youngster.id - Era digital mengubah cara musisi Indonesia membangun karier. Jika dulu pasar utama mereka berada di dalam negeri, kini pendengar dari berbagai belahan dunia justru menjadi penyumbang terbesar pertumbuhan royalti musik Indonesia di platform streaming.
Spotify mengungkapkan, royalti yang dihasilkan musisi Indonesia melalui platformnya meningkat lebih dari 16 persen sepanjang 2025. Menariknya sekitar 60 persen royalti tersebut berasal dari pendengar di luar Indonesia.
Managing Director Spotify Southeast Asia Gustav Back mengatakan, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa musik Indonesia kini semakin diterima oleh audiens global.
“Di Indonesia, royalti yang dihasilkan musisi Indonesia melalui Spotify tumbuh lebih dari 16% pada 2025. Dalam tiga tahun terakhir nilainya bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat. Sekitar 60% royalti tersebut berasal dari pendengar di luar Indonesia,” ucapnya Gustav dikutip Minggu (28/6/2026).
Menurut Gustav, layanan streaming telah membuka peluang yang sebelumnya sulit dibayangkan bagi musisi Indonesia.
Pendengar lagu-lagu Indonesia kini tidak hanya berasal dari dalam negeri, tetapi juga dari Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Malaysia, Inggris, Prancis, hingga berbagai negara lainnya.
“Sepuluh tahun lalu mungkin sangat sulit bagi musisi Indonesia menjangkau pasar-pasar tersebut. Kini musik mereka menemukan penggemar yang bahkan tidak berbicara dalam bahasa Indonesia, tetapi tetap dapat merasakan emosi yang disampaikan melalui musik,” katanya.
Spotify mencatat, sepanjang 2025 musisi Indonesia ditemukan oleh pendengar baru lebih dari 6,3 miliar kali melalui platform tersebut.
Sejumlah nama seperti Idgitaf, Nadhif Basalamah, dan Reality Club menjadi contoh bagaimana karya berbahasa Indonesia mampu menarik perhatian pendengar internasional.
Menurut Gustav, hal tersebut membuktikan bahwa musik mampu melampaui batas bahasa. Meski tidak memahami liriknya, pendengar tetap dapat merasakan emosi yang disampaikan melalui sebuah lagu.
Di dalam negeri, dominasi musisi Indonesia juga terus menguat. Spotify mencatat sekitar 80 persen lagu yang masuk Spotify Indonesia Daily Top 50 pada 2023 berasal dari musisi lokal. Data tersebut menunjukkan bahwa karya musisi lokal kini tidak hanya semakin diminati di pasar domestik, tetapi juga memiliki daya saing di pasar global.
Selain memaparkan pertumbuhan industri musik Indonesia, Gustav juga menjelaskan bagaimana sistem royalti di platform streaming bekerja. Spotify tidak membayarkan royalti secara langsung kepada musisi. Pembayaran dilakukan kepada para pemegang hak cipta, seperti label rekaman, distributor, penerbit musik, maupun pihak lain sesuai perjanjian yang berlaku.
“Royalti dibayarkan kepada label rekaman, distributor, penerbit musik, dan pemegang hak lainnya sesuai dengan perjanjian masing-masing. Yang dapat kami lakukan adalah membuat sistem tersebut semakin transparan,” ujarnya.
Gustav juga mengungkapkan, sekitar 70 persen pendapatan dari iklan dan langganan Premium dikembalikan kepada para pemegang hak cipta. Sepanjang 2023, perusahaan telah membayarkan lebih dari US$11 miliar kepada industri musik global.
Bagi musisi muda, perkembangan ini menunjukkan bahwa platform streaming kini bukan hanya menjadi tempat merilis lagu, tetapi juga membuka peluang untuk membangun audiens lintas negara. Selama musik mampu menyentuh pendengarnya, perbedaan bahasa bukan lagi menjadi penghalang untuk dikenal di panggung internasional.
STEVY WIDIA
