youngster.id - Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) di smartphone mulai beralih dari sekadar fitur pelengkap menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari pengguna. Samsung mencatat tingkat penggunaan Galaxy AI oleh pengguna Galaxy Z Fold7 dan Galaxy Z Flip7 di Asia Tenggara dan Oseania meningkat dari 84% pada Agustus 2025 menjadi 96% pada Juni 2026. Tren tersebut menunjukkan AI semakin sering dimanfaatkan untuk mencari informasi, membuat ringkasan, hingga mengedit foto secara instan.
President & CEO Samsung Electronics Southeast Asia and Oceania, CU Kim, mengatakan AI kini telah memasuki fase baru. Menurutnya, fokus pengembangan bukan lagi sekadar menambahkan fitur AI, melainkan menghadirkan pengalaman yang benar-benar relevan bagi setiap pengguna.
“Fase berikutnya dari AI bukan lagi tentang menghadirkan lebih banyak fitur, melainkan menghadirkan pengalaman yang semakin relevan bagi setiap pengguna,” ujar CU Kim, dikutip Senin (27/7/2026).
Ia menjelaskan, seiring Galaxy AI semakin terintegrasi di berbagai perangkat Galaxy maupun ekosistem Samsung, teknologi tersebut akan semakin mampu memahami kebutuhan pengguna dan memberikan pengalaman yang lebih personal.
Samsung juga mengungkapkan bahwa meningkatnya penggunaan AI berjalan beriringan dengan tingginya minat masyarakat terhadap perangkat foldable. Penjualan Galaxy Z7 Series di kawasan Asia Tenggara dan Oseania tercatat meningkat hampir 15% dibandingkan generasi sebelumnya.
Menurut Samsung, fitur-fitur seperti Circle to Search, Now Brief, dan Photo Assist menjadi yang paling banyak digunakan untuk membantu aktivitas sehari-hari, mulai dari mencari informasi lebih cepat hingga meningkatkan produktivitas dan kreativitas.
Selain itu, Galaxy AI kini telah mendukung 22 bahasa, termasuk Bahasa Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Dukungan bahasa lokal tersebut menjadi bagian dari upaya Samsung menghadirkan pengalaman AI yang lebih relevan bagi pengguna di berbagai negara.
Smartphone Jadi Perangkat Utama Mengakses AI
Dalam diskusi tersebut, CU Kim juga menilai smartphone kini telah menjadi perangkat utama masyarakat di Asia Tenggara dan Oseania dalam mengakses teknologi AI.
Karena itu, Samsung akan terus memfokuskan pengembangan mobile AI agar mampu memberikan pengalaman yang semakin intuitif dan mudah digunakan dalam berbagai aktivitas.
Pandangan serupa disampaikan President & COO Mobile eXperience (MX) Business sekaligus Head of R&D Office Samsung Electronics, Won-Joon Choi. Menurutnya, masa depan AI di perangkat mobile terletak pada kemampuannya menghadirkan pengalaman yang terasa alami tanpa mengganggu aktivitas pengguna.
“Dari perspektif konsumen, tidak ada satu AI yang cocok untuk semua orang. Karena itu, kami membangun Galaxy AI sebagai sebuah platform yang memungkinkan berbagai AI agent bekerja secara bersamaan, sehingga pengguna dapat memilih AI yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka di setiap situasi,” kata Won-Joon Choi.
Konsep tersebut menjadi dasar pengembangan Galaxy Z8 Series yang hadir bersama One UI 9. Samsung menyebut generasi terbaru perangkat foldable itu membawa pengalaman agentic AI, di mana berbagai AI agent dapat bekerja secara terintegrasi di berbagai aplikasi, layanan, dan fitur perangkat.
Dengan pendekatan tersebut, pengguna memiliki fleksibilitas lebih dalam memanfaatkan AI untuk mendukung produktivitas, berkreasi, hingga mengekspresikan diri.
Won-Joon Choi menambahkan, sejak memperkenalkan kategori smartphone foldable pada 2019, Samsung terus mempelajari bagaimana perangkat tersebut digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
“Portofolio yang kini semakin beragam memungkinkan kami menghadirkan pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing pengguna, termasuk di Asia Tenggara dan Oseania,” ujarnya.
Melalui Galaxy Z8 Series, Samsung berharap AI tidak lagi dipandang sebagai teknologi yang hanya digunakan sesekali, tetapi menjadi bagian dari rutinitas harian yang membantu pengguna bekerja, belajar, maupun menikmati hiburan dengan lebih praktis.
.
STEVY WIDIA
