youngster.id - Produsen kendaraan komersial berbasis energi baru (new energy commercial vehicle) asal Tiongkok, Geely Farizon, meluncurkan pabrik Knocked Down (KD) luar negeri pertamanya di Indonesia. Langkah ini menandai dimulainya operasional lokal berskala besar Farizon di Asia Tenggara sekaligus menjadi tonggak penting dalam strategi lokalisasi global perusahaan.
Peresmian fasilitas manufaktur tersebut ditandai dengan peluncuran model van listrik Farizon V8E pertama yang diproduksi dan dirakit secara lokal (locally assembled) langsung dari lini produksi.
Terletak sekitar 80 kilometer di sebelah tenggara Jakarta, pabrik KD Farizon Indonesia berada di lokasi strategis dengan akses transportasi yang efisien serta fasilitas pendukung industri yang lengkap. Pada tahap awal, pabrik ini difokuskan untuk menjalankan proses perakitan lokal model Farizon V8E.
Ke depan, Geely Farizon berkomitmen untuk terus meningkatkan kapasitas lini produksi sekaligus memperkaya varian produk komersial berbasis energi baru yang dirakit di Indonesia. Kehadiran pabrik ini diharapkan dapat memperkuat kapabilitas manufaktur lokal Farizon serta meletakkan fondasi kokoh untuk ekspansi pasar jangka panjang di seluruh Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.
Spesifikasi Farizon V8E untuk Pasar Lokal
Model van listrik Farizon V8E yang diproduksi lokal telah melalui proses kalibrasi dan peningkatan khusus agar sesuai dengan kondisi jalan raya perkotaan, iklim tropis, serta kebutuhan logistik di Indonesia.
Beberapa keunggulan utama Farizon V8E meliputi: Kapasitas Kargo: Ruang kargo besar berkapasitas 8,5 meter kubik. Jarak Tempuh: Mampu menempuh jarak lebih dari 400 kilometer dalam sekali pengisian daya penuh (berbasis listrik murni/BEV). Fleksibilitas Operasional: Dirancang untuk kebutuhan armada pengiriman tahap akhir (last-mile delivery), pengangkutan komoditas antarkota, hingga logistik perkotaan.
Kehadiran Farizon V8E diharapkan mampu memberikan solusi armada transportasi komersial yang lebih efisien, hemat biaya operasional, serta ramah lingkungan bagi para pelaku industri logistik di Indonesia. (*AMBS)
