Menyemai Potensi Anak Muda: Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045

pemberdayaan generasi muda Indonesia Emas 2045

Menyemai Potensi Anak Muda: Kunci Utama Mewujudkan Indonesia Emas 2045 (Foto: Istimewa/SCG)

youngster.id - Menyongsong Visi Indonesia Emas 2045, peran generasi muda yang kompeten, adaptif, dan berwawasan lingkungan menjadi kian krusial untuk membawa Indonesia keluar dari berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga perubahan iklim.

Namun, potensi besar ini masih diperhadapkan pada tantangan kesenjangan sumber daya manusia. Data menunjukkan bahwa sebanyak 19,44% penduduk usia muda di Indonesia masih berada di luar kategori pendidikan, pekerjaan, maupun pelatihan (Not in Education, Employment, or Training / NEET). Kondisi ini mempertegas pentingnya memberikan ruang dan pembekalan agar mereka mampu mengasah potensi, membangun kepercayaan diri, serta menciptakan solusi nyata bagi komunitasnya.

Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikdasmen RI, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, S.E., M.Si., menekankan pentingnya mengasah daya kritis dan resiliensi anak muda sejak dini.

“Anak-anak Indonesia memiliki resiliensi atau daya juang dan kemampuan belajar yang tinggi. Kita perlu terus mendukung mereka dari sisi kemampuan beradaptasi serta berpikir kritis agar mereka tumbuh menjadi talenta-talenta unggul yang siap memimpin masa depan,” ujar Maria, dikutip Rabu (12/8/2026).

Ubah Kepedulian Jadi Aksi Nyata Lewat Pemberdayaan

Pemberdayaan generasi muda tidak lagi sekadar memberikan materi di dalam kelas, melainkan membangun keberanian mereka untuk bertindak. Ketika diberikan kepercayaan dan keterampilan yang tepat, anak muda terbukti mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menyelesaikan isu-isu sosial di sekitarnya.

Kisah inspiratif datang dari Lulita Sauman, seorang pemudi asal Ciwidey, Jawa Barat. Lewat inisiatif berbasis komunitas bernama WANOJA Green Academy, Lulita merangkul lebih dari 60 anak muda lokal untuk mengasah keterampilan di bidang ekowisata. Langkah kecil ini tak hanya membuka peluang ekonomi baru, tetapi juga membantu menekan angka pernikahan dini dan keterbatasan akses pendidikan di daerahnya.

“Pemberdayaan mengajarkan saya bahwa kepemimpinan adalah tentang kemampuan berpikir kritis, beradaptasi, dan memahami kebutuhan nyata masyarakat. Tindakan kecil sekalipun bisa menciptakan perubahan yang berarti bagi lingkungan sekitar,” tutur Lulita.

Dukungan SCG Lewat Program Sharing the Dream 2026

Komitmen untuk terus memupuk potensi generasi muda ini juga didukung oleh pilar swasta. Melalui program SCG Sharing the Dream 2026, PT SCG Indonesia kembali menganugerahkan 412 beasiswa bagi siswa SMA/sederajat dan mahasiswa S1, sekaligus memberikan rangkaian pelatihan kompetensi berbasis lingkungan bertajuk “Green Active Generation: Empowered to Act, Driven to Change.”

President Director PT SCG Indonesia, Pattaraphon Charttongkum, menyampaikan bahwa investasi terbaik untuk masa depan adalah investasi pada manusia.

“Di SCG, kami percaya bahwa kekuatan terbesar suatu bangsa terletak pada sumber daya manusianya. Melalui SCG Sharing the Dream, kami tidak hanya memberikan akses pendidikan, tetapi juga membangun wadah jangka panjang bagi anak muda untuk mengasah kepemimpinan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” pungkas Pattaraphon.

Sejak hadir pada 2012 bekerja sama dengan Ancora Foundation, program ini telah merangkul lebih dari 5.200 pelajar di Indonesia, melengkapi mereka dengan pola pikir kepemimpinan dan kepedulian lingkungan untuk siap menjadi agen perubahan menuju masa depan yang inklusif.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version