Ekonomi Kreatif Lampaui Pertumbuhan Nasional, Sektor Digital Jadi Penggerak Utama

Film animasi Jumbo produksi Visinema Studios. (Foto: istimewa/visinema)

youngster.id - Industri kreatif Indonesia terus menunjukkan performa yang menjanjikan. Bahkan, pertumbuhannya kini melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional. Bahkan, ekonomi kreatif sektor digital seperti pengembangan gim, aplikasi, film, dan animasi menjadi penggerak utama yang diprediksi kontribusi akan semakin besar.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 mencapai Rp1.757,87 triliun. Angka ini tumbuh 6,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional yang tercatat 5,11 persen.

Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, tren positif tersebut telah berlangsung secara konsisten dalam dua tahun terakhir.

“Hingga tahun 2025, nilai PDB ekonomi kreatif mencapai Rp1.757,87 triliun dan pertumbuhan ekonomi kreatif mencapai 6,86 persen. Angka ini jauh di atas pertumbuhan ekonomi nasional yang pada tahun 2025 mencapai 5,11 persen,” ucapnya pada peluncuran hasil Sensus Ekonomi 2026 Sektor Ekonomi Kreatif, dikutip Senin (29/6/2026).

BPS mencatat subsektor kuliner masih menjadi kontributor terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif dengan pangsa mencapai 41,06%. Sementara itu, tiga subsektor utama, yakni kuliner, fesyen, serta televisi dan radio, secara bersama-sama menyumbang 69,42% terhadap total PDB ekonomi kreatif.

Meski demikian, Amalia menyoroti pesatnya pertumbuhan sejumlah subsektor baru yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendorong ekonomi kreatif ke depan.

Subsektor aplikasi dan pengembang gim menjadi yang paling pesat dengan pertumbuhan mencapai 18,22 persen sepanjang 2025. Sementara itu, subsektor film, animasi, dan video berada di posisi kedua dengan pertumbuhan sebesar 17,59 persen.

Menurut Amalia, semakin tinggi laju pertumbuhan suatu subsektor, semakin besar pula peluangnya untuk meningkatkan kontribusi terhadap keseluruhan ekonomi kreatif Indonesia.

“Kalau growing-nya cepat, pertumbuhannya cepat, maka nanti kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif akan luar biasa dan lama-kelamaan kontribusinya terhadap ekonomi kreatif akan semakin besar,” katanya.

Pesatnya perkembangan industri kreatif digital seperti gim, animasi, video, hingga aplikasi juga membuka peluang baru bagi generasi muda. Berbeda dengan sektor konvensional, industri kreatif digital banyak bergantung pada kemampuan, kreativitas, dan inovasi.

Mulai dari programmer, game developer, animator, ilustrator, video editor, content creator, hingga desainer digital menjadi profesi yang semakin dibutuhkan seiring berkembangnya ekosistem ekonomi kreatif.

Tak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, sektor ini juga dinilai memiliki dampak yang lebih luas terhadap masyarakat.

Amalia menegaskan, ekonomi kreatif merupakan sektor yang inklusif karena mampu menciptakan lapangan kerja dalam jumlah besar sekaligus menghasilkan efek berganda bagi berbagai industri pendukung.

“Ekonomi kreatif tidak hanya tumbuh cepat, tetapi juga memberikan spillover effect terhadap penyerapan lapangan pekerjaan yang besar. Pertumbuhan ini dapat dirasakan oleh banyak orang dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia,” ujarnya.

Perkembangan ini menjadikan industri kreatif digital sebagai salah satu sektor strategis yang semakin menentukan arah pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Tren ini, sekaligus membuka lebih banyak peluang karier bagi generasi muda yang memiliki keterampilan di bidang teknologi dan kreativitas.

STEVY WIDIA

Exit mobile version