Perkuat Ekosistem Regional, Indonesia dan Malaysia Luncurkan Baterai Hasil Kolaborasi

kolaborasi baterai Indonesia Malaysia ABTC 2026

Indonesia dan Malaysia resmi luncurkan baterai pouch cell berbasis NMC dan graphene pada ajang ASEAN Battery Technology Conference (ABTC) 2026 (Foto: Ilustrasi)

youngster.id - Indonesia dan Malaysia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam pengembangan industri energi bersih di Asia Tenggara. Melalui ajang ASEAN Battery Technology Conference (ABTC) 2026 di Sepang, Malaysia, kedua negara meluncurkan pouch cell (sel kantong) lithium-ion berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) dan graphene.

Inovasi ini merupakan buah kolaborasi strategis antara National Battery Research Institute (NBRI) dari Indonesia dan NanoMalaysia Berhad (NMB). Kerja sama ini menggabungkan keunggulan Indonesia dalam penyediaan material aktif NMC dengan keahlian Malaysia di bidang formulasi baterai dan teknologi graphene.

Chief Executive Officer NMB Group, Prof. (Adj.) Dr. Rezal Khairi Ahmad, menyatakan bahwa kerja sama lintas negara menjadi kunci utama agar rantai pasok energi regional mampu bersaing di tingkat global.

“ASEAN sudah memiliki kapabilitas teknis dan kekuatan inovasi yang besar. Prioritas saat ini adalah bagaimana kita meningkatkan skala, mengintegrasikannya, dan mengomersialkannya. Tidak ada satu pasar pun yang mampu membangun ekonomi baterai secara mandiri,” ungkap Rezal, dikutip Sabtu (22/8/2026).

Peluncuran baterai hasil kolaborasi Indonesia-Malaysia ini meneruskan kerangka kesepakatan (MoU) yang telah ditandatangani pada ABTC 2025. Kemitraan ini mencakup alih teknologi, riset bersama, pengujian dan standardisasi, hingga pelatihan tenaga kerja industri guna mempercepat komersialisasi ekosistem kendaraan listrik di kawasan ASEAN. (*AMBS)

 

Exit mobile version