youngster.id - Peluang bisnis di pasar global tidak hanya terbuka bagi perusahaan besar. Mahasiswa yang mulai membangun usaha juga berpotensi menjangkau pasar internasional jika memiliki produk yang kompetitif dan memahami kebutuhan konsumen di negara tujuan.
Untuk mendorong lahirnya eksportir baru, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menjalankan program KampusPreneur. Melalui program ini, mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi didorong mempelajari kewirausahaan, termasuk mengembangkan usaha yang berorientasi ekspor.
Menteri Perdagangan Budi Susanto mengatakan, upaya memperluas pasar ekspor menjadi salah satu dari tiga program utama Kemendag untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dua program lainnya adalah pengamanan pasar dalam negeri dan program dari lokal untuk global.
“Hingga saat ini, Kemendag telah menjalin kerja sama dengan 25 perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” ujar Budi dalam sambutan pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di ICE BSD City, Tangerang, Rabu (14/10/2026).
Melalui KampusPreneur, mahasiswa diperkenalkan pada kewirausahaan sebagai salah satu jalur untuk mengembangkan usaha yang mampu menjangkau pasar internasional. Program ini menjadi bagian dari upaya Kemendag menumbuhkan eksportir baru sekaligus memperluas basis pelaku usaha Indonesia.
Selain menyasar mahasiswa, Kemendag juga mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta usaha di tingkat desa untuk mengembangkan potensi produk lokal agar dapat dipasarkan ke luar negeri.
Salah satu upayanya dilakukan melalui penjajakan bisnis atau business matching yang mempertemukan pelaku usaha Indonesia dengan calon pembeli dari luar negeri. Fasilitasi tersebut didukung oleh 46 kantor Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dan atase perdagangan di 33 negara.
Menurut Budi, produk dari desa juga memiliki potensi untuk dikembangkan hingga menembus pasar ekspor. Pemerintah turut menjalin kemitraan antara UMKM dan pasar domestik agar produk lokal semakin mampu bersaing di dalam negeri.
Peluang Ekspor Indonesia Masih Terbuka
Upaya menumbuhkan eksportir baru berlangsung di tengah kinerja perdagangan Indonesia yang mencatatkan pertumbuhan. Sepanjang Januari–Agustus 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai US$193,64 miliar, meningkat 4,74% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$184,89 miliar.
Pada periode tersebut, Indonesia juga mencatatkan surplus neraca perdagangan sebesar US$7,25 miliar.
Kemendag turut memperluas akses pasar melalui perundingan dan implementasi perjanjian dagang. Hingga Oktober 2026, Indonesia telah mengimplementasikan 25 perjanjian dagang, sementara 13 perjanjian lainnya masih dalam proses perundingan.
Peluang memperluas pasar juga menjadi salah satu fokus Trade Expo Indonesia 2026 yang berlangsung pada 14–18 Oktober 2026. Dalam pameran tersebut, pemerintah menargetkan transaksi sebesar US$17,5 miliar dengan melibatkan 1.873 eksportir dan 30 ribu pengunjung.
Melalui KampusPreneur dan berbagai program perluasan pasar, Kemendag mendorong mahasiswa untuk mulai mengenal kewirausahaan berorientasi ekspor. Dengan demikian, pengembangan usaha sejak bangku kuliah dapat menjadi salah satu jalur untuk menumbuhkan calon eksportir baru Indonesia.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post