youngster.id - Manulife Wealth & Asset Management hari ini mengumumkan penyelesaian akuisisi PT Schroder Investment Management Indonesia (SIMI) melalui PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI). Langkah besar ini telah mendapatkan persetujuan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pasca-akuisisi, MAMI akan memulai fase integrasi terstruktur dengan SIMI. Selama masa transisi, kedua entitas akan beroperasi secara paralel dengan mempertahankan struktur yang ada guna memastikan kelangsungan layanan bagi klien, mitra, dan karyawan.
Fabio Fontainha, Head of Wealth and Asset Management Asia Manulife, menyatakan bahwa penyelesaian akuisisi ini mencerminkan komitmen jangka panjang perusahaan di pasar Indonesia.
“Langkah ini semakin memperkuat posisi MAMI sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia. Dengan menggabungkan kapabilitas dua manajer investasi terkemuka, kami membentuk platform yang lebih kuat, inovatif, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Fabio, dikutip Kamis (2/4/2026).
Sinergi ini menggabungkan wawasan investasi global MAMI dengan keahlian investasi lokal serta jaringan institusional mendalam yang dimiliki Schroders Indonesia.
CEO & President Director MAMI, Afifa, menyebut momen ini sangat istimewa karena bertepatan dengan perayaan 30 tahun berdirinya MAMI di Indonesia.
“Akuisisi ini lebih dari sekadar transaksi; ini adalah babak baru untuk memberikan dampak yang lebih besar. Penggabungan talenta MAMI dan Schroders akan memperkuat kepemimpinan kami dalam menghadirkan solusi investasi berkualitas tinggi,” kata Afifa.
Senada dengan hal tersebut, Michael T. Tjoajadi, CEO & President Director Schroders Indonesia, menambahkan bahwa bergabung dengan MAMI akan memberikan akses ke sumber daya yang lebih luas dan peluang pertumbuhan baru bagi timnya.
“Selama lebih dari tiga dekade, tim kami telah berdedikasi untuk membangun warisan yang tepercaya dan berfokus pada klien. Bergabung dengan MAMI menandai babak baru yang penting—sebuah langkah yang tetap menjaga kekuatan dan budaya yang kami banggakan, sekaligus memberikan akses ke sumber daya yang lebih luas, kapabilitas yang lebih mendalam, serta peluang pertumbuhan baru. Kami antusias untuk memberikan kontribusi keahlian kami sebagai bagian dari organisasi yang lebih besar dan sangat dihormati,” papar Michael.
Sebelum akuisisi ini, MAMI telah mengukuhkan diri sebagai pemimpin pasar dengan dana kelolaan (AUM) mencapai Rp124,3 triliun per 31 Desember 2025, melayani lebih dari 2,5 juta nasabah melalui produk reksa dana dan kontrak pengelolaan dana.
Di sisi lain, Schroders Indonesia yang telah beroperasi sejak 1991 membawa portofolio dana kelolaan sebesar lebih dari Rp53 triliun per Desember 2025. Dengan reputasi mumpuni dan koleksi lebih dari 140 penghargaan, kehadiran tim SIMI akan memperkaya ekosistem investasi Manulife di Tanah Air. (*AMBS)

















Discussion about this post