youngster.id - Produsen ban asal China, PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, berkomitmen mengucurkan investasi senilai US$225 juta (sekitar Rp3,98 triliun) untuk membangun fasilitas industri pendukung otomotif di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, Jawa Tengah.
Komitmen investasi tersebut diumumkan dalam ajang Central Java Investment Business Forum (CJIBF) 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Jakarta. Secara keseluruhan, forum bisnis tersebut berhasil mencatatkan potensi komitmen investasi mencapai US$1,07 miliar. Angka ini berpeluang terus meningkat seiring tindak lanjut pertemuan bisnis antara para calon investor dan pihak pemerintah.
Serap 4.000 Tenaga Kerja dan Jadi Markas Pusat di Indonesia
Yosun Tire merencanakan pembangunan fasilitas pabrik di atas lahan seluas kurang lebih 40 hektare. Proyek berorientasi ekspor ini diproyeksikan bakal menyerap sekitar 4.000 tenaga kerja lokal.
Selain sebagai basis produksi, fasilitas di KEK Industropolis Batang ini juga dirancang untuk berfungsi sebagai kantor pusat (headquarters) Yosun Tire di Indonesia guna mendukung rantai pasok otomotif nasional jangka panjang.
General Manager PT Yosun Tire and Rubber Indonesia, Weng Jisheng, menyatakan bahwa posisi strategis Indonesia menjadi alasan utama di balik keputusan ekspansi perusahaan.
“Kami percaya Batang dapat menjadi basis yang tepat untuk mendukung pengembangan bisnis kami, termasuk untuk pasar ekspor,” ujar Jisheng, dikutip Selasa (1/9/2026).
KEK Industropolis Batang sendiri dikembangkan sebagai ekosistem industri terpadu yang memadukan sektor manufaktur, logistik, hingga pariwisata. Kawasan ini didukung konektivitas transportasi yang matang, mulai dari akses Jalan Tol Trans-Jawa, Jalur Pantura, rel kereta api, hingga pelabuhan utama.
Pemprov Jateng Jamin Kemudahan Izin dan Keamanan Investor
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.
“Tugas kami adalah memfasilitasi perizinan, menyiapkan lahan, menjaga keamanan, dan menjamin kepastian agar pertumbuhan ekonomi dan bisnis dapat berkembang di Jawa Tengah,” tegas Luthfi.
Luthfi menambahkan, Pemprov Jateng juga berupaya menyambungkan pertumbuhan industri skala besar dengan pelaku UMKM lokal. Saat ini, Jawa Tengah memiliki sekitar 4,2 juta UMKM skala mikro yang terus didorong untuk masuk ke dalam rantai pasok industri manufaktur.
CJIBF 2026 Gaet Komitmen Investasi Rp17 Triliun
Gelaran CJIBF 2026 menghadirkan sekitar 400 peserta dari kalangan pemerintah pusat dan daerah, pengelola kawasan industri, asosiasi bisnis, BUMN/BUMD, perbankan, hingga investor domestik dan mancanegara. Forum ini membukukan 74 pertemuan bisnis one-on-one yang melibatkan 36 pelaku usaha.
Selain Yosun Tire, beberapa komitmen investasi besar lainnya yang berhasil diamankan antara lain: PT Fayyad Industri Pangan Halal Terhubung: US$493 juta; PT Hyrecmas Garam Nusantara: US$38 juta; PT Cipta Kreasi Wisata: US$11 juta; PT Hailex Technology Indonesia: US$10 juta.
Forum ini juga menghasilkan kerja sama pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) antara PT Energy International dengan tujuh kabupaten/kota di Jawa Tengah.
Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Ichsan Zulkarnaen, menyampaikan bahwa strategi investasi Indonesia ke depan akan makin berfokus pada sektor bernilai tambah tinggi. Potensi Jawa Tengah dinilai sangat kuat karena didukung oleh dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) serta tujuh kawasan industri terpadu. (*AMBS)
















Discussion about this post