youngster.id - Pagelaran Sabang Merauke kembali hadir di tahun 2026 dengan konsep yang semakin besar dan inklusif. Mengusung tema “Hikayat Srikandi Nusantara”, pertunjukan kolosal ini tak sekadar menjadi pertunjukan seni, tapi juga wadah yang melibatkan generasi muda dari seluruh Indonesia untuk mengenal dan mencintai budaya Indonesia.
Melalui rangkaian Road to Pagelaran Sabang Merauke 2026, iForte selaku penyelenggara menggelar tiga event besar yaitu kompetisi, audisi, hingga parade pada 25-26 April 2026 di Jakarta.
President Director & CEO iForte & Protelindo Group Aming Santoso menegaskan, program ini membuka ruang partisipasi luas masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kepercayaan dan minat generasi muda terhadap budaya Indonesia sebenarnya sudah sangat besar. Tinggal bagaimana kita menyediakan wadah yang sesuai dengan karakter mereka,” ucapnya
Aming mengaku bangga, Pagelaran Sabang Merauke yang dimulai tahun 2023 telah mendapat sambutan antusias masyarakat. Bahkan pada tahun 2025, acara ini disaksikan lebih dari 30 ribu penonton.
“Ini menunjukkan minat masyarakat terhadap pagelaran budaya meningkat. Ekosistem juga semakin kuat dan partisipasi semakin besar. Ini bukan sekadar pertunjukan tetapi gerakaya budaya yang menyatukan generasi muda dan menghidupkan kecintaan pada budaya nusantara,” katanya.
Sebagai bagian dari PSM, iForte menggelar program iForte Dance Competition telah digelar 13 kota yaitu Jakarta, Jember, Yogyakarta, Semarang, Jakarta, Surabaya, Bandung, Pekanbaru, Padang, Palembang, Medan, Batam, Makassar, Balikpapan.
Vice President Director & Deputy CEO iForte Silvi Liswanda menjelaskan, ada 710 grup tari dari sejumlah sekolah dan universitas yang ikut serta dalam kegiatan yang berlangsung sejak Oktober 2025.
“Pada grand final ini kami berhasil menjaring 30 grup dengan 143 penari terbaik untuk mengikuti audisi nasional,” ujarnya.
Pada Grand Final kompetisi ini para peserta akan dinilai oleh sutradara PSM Rusmedie Agus, Dian Bokir, Harashta Zahra, Pulung Jati serta aktris Cinta Laura Kiehl.
Sedang untuk audisi pagelaran akan menilai 50 finalis yang terpilih dari 676 peserta dari 84 kota dengan juri Raisa Andriana, Giok Hartono, Rusmedie Agus, serta koreografer Sandhidea Cahyo, dan Pulung Jati.
“Kami bukan mencari yang paling baik, tetapi memilih yang bisa mengharmonisasikan perbedaan menjadi karya utuh untuk pagelaran yang akan mengangkat tema Hikayat Srikandi Nusantara,” kata Rusmedie.
Para penari terpilih akan mengikuti pelatihan intensif selama 3 bulan di Yogyakarta untuk nanti tampil pada pagelaran yang rencananya akan berlangsung Agustus 2026.
Sebagai bagian dari Road to Pagelaran Sabang Merauke juga akan digelar parade yang dimeriahkan oleh musisi Christine Tambunan, Gabriel Hanvianto, Alsant Nababan dan Nino Prabowo serta Jakarta Comcert Orchestra, Batavia Madrigal Singers, The Resonanz Chilndrens Choir, Barongsai Kong Ha Hong, Marching Band Gita Handayani, serta Jember Fashion Carnaval Parade.
Semua ini untuk membuktikan bahwa Pagelaran Sabang Merauke kini bukan hanya soal seni pertunjukan, tapi juga tentang membangun ekosistem budaya yang hidup. Dengan skala yang terus berkembang, pagelaran ini menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap bisa relevan, bahkan semakin kuat, di tangan generasi muda.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post