Mixology Jadi Tren Baru di Industri Beverage Indonesia

Para pemenang Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3. (Foto: istimewa/polaris)

youngster.id - Aktivitas sektor pariwisata dan hospitality telah mendorong pertumbuhan industri foodservice nasional. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kementerian Pariwisata mencatat jumlah kunjungan wisatawan sepanjang 2025 mencapai 15,39 juta, meningkat 10,80% dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini sekaligus meningkatkan kebutuhan akan pengalaman menikmati makanan dan minuman yang lebih berkesan.

Seiring meningkatnya aktivitas restoran, kafe, dan sektor hospitality, kreativitas dalam meracik minuman pun ikut berkembang. Tren tersebut melahirkan semakin banyak talenta mixology di berbagai daerah di Indonesia. Potensi ini terlihat dalam gelar Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3 yang digelar brand Polaris dari PT Tempo Scan Pacific Tbk.

Deputy Managing Director Cosmetics, Consumer & Health Care PT Tempo Scan Pacific Tbk Winny Yunitawati mengatakan, minuman kini telah menjadi bagian dari pengalaman konsumen dalam berbagai aktivitas, mulai dari membuat kreasi minuman sendiri di rumah, bersantai di kafe, menikmati hidangan di restoran, hingga saat berwisata.

“Melalui Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3, kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar ajang kompetisi, tetapi sebuah platform kolaborasi yang mempertemukan talenta, pelaku industri, dan brand untuk bersama-sama mendorong lahirnya inovasi minuman yang relevan dengan tren konsumen sekaligus mengangkat kekayaan cita rasa lokal Indonesia,” ungkapnya dikutip Sabtu (25/7/2026).

Winny menjelaskan, dengan mengusung tema “Spark the Moment”, kompetisi ini menjadi wadah bagi para mixologist dari berbagai daerah untuk berkolaborasi. Sekaligus menunjukkan kreativitas, sekaligus mengangkat cita rasa lokal Indonesia.

“Kekayaan rempah-rempah dan bahan alami lokal membuat Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan inovasi minuman yang unik dan autentik. Kami berharap dapat terus mendorong lahirnya inovasi minuman berbasis kekayaan cita rasa lokal yang tidak hanya semakin menggairahkan industri F&B, tetapi juga memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sektor hospitality dan pariwisata Indonesia dalam jangka panjang,” ucapnya.

Ajang tersebut berhasil menjaring ratusan peserta dari berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara hingga Maluku. Puncaknya pada babak Grand Final bertema “Spark of Nusantara” yang digelar di Bali, 6 finalis ditantang menghadirkan kreasi minuman yang mengangkat kekayaan bahan baku Indonesia.

Head Judge Polaris Mixologist Competition 2026 Season 3 Arey Barker mengatakan, penilaian pada kompetisi ini dilakukan berdasarkan teknik, kreativitas, cita rasa, presentasi, hingga kemampuan peserta menyampaikan cerita di balik racikan minuman yang mereka ciptakan.

“Para finalis berhasil mengolah kekayaan bahan lokal Indonesia dan memadukannya dengan produk-produk Polaris menjadi kreasi minuman yang tidak hanya unggul dari sisi teknik, tetapi juga memiliki karakter, storytelling, dan cita rasa yang kuat.  Hal ini menunjukkan bahwa kekayaan bahan baku lokal dan talenta Indonesia memiliki potensi besar untuk terus melahirkan inovasi minuman yang kreatif, autentik, dan mampu bersaing di tingkat internasional,” ucapnya.

Deden Supriyatna keluar sebagai juara pertama dan berhak atas hadiah Rp25 juta. Posisi kedua diraih I Gusti Putu Ngurah Arjuna Bara dengan hadiah Rp10 juta, sedangkan Rexi Renaldy Lotong menempati posisi ketiga dan memperoleh Rp7,5 juta. Selain itu, Polaris juga memberikan Polaris People’s Choice Award kepada dua peserta dengan konten kreasi minuman menggunakan Polaris yang meraih engagement tertinggi melalui tantangan media sosial yang diikuti 40 peserta terbaik pada babak eliminasi.

Melalui kompetisi ini, Polaris berharap semakin banyak inovasi minuman berbasis bahan lokal yang lahir dari tangan talenta Indonesia. Menurut perusahaan, kreativitas tersebut diharapkan dapat memperkuat industri F&B sekaligus mendukung perkembangan sektor hospitality dan pariwisata nasional.

 

 

STEVY WIDIA

Exit mobile version