MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 Jaring 1.500 Karya Seniman Muda Indonesia

Para pemenang, juri dan penyelenggara MR.D.I.Y Indonesia Art Competition 2026. (Foto: stevywidia/youngster)

youngster.id - Seni kini tidak hanya menjadi ruang untuk berekspresi, tetapi juga menjadi salah satu cara generasi muda menyuarakan pengalaman, keresahan, hingga pandangan mereka terhadap lingkungan sekitar. Fenomena tersebut tercermin dalam MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition 2026 yang menghimpun lebih dari 1.500 karya dari 32 provinsi di Indonesia.

Kompetisi yang digelar PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) bersama IndoArtNow di tahun kedua ini mengusung tema “Strength & Resilience”. Partisipasi yang datang dari berbagai wilayah menunjukkan semakin luasnya ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas melalui seni.

Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, mengatakan kompetisi tersebut bukan sekadar ajang untuk mencari pemenang, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan potensi dan memperkenalkan karya mereka kepada publik.

“Bagi kami, MR.D.I.Y. Indonesia Art Competition bukan sekadar kompetisi. Ini adalah bukti bahwa semangat berkarya masyarakat Indonesia terus tumbuh, dari kota besar hingga daerah dengan jangkauan platform seni yang belum optimal,” ujar Edwin pada acara penghargaan MR.D.I.Y Indonesia Art Competition 2026, Jumat (7/8/2026) di Jakarta.

Menurut dia, partisipasi dari 32 provinsi menjadi salah satu capaian penting dalam penyelenggaraan tahun kedua kompetisi tersebut. MR.D.I.Y. Indonesia berharap jangkauan kompetisi dapat terus berkembang sehingga semakin banyak seniman dan talenta kreatif dari berbagai daerah memperoleh kesempatan untuk berkarya dan dikenal lebih luas.

Kompetisi tahun ini juga menghadirkan kesempatan yang lebih luas bagi seniman Indonesia. Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah MR.D.I.Y. Art Competition tingkat regional.

Para pemenang kategori Umum serta Pelajar dan Mahasiswa akan mewakili Indonesia dalam MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026. Mereka akan berkompetisi bersama para pemenang dari Malaysia dan Thailand.

Selain mendapatkan kesempatan memperluas eksposur karya di tingkat regional, para peserta juga akan memperebutkan total hadiah senilai Rp370 juta.

Edwin mengatakan penyelenggaraan kompetisi regional di Indonesia menjadi momentum untuk memperkenalkan talenta seni Tanah Air kepada publik yang lebih luas di kawasan Asia Tenggara.

“Tahun ini menjadi momen yang membanggakan karena Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah kompetisi tingkat regional. Kami berharap momentum ini tidak hanya membuka panggung yang lebih luas bagi seniman Indonesia, tetapi juga semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat talenta seni di Asia Tenggara,” katanya.

Sementara Pendiri IndoArtNow, Tom Tandio, menilai kompetisi regional tersebut dapat menjadi kesempatan bagi seniman Indonesia untuk menunjukkan kualitas karya sekaligus mendapatkan eksposur di tingkat Asia Tenggara.

“Penyelenggaraan kompetisi tingkat regional di Indonesia menjadi momentum yang sangat baik untuk memberi kesempatan sekaligus memperkenalkan kualitas talenta seni Tanah Air di kawasan Asia Tenggara,” ujar Tom.

Dalam proses kurasi dan penilaian, kompetisi ini melibatkan sejumlah juri profesional dan ahli di bidang seni, yakni R.E. Hartanto, Mitha Budhyarto, Abigail Hakim, serta Edwin Cheah.

Setiap karya dinilai berdasarkan ide, kreativitas, komposisi, dan teknik. Para juri juga melihat bagaimana peserta menerjemahkan tema “Strength & Resilience” melalui karya masing-masing.

“Tahun ini kami melihat perkembangan yang sangat menarik dari kualitas karya para peserta. Tema Strength & Resilience diterjemahkan melalui pendekatan yang sangat beragam, mulai dari pengalaman personal, isu sosial, hingga refleksi terhadap budaya dan lingkungan sekitar,” ujar R.E. Hartanto.

Menurutnya, kekuatan karya peserta tidak hanya terlihat dari kemampuan teknis, tetapi juga dari kemampuan membangun narasi yang autentik.

“Yang paling menonjol bukan hanya kemampuan teknis, tetapi bagaimana para peserta mampu membangun narasi yang kuat dan autentik melalui pilihan medium, visual, maupun konsep yang mereka hadirkan, serta hasil riset artistik yang mendalam,” lanjutnya.

Setelah melalui proses kurasi dan penilaian, sejumlah peserta terpilih sebagai pemenang dalam tiga kategori.

Pada kategori Professional, Grand Prize diraih Ari Bayuaji melalui karya “The Storms that Unified Us, 2026”.

Sementara pada kategori Umum, Veronica Liana meraih Grand Prize melalui karya “Rupa Tan Matra #3, 2026”. Haidar Ammar mendapatkan Judge’s Award melalui “Holding the Self Together, 2026”, sedangkan President’s Director Award diberikan kepada Angela Sunaryo melalui karya “XELOTEXAN, 2026”.

Pada kategori Pelajar & Mahasiswa, Grand Prize diraih Muhammad Ragib Noer Khasyi melalui karya “Yang Tersisa Sepulang Kerja (1), 2026”.

Adapun Judge’s Award diraih M. Nashrul Rizqil Akbar melalui karya “Tjap TANGGOEH, 2026”, sementara President’s Director Award diberikan kepada Nadiva Nuriftitah melalui karya “The Doorframe, 2026”.

Tidak berhenti pada pengumuman pemenang, MR.D.I.Y. Indonesia juga memberikan ruang bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya tersebut melalui MR.D.I.Y. Indonesia Art Exhibition. Pameran berlangsung pada 7–23 Agustus 2026 di MR.D.I.Y. Store, Lotte Mall Jakarta.

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version