youngster.id - Menjelang penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) kelas III–VI mulai Juli 2027, British Council bersama Direktorat Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Kementerian Agama RI, meluncurkan program Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice (STEPS-CoP).
Program ini menargetkan 6.000 guru Bahasa Inggris dan guru kelas MI di 34 kota/kabupaten. Pelaksanaannya diawali dengan Training of Trainers (ToT) bagi 68 Community of Practice (CoP) Leaders yang akan mendampingi guru melalui komunitas belajar.
Country Director Indonesia dan Director Southeast Asia British Council, Summer Xia, mengatakan program ini dirancang untuk mendukung kesiapan guru menghadapi perubahan kurikulum sekaligus memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah.
“Melalui STEPS-CoP, kami memadukan keahlian global British Council dengan pengetahuan dan pengalaman para pendidik Indonesia untuk membangun model pengembangan profesional yang dapat diperluas dan berkelanjutan,” ujar Summer, dikutip Kamis (15/10/2026).
Berbeda dari pelatihan yang berhenti setelah sesi selesai, STEPS-CoP mendorong guru untuk terus belajar bersama, berbagi pengalaman, dan mendiskusikan tantangan yang dihadapi di kelas.
Program ini juga menggunakan EnglishScore British Council dan Self-Assessment Tool (SAT) untuk membantu memetakan kompetensi Bahasa Inggris serta pedagogi guru. Hasilnya diharapkan dapat membantu mengidentifikasi kebutuhan pengembangan masing-masing guru.
Pengawas Sekolah di Dinas Pendidikan Dasar dan Menengah Kota Bandar Lampung Septriani Nidi, sekaligus salah satu pelatih CoP Leaders, mengatakan komunitas belajar dapat membantu guru mengembangkan kemampuan secara berkelanjutan.
“Guru tidak membutuhkan satu lagi pelatihan yang selesai ketika sesi berakhir. Kami membutuhkan ruang untuk terus belajar setelah kembali ke kelas, untuk mendiskusikan tantangan yang kami hadapi, berbagi praktik yang berhasil, dan belajar dari pengalaman sesama guru,” ungkap Septriani.
Berdasarkan data BPS semester ganjil 2025 yang dikutip dalam rilis, terdapat 26.826 Madrasah Ibtidaiyah di seluruh Indonesia. Dengan cakupan tersebut, pengembangan kompetensi guru menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan penerapan Bahasa Inggris di jenjang pendidikan dasar.
Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, menegaskan bahwa penerapan Bahasa Inggris bukan sekadar penambahan mata pelajaran, tetapi juga bagian dari upaya mempersiapkan siswa menghadapi dunia yang semakin terbuka tanpa meninggalkan nilai dan karakter madrasah.
Menurutnya, guru perlu memperoleh kesempatan untuk terus meningkatkan kompetensi dan saling mendukung agar perubahan kebijakan dapat menghadirkan pengalaman belajar yang lebih berkualitas.
Melalui STEPS-CoP, British Council dan Kementerian Agama berharap pengembangan profesional guru dapat berlangsung secara berkelanjutan. Dengan memperkuat kemampuan guru sebelum kebijakan diterapkan, program ini diharapkan membantu siswa madrasah memperoleh fondasi Bahasa Inggris yang lebih baik untuk mengakses ilmu pengetahuan dan peluang di masa depan.
STEVY WIDIA
