youngster.id - Persaingan bisnis over-the-top (OTT) dan platform streaming global kini semakin ketat. Di tengah pertumbuhan pengguna digital dan perubahan pola konsumsi hiburan, perusahaan streaming mulai menghadirkan paket langganan yang lebih terjangkau dengan dukungan iklan untuk menjangkau lebih banyak pengguna.
Netflix menjadi salah satu platform yang agresif mendorong strategi tersebut. Setelah lebih dulu meluncurkan paket beriklan di sejumlah negara sejak 2022, Netflix kini mengumumkan akan memperluas layanan tersebut ke Indonesia mulai 2027.
President of Advertising Netflix, Amy Reinhard, mengatakan langkah ini akan membuka lebih banyak pilihan bagi pelanggan sekaligus peluang baru bagi pengiklan.
“Kami sangat antusias memperluas paket Netflix dengan iklan ke 15 negara baru pada 2027, termasuk Indonesia. Bagi anggota, ini berarti lebih banyak pilihan untuk menikmati Netflix dengan harga yang sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya dikutip Jumat (15/5/2026).
Menurut Reinhard, langkah tersebut juga membuka peluang bagi brand dan pengiklan lokal untuk menjangkau audiens Netflix yang aktif dan beragam melalui pengalaman iklan premium.
Informasi mengenai harga paket dan detail pilihan langganan di Indonesia disebut akan diumumkan dalam beberapa bulan mendatang.
Selain Indonesia, ekspansi ini juga mencakup Austria, Belgia, Kolombia, Denmark, Thailand, Irlandia, Belanda, Selandia Baru, Norwegia, Peru, Filipina, Polandia, Swedia, dan Swiss.
Paket Netflix dengan iklan menawarkan akses ke layanan Netflix dengan harga lebih terjangkau, disertai tayangan iklan di sela-sela program.
Netflix pertama kali meluncurkan paket beriklan pada 2022 di 12 negara. Strategi tersebut dilakukan untuk menjangkau pengguna yang menginginkan biaya langganan lebih terjangkau sekaligus membangun sumber pendapatan baru dari sektor periklanan.
Saat ini, paket Netflix dengan iklan telah menjangkau lebih dari 250 juta pengguna aktif bulanan di seluruh dunia. Netflix juga menyebut lebih dari 80% pengguna paket beriklan aktif menonton setiap minggunya.
Model bisnis ini terus menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal pertama 2026, paket beriklan menyumbang lebih dari 60% total pelanggan baru Netflix.
Di sisi lain, Netflix kini telah bekerja sama dengan lebih dari 4.000 pengiklan global, meningkat sekitar 70 persen dibanding tahun sebelumnya. Pendapatan iklan Netflix pada 2026 juga diproyeksikan mencapai sekitar US$3 miliar atau dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
Selain memperluas jangkauan paket beriklan, Netflix juga mulai menyiapkan format iklan baru untuk mendukung bisnisnya ke depan.
Mulai 2027, pengiklan disebut akan memiliki akses ke format iklan podcast dan video vertikal secara global. Netflix juga terus memperluas peluang kolaborasi brand melalui Tudum, platform penggemar resmi Netflix yang mencatat lebih dari 24 juta views setiap bulan.
Netflix juga mengungkapkan bahwa teknologi AI telah digunakan selama bertahun-tahun untuk mendukung proses kreatif dan pengembangan cerita, termasuk menghadirkan pengalaman iklan yang lebih interaktif dan personal di platformnya.
“Kami memiliki teknologi terdepan, deretan hiburan berkualitas mulai dari serial, film, podcast, hingga live event, serta audiens yang sangat aktif dan engaged. Kami telah membuktikan efektivitasnya, dan kini memperluas bisnis iklan ke lebih banyak area. Netflix siap bersaing,” tutup Reinhard.
STEVY WIDIA
