA ethylene dichloride (EDC). Kedua bahan kimia esensial tersebut memegang peranan krusial dalam memperkuat rantai industri hilir nasional, termasuk mendukung pemrosesan industri bauksit dan alumina di Indonesia.
Peningkatan kapasitas produksi dalam negeri ini diproyeksikan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan kimia, menghemat devisa negara, serta memperkuat rantai pasok industri kimia nasional.
Presiden Direktur dan CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra, menegaskan bahwa penuntasan kemitraan investasi ini menjadi tonggak penting bagi kelanjutan proyek CA-EDC sekaligus wujud nyata komitmen perusahaan terhadap pertumbuhan industri Indonesia.
“Melalui sinergi antara kemampuan DIM dan INA dalam menyediakan investasi jangka panjang serta pengalaman Chandra Asri Group di sektor industri, proyek ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pasokan bahan kimia strategis bagi industri dalam negeri, mengurangi ketergantungan terhadap impor, serta mendukung agenda hilirisasi Indonesia,” ujar Erwin, dikutip Selasa (20/10/2026).
Progres Konstruksi Capai 80%, Siap Beroperasi Komersial pada 2027
Hingga September 2026, progres konstruksi pabrik CA-EDC milik Chandra Asri Group ini telah mencapai sekitar 80%. Saat ini, proses pembangunan sedang berfokus pada pemasangan peralatan utama serta penyelesaian infrastruktur pendukung, meliputi fasilitas dermaga, trestle, dan sarana penyimpanan.
Pabrik ini berada dalam jalur yang tepat untuk memulai operasi komersial pada tahun 2027. Selain meningkatkan kapabilitas teknis lokal, proyek ini memberikan dampak sosial-ekonomi yang signifikan dengan menyerap sekitar 3.000 tenaga kerja selama tahap konstruksi dan membuka 250 posisi kerja permanen saat memasuki tahap operasional.
Sinergi Modal dan Kapabilitas Industri Kimia Nasional
Kemitraan strategis ini memadukan keahlian operasional dan rekam jejak panjang Chandra Asri Group di sektor petrokimia dengan kapasitas investasi jangka panjang dari DIM dan INA. (Konten Paragraf)
Chief Executive Officer DIM, Pandu Sjahrir, serta Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, menyambut positif perampungan transaksi ini. Keduanya menilai proyek CA-EDC Chandra Asri Group memiliki rasional komersial yang kuat karena didukung oleh tingginya permintaan pasar domestik terhadap soda kaustik dan EDC, sekaligus sejalan dengan agenda prioritas hilirisasi pemerintah.
Melalui integrasi fasilitas manufaktur ini, Chandra Asri Group terus memperkokoh posisinya sebagai mitra pertumbuhan utama dalam membangun fondasi industri kimia nasional yang mandiri, terintegrasi, dan berdaya saing global. (*AMBS)


















Discussion about this post