youngster.id - Anggapan umum menyebutkan bahwa wisatawan menggunakan program promo atau diskon untuk menekan pengeluaran. Namun, data pemesanan (booking data) internal Traveloka justru menunjukkan tren sebaliknya.
Berdasarkan data dari dua ajang promo regional Traveloka pada Mei dan Juli 2026, jumlah tiket pesawat, kamar hotel, dan tiket aktivitas yang dipesan tumbuh lebih cepat dibandingkan jumlah transaksi itu sendiri. Pertumbuhan volume per transaksi ini mencatatkan tren positif dibanding hari biasa.
Fenomena ini mengindikasikan bahwa para pelancong tidak sekadar berburu diskon demi berhemat, melainkan memanfaatkan momen promo untuk memperpanjang durasi serta meningkatkan kualitas liburan mereka.
Pola serupa terlihat dari indikator lain: pertumbuhan transaksi yang berhasil diselesaikan (completed transactions) melampaui pertumbuhan lalu lintas (traffic) platform. Promo tidak hanya mendatangkan lebih banyak pengunjung, tetapi memberikan dorongan bagi konsumen yang sudah memiliki rencana untuk segera merealisasikan perjalanan mereka—bahkan dengan skala liburan yang lebih besar.
“Wisatawan tidak menunggu promo untuk mencari liburan yang lebih murah, mereka menunggu promo agar bisa menikmati liburan yang lebih baik. Tambahan durasi menginap satu malam, upgrade hotel dari bintang tiga ke bintang empat, tambahan destinasi kota kedua, hingga tiket taman hiburan yang tadinya opsional—inilah keputusan yang terbuka berkat adanya periode promo. Tugas kami adalah menyediakan upgrade tersebut saat konsumen siap mengambilnya,” ujar Alex Jung, Head of Marketing Traveloka, dikutip Senin (7/9/2026).
Sambut Musim Libur Akhir Tahun Lewat Traveloka 9.9 Epic Sale
Menyambut awal jendela pemesanan (booking window) libur akhir tahun untuk keberangkatan November dan Desember, Traveloka menggelar ajang 9.9 Epic Sale yang berlangsung pada 7–11 September 2026. Promo regional ini hadir serentak di delapan negara, yaitu Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Singapura, Australia, Jepang, dan Korea Selatan.
Tingkat permintaan destinasi di delapan pasar tersebut didominasi oleh wilayah Asia Timur. Korea Selatan menjadi destinasi favorit di enam pasar, sementara Jepang berada di urutan berikutnya di lima pasar.
Sebagaimana dilaporkan dalam Traveloka SEA Index, kota-kota lapis kedua (second cities) di Tiongkok serta destinasi wisata pantai di Asia Tenggara juga mengalami lonjakan popularitas. Ajang 9.9 Epic Sale ini menjadi momentum bagi para pelancong untuk merealisasikan rencana perjalanan akhir tahun mereka.
STEVY WIDIA
