Gencarkan Investasi, Grab Borong Saham Superbank Senilai Rp56,02 Miliar

Grab - Superbank

Gencarkan Investasi, Grab Borong Saham Superbank (SUPA) Senilai Rp56,02 Miliar (Foto: Istimewa)

youngster.id - Raksasa teknologi regional, Grab, kembali menambah kepemilikan sahamnya di PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA). Melalui entitas usahanya, A5-DB Holdings Pte. Ltd., Grab menggelontorkan dana taktis sebesar Rp56,02 miliar untuk memborong 64,02 juta helai saham bank digital tersebut.

Berdasarkan laporan keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 25 Mei 2026, transaksi akumulasi tersebut telah dituntaskan pada 21 Mei 2026 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp875 per helai saham. Aksi korporasi ini dilakukan murni untuk tujuan investasi jangka panjang.

Dengan penuntasan transaksi tersebut, porsi kepemilikan saham Grab di dalam keranjang investasi Superbank melonjak menjadi 5,46 milar lembar saham atau setara 16,14%. Angka ini meningkat dari posisi sebelum transaksi yang tercatat sebesar 5,40 miliar lembar saham atau selevel 15,95%.

A5-DB Holdings merupakan entitas pemegang saham utama Superbank yang terafiliasi langsung dengan ekosistem Grab dan Singtel. Langkah penguatan modal ini berjalan seiring dengan strategi ekspansi bisnis digital banking SUPA yang sebelumnya bernama PT Bank Fama International Tbk sebelum diambil alih oleh konsorsium Emtek, Grab, dan Singtel.

Dokumen registrasi pemegang saham per April 2026 menunjukkan bahwa struktur kepemilikan SUPA masih didominasi oleh investor strategis di bidang teknologi dan finansial digital, dengan rincian: Elang Media Visitama (Emtek Group): 27,6% (9,35 miliar saham), Kudo Teknologi Indonesia: 16,67% (5,65 miliar saham), A5-DB Holdings (Grab): 16,14% (setelah transaksi Mei 2026), GXS Bank: 10,44%, KakaoBank Corp: 8,66% (2,93 milar saham), Singtel Alpha Investments: 7,36% (2,49 miliar saham).

Adapun porsi saham masyarakat (free float) yang tercatat di bursa adalah sebesar 11,53% atau setara 3,87 miliar lembar dari total 33,89 miliar saham yang beredar. Laporan tersebut juga mencatat bahwa pemilik manfaat akhir (ultimate beneficial owner) dari bank digital ini adalah Eddy K. Sariaatmadja dan Anthony Tan Ping Yeow.

Aksi borong saham oleh Grab ini dinilai momentumnya sangat tepat di tengah performa finansial Superbank yang tumbuh eksponensial. Sepanjang kuartal pertama tahun 2026, SUPA sukses membukukan laba bersih sebesar Rp 78,19 miar.

Perolehan laba ini melangit hingga 31.051% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu yang hanya mencatatkan angka Rp251 juta. Lonjakan ini membuat laba per saham dasar perseroan naik menjadi Rp2,3 dari sebelumnya Rp 0,01.

Pertumbuhan laba bersih ini ditopang oleh pendapatan bunga bersih (Net Interest Income) yang melejit 91,39% menjadi Rp 503,32 miliar, dari posisi tahun lalu sebesar Rp262,98 miar. Hasil ini diperoleh dari pendapatan bunga sebesar Rp724,64 miliar yang dikurangi beban bunga sebesar Rp221,32 miliar.

Hingga akhir Maret 2026, total nilai aset Superbank tercatat mengalami peningkatan menjadi Rp23,95 triliun dari posisi akhir tahun lalu sebesar Rp21,28 triliun. Peningkatan ini diiringi bengkaknya jumlah liabilitas menjadi Rp15,85 triliun serta jumlah ekuitas yang berada di angka Rp8,1 triliun. (*AMBS)

 

Exit mobile version