Industri Musik Digital Tumbuh, Mastercard Gelar Program Artist Accelerator SEA

Industri Musik Digital

Kreator musik Cece Caramel dan Livestream Operations Manager TikTok LIVE Indonesia Michael Tan pada peluncuran album Caramelting. (Foto: kenrene/youngster.id)

youngster.id - Industri musik di Asia Tenggara terus berkembang seiring semakin besarnya pengaruh musisi lokal di tengah budaya digital anak muda. Proyeksi industri musik nasional bahkan disebut memiliki pertumbuhan tahunan sekitar 3,57% hingga 2030, sementara pasar musik digital Indonesia diperkirakan mencapai US$276 juta.

Melihat tren tersebut, Mastercard resmi meluncurkan Mastercard Artist Accelerator SEA. Senior Vice President Head of Marketing & Communications Southeast Asia Mastercard, Dheeraj Raina mengatakan, musik di Asia Tenggara kini memiliki peran yang lebih besar dari sekadar hiburan.

“Di Asia Tenggara, musik bukan sekadar sesuatu yang didengarkan, melainkan cara masyarakat mengekspresikan siapa diri mereka dan hal-hal yang penting bagi mereka. Melalui Mastercard Artist Accelerator SEA, kami ingin mendekatkan penggemar dengan musisi yang mereka cintai sekaligus memberikan mentorship, perangkat, dan platform yang dibutuhkan para kreator untuk berkembang,” paparnya, dikutip Senin (25/5/2026).

Program ini akan dimulai di Indonesia dan Thailand dengan fokus membantu musisi muda mengembangkan potensi kreatif mereka menjadi karier yang lebih berkelanjutan. Para peserta nantinya akan mendapatkan mentorship, dukungan digital, hingga kesempatan tampil langsung untuk memperluas jangkauan audiens mereka.

“Dengan demikian, kami turut membantu pertumbuhan ekonomi kreatif Asia Tenggara—satu musisi, satu penggemar, dan satu koneksi bermakna pada satu waktu,” ujarnya.

Program ini berkolaborasi dengan SoundOn, platform promosi dan distribusi musik milik TikTok. Angkatan perdana Mastercard Artist Accelerator Indonesia diisi oleh sejumlah musisi muda lintas genre, seperti Jingga Arshabidari, Chintana Jo, Nadine Makalew, Farrel Nugroho, Tama Yuri, Saphira Adya, NDGJ, Alahad, Rimaldi, dan Gavendri.

Mereka akan mengikuti program pengembangan yang melibatkan sejumlah pelaku industri musik Indonesia sebagai mentor dan juri, termasuk Rendy Pandugo, Sarah Deshita, Dimasz Joey, dan Kamga Mo.

Puncaknya, pemenang program dari Indonesia dan Thailand akan mendapat kesempatan memproduksi single kolaborasi bersama Kamga Mo dengan dukungan SoundOn. Proyek tersebut juga akan dilengkapi video musik untuk membantu para musisi memperluas koneksi dengan penggemar sekaligus membangun karier di industri musik digital.

Head of SoundOn Southeast Asia, Tom Chou mengatakan, program ini diharapkan bisa membuka peluang lebih besar bagi talenta lokal di Asia Tenggara.

“Melalui program ini, para musisi juga memiliki kesempatan untuk terhubung dengan komunitas global pencinta musik di TikTok sehingga dapat memperluas basis penggemar dan membagikan kisah mereka dengan cara yang autentik dan bermakna,” ujarnya.

Sebagai bagian dari program, Mastercard Artist Accelerator SEA juga akan menggelar rangkaian live showcase Open Mic di Krapela pada 24 Mei, 31 Mei, 7 Juni, dan 14 Juni 2026. Program ini nantinya akan ditutup melalui Final Showdown pada 12 Juli 2026.

STEVY WIDIA

Exit mobile version