youngster.id - Danantara Indonesia menutup rangkaian Danantara Technology Innovation Investment Forum (DTIIF) 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Fairmont Jakarta. Dihadiri oleh lebih dari 3.000 peserta, forum akbar ini sukses menghasilkan deretan kerja sama strategis lintas sektor, mulai dari akselerasi riset nasional, komersialisasi industri kesehatan, infrastruktur digital, hingga transisi energi.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menegaskan bahwa penandatanganan kesepakatan tersebut baru menjadi titik awal dari komitmen jangka panjang perusahaan. Mengaitkan momentum penutupan dengan Hari Sumpah Pemuda, Sigit menekankan pentingnya meneruskan semangat persatuan dalam merajut kolaborasi masa depan bangsa.
“Pada 1928, para pemuda dari berbagai latar belakang berkumpul dengan semangat dan cita-cita bersama untuk membangun masa depan Indonesia. Hampir satu abad kemudian, semangat persatuan, kolaborasi, dan tekad tersebut tetap relevan. Untuk itu, Danantara Indonesia ingin meneruskan semangat Sumpah Pemuda dengan mempertemukan berbagai gagasan, keahlian, dan sumber daya untuk bersama-sama mewujudkan masa depan Indonesia yang lebih maju,” ujar Sigit.
Akselerasi Riset Nasional dan Komersialisasi Kesehatan
Sepanjang perhelatan DTIIF 2026 yang menghadirkan total 274 pembicara—termasuk peraih Nobel Ekonomi Peter Howitt dan Thomas J. Sargent—Danantara Indonesia mengukuhkan sejumlah kemitraan kunci. Pada hari pertama, Danantara meneken Nota Kesepahaman (MoU) bersama Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi lintas kementerian ini dirancang untuk menyelaraskan agenda riset, pengembangan talenta, kebutuhan industri, hingga skema pendanaan strategis guna mempercepat hilirisasi teknologi.
Selain itu, Danantara bersama BRIN turut merangkul 32 perguruan tinggi untuk membangun platform kemitraan riset akademik dan industri. Langkah konkret komersialisasi kesehatan langsung diwujudkan melalui kerja sama Danantara Development Management Fund (DDMF) dengan Institut Teknologi Bandung (ITB), Indofarma, serta PT EBM Saintifik dan Teknologi dalam pengembangan fitofarmaka berbasis kratom. DDMF juga menjajaki kolaborasi dengan Thermo Fisher Scientific guna memperkuat kapabilitas industri ilmu hayati nasional.
Sinergi BUMN untuk Fondasi Infrastruktur dan Industri Masa Depan
Fokus utama hasil kesepakatan DTIIF 2026 turut diwujudkan melalui penguatan fondasi industri strategis di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sinergi ini mencakup penyelarasan rencana pengembangan data center Telkom Indonesia dengan kesiapan pasokan listrik PLN, penguatan ekosistem Motor Listrik Nasional (Molinas) oleh konsorsium LEN, PLN, dan Pertamina Patra Niaga, serta rencana pembangunan fasilitas produksi biodiesel (FAME) oleh Pertamina New & Renewable Energy dan Agrinas Palma di Indragiri Hilir, Riau. Kerja sama strategis lainnya juga merambah bidang maritim, baja, keamanan siber berbasis post-quantum cryptography, bioteknologi, hingga robotika.
Ke depan, Danantara Indonesia berkomitmen mengawal seluruh rangkaian kesepakatan DTIIF 2026 hingga tahap implementasi penuh. Momentum kolaborasi teknologi ini juga akan dilanjutkan dalam perhelatan perdana New Asia Forum (NAF) pada 3–4 Desember 2026 di Bali, guna memperluas jaringan kemitraan investasi Indonesia ke kancah regional Asia. (*AMBS)
