youngster.id - Perubahan pola kerja membuat kebutuhan terhadap ruang kerja yang fleksibel terus meningkat. Perusahaan kini tidak hanya mengandalkan kantor konvensional, tetapi juga membutuhkan pilihan tempat kerja yang dapat menyesuaikan pola kerja hybrid dan kebutuhan karyawan yang semakin terdistribusi.
Tren tersebut turut mendorong ekspansi International Workplace Group (IWG), perusahaan yang menaungi merek ruang kerja seperti Regus dan Spaces. Pada semester pertama 2026, IWG menandatangani 728 lokasi baru di seluruh dunia. Pencapaian ini membawa jaringan global IWG menjadi lebih dari 6.000 lokasi di lebih dari 120 negara.
CEO International Workplace Group Christian Schmitz mengatakan, pertumbuhan tersebut memperkuat jaringan IWG sekaligus memberikan lebih banyak pilihan ruang kerja bagi pelanggan di berbagai wilayah.
“Kami telah melalui paruh pertama tahun ini dengan capaian luar biasa, mencatat rekor dengan menandatangani 728 lokasi baru dan mengembangkan platform IWG menjadi lebih dari 6.000 lokasi di seluruh dunia. Setiap lokasi baru memperkuat jaringan kami, memberikan lebih banyak pilihan bagi pelanggan, serta menciptakan peluang pertumbuhan baru,” kata Christian dikutip Kamis (17/9/2026).
Sebagian besar ekspansi tersebut dilakukan melalui model kemitraan pengelolaan. IWG mencatat 95% dari penandatanganan lokasi pada H1 2026 dicapai melalui model ini, yang membutuhkan modal relatif minim dan memungkinkan perusahaan memperluas jaringan dengan lebih cepat.
Melalui model tersebut, IWG bekerja sama dengan pemilik properti dan investor untuk mengoperasikan ruang kerja fleksibel. Strategi ini juga memungkinkan pemilik aset memperoleh peluang pendapatan dari properti mereka, sementara IWG dapat memperluas jangkauan layanan ke lebih banyak wilayah.
Secara global, penandatanganan lokasi baru IWG pada semester pertama 2026 tersebar di sejumlah pasar utama. Amerika Serikat mencatat 187 lokasi baru, disusul Inggris dengan 62 lokasi, India 43 lokasi, dan China 42 lokasi.
Ekspansi tersebut juga terjadi di Indonesia. Pada paruh pertama 2026, IWG menambah tujuh lokasi baru yang tersebar di Batam, Bali, Bandung, dan Surakarta. Tambahan ini melengkapi kehadiran IWG di Jakarta dan membuat total jaringannya di Indonesia mencapai 56 lokasi.
Perluasan ke berbagai kota tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap ruang kerja fleksibel mulai berkembang di luar ibu kota dan kawasan pusat bisnis tradisional. Dengan semakin banyak perusahaan menerapkan pola kerja yang lebih terdistribusi, pilihan tempat kerja juga dibutuhkan lebih dekat dengan lokasi tinggal dan aktivitas pekerja.
Selain ekspansi di Indonesia, jaringan IWG secara global kembali bertambah pada semester kedua 2026. Pada Juli, Wojo bergabung dengan IWG dan menambahkan 186 lokasi ke dalam jaringan perusahaan. Wojo sebelumnya merupakan usaha patungan antara Accor dan Bouygues Immobilier.
Menurut Christian, ekspansi IWG kini tidak hanya menyasar kota-kota besar, tetapi juga kota kecil dan komunitas yang mulai merasakan dampak perubahan pola kerja.
“Kami terus berkembang di berbagai wilayah, mulai dari kota-kota terbesar di dunia hingga kota kecil dan komunitas di mana sistem kerja hybrid membuka peluang yang benar-benar baru. Strategi kami yang tidak memerlukan investasi modal besar memungkinkan kami untuk tumbuh dengan cepat, sekaligus membantu para mitra menghasilkan nilai yang lebih besar dari aset properti mereka,” katanya.
IWG melihat peluang pasar ruang kerja fleksibel masih terbuka luas. Perusahaan memperkirakan terdapat sekitar 1,2 miliar pekerja kantoran di seluruh dunia dengan total pasar potensial bernilai lebih dari US$2 triliun.
Dengan ekspansi tersebut, perkembangan ruang kerja fleksibel tidak lagi hanya berkaitan dengan kebutuhan perusahaan di pusat kota. Pertumbuhan jaringan IWG di berbagai wilayah menunjukkan bagaimana model kerja hybrid turut mendorong hadirnya pilihan tempat kerja yang lebih dekat, fleksibel, dan menyesuaikan kebutuhan pekerja maupun perusahaan.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post