Sasar Nasabah High Net Worth, Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Rilis Layanan KPD Berdenominasi SGD

Bank DBS Indonesia Mandiri Investasi

Sasar Nasabah High Net Worth, Bank DBS Indonesia dan Mandiri Investasi Rilis Layanan KPD Berdenominasi SGD (Foto: Istimewa/DBS Indonesia)

youngster.id - Bank DBS Indonesia bersama Mandiri Investasi mengumumkan kolaborasi strategis dalam menghadirkan layanan referral Pengelolaan Dana Nasabah Individu (PDNI) atau Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) berdenominasi Dolar Singapura (SGD).

Inisiatif ini dirancang untuk memperluas rangkaian solusi wealth management secara personal bagi nasabah high net worth, sekaligus memberikan strategi diversifikasi portofolio yang relevan di tengah dinamika pasar global.

Layanan ini mengombinasikan keahlian pemetaan pasar global dari DBS Group dengan kapabilitas pengelolaan dana investasi dari Mandiri Investasi. Melalui skema referral ini, nasabah Bank DBS Indonesia yang memiliki simpanan SGD dapat memberikan mandat kepada Mandiri Investasi untuk mengelola dana sesuai profil risiko, tujuan investasi, dan kebutuhan diversifikasi masing-masing.

Director of Consumer Banking Group PT Bank DBS Indonesia, Melfrida Gultom, menjelaskan bahwa pengelolaan kekayaan yang unggul harus mampu memberikan solusi yang dipersonalisasi.

“Melalui pendekatan insight-driven wealth management, kami menerjemahkan dinamika pasar global, termasuk pergerakan Kurs SGD, menjadi strategi investasi yang dapat ditindaklanjuti. Peluncuran referral PDNI/KPD berdenominasi SGD ini merupakan wujud nyata komitmen kami menghadirkan all-weather solutions bagi nasabah untuk mengoptimalkan potensi mata uang SGD agar portofolio lebih resilien,” ujar Melfrida, dikutip Kamis (13/8/2026).

Peluang Strategis Mata Uang Asia

Berdasarkan laporan DBS CIO Insights Q3 2026, strategi diversifikasi tetap menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika pasar global. Dolar Singapura (SGD) dinilai terus memegang peran vital dalam ekosistem keuangan Asia berkat fundamental ekonomi Singapura yang kokoh, stabilitas kebijakan moneter, serta posisinya sebagai pusat keuangan regional.

Menanggapi kolaborasi tersebut, Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi, Hardiyanto Pilia, menyambut baik langkah sinergis ini demi menjawab kebutuhan investor akan pengelolaan aset secara menyeluruh.

“Kolaborasi ini menggabungkan keahlian pengelolaan dana Mandiri Investasi dengan kapabilitas wealth management Bank DBS Indonesia untuk memberikan solusi yang dikelola secara profesional dan terdiversifikasi. Kami percaya ini adalah langkah strategis untuk menyediakan solusi pengelolaan dana yang kian relevan bagi nasabah,” kata Hardiyanto.

Tiga Cakupan Kelas Aset Utama

Melalui skema referral PDNI/KPD ini, dana simpanan SGD milik nasabah akan dikelola secara terstruktur ke dalam tiga kelas aset utama. Pada sektor pendapatan tetap (fixed income), pengelolaan berfokus pada portofolio obligasi untuk meraih potensi imbal hasil yang kompetitif dengan manajemen risiko suku bunga dan kredit yang terukur.

Sementara di sektor saham (equity), nasabah diberikan akses eksposur ke perusahaan-perusahaan berkapitalisasi besar (large-cap) guna mendukung pertumbuhan portofolio jangka panjang. Sebagai pelengkap, instrumen emas juga dimanfaatkan pada kelas aset komoditas (commodity) sebagai sarana diversifikasi sekaligus pelindung nilai dalam menghadapi gejolak pasar global.

Melalui integrasi perspektif global DBS dan keahlian lokal Mandiri Investasi, kedua lembaga berkomitmen untuk terus mendampingi nasabah dalam menavigasi ketidakpastian pasar sekaligus menangkap peluang pertumbuhan aset yang optimal.

 

STEVY WIDIA 

Exit mobile version