youngster.id - Data terbaru dari Traveloka mengungkapkan fenomena menarik di mana tanggal-tanggal kembar (seperti 1.1, 2.2, hingga 12.12) telah bertransformasi menjadi kalender perjalanan mandiri bagi wisatawan di Asia Tenggara. Tren ini tercatat tetap kuat bahkan ketika perusahaan tidak sedang menjalankan kampanye promosi besar-besaran.
Berdasarkan pelacakan perilaku pemesanan di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam periode Maret–Desember 2025, trafik platform melonjak lebih dari 20% dan transaksi naik hampir 25% pada setiap tanggal kembar dibandingkan hari-hari biasanya.
Temuan paling signifikan menunjukkan adanya “janji tak tertulis” antara konsumen dan platform. Di Indonesia dan Malaysia, tercatat lonjakan organik (tanpa promo) sebesar hampir 10% pada trafik dan transaksi saat tanggal kembar. Sementara itu, Singapura mencatatkan kenaikan konsisten sebesar 5%.
Fenomena yang berawal dari populernya “Singles’ Day” di China ini kini telah merambah sektor pariwisata. Wisatawan di Asia Tenggara menganggap tanggal-tanggal ini sebagai waktu ideal untuk merencanakan dan memesan perjalanan mereka.
Menanggapi perilaku tersebut, Traveloka menyesuaikan kalender pemasaran 2026 dengan memperbanyak skala promosi kecil di kuartal pertama. Hasilnya, basis pelanggan di Singapura, Thailand, dan Vietnam menunjukkan pertumbuhan nilai transaksi hingga 70%. Bahkan, pada Maret 2026, Vietnam berhasil mencetak rekor transaksi tertinggi sepanjang sejarah melalui promo 3.3.
“Pengguna kami menunjukkan bahwa mereka ingin merencanakan perjalanan di hari-hari yang secara numerik signifikan ini. Dengan menyelaraskan kalender pemasaran, kami tidak hanya memenuhi ekspektasi konsumen tetapi juga menciptakan nilai nyata bagi mereka,” ujar Alex Jung, Head of Marketing Traveloka, Kamis (30/4/2026).
Berdasarkan data pada kuartal pertama 2026, Traveloka berhasil memetakan preferensi destinasi wisatawan di kawasan Asia Tenggara dengan pola yang cukup menarik. Wisatawan asal Singapura menunjukkan minat yang sangat besar untuk berkunjung ke Jepang, Taiwan, dan China daratan, terutama demi mengejar momen musim Sakura dan perayaan Tahun Baru Imlek. Memasuki bulan Maret, preferensi mereka meluas secara signifikan hingga ke destinasi jarak jauh seperti Amerika Serikat, Australia, dan Inggris.
Sementara itu, bagi wisatawan asal Indonesia dan Malaysia, arus perjalanan ke luar negeri masih didominasi oleh negara-negara tetangga di Asia seperti China, Jepang, dan Thailand, di samping minat yang tetap kuat pada destinasi domestik. Ke depan, Traveloka memprediksi adanya pergeseran tren pada periode akhir tahun, tepatnya di bulan Oktober hingga Desember. Pada periode tersebut, wisatawan dari Singapura dan Malaysia diprediksi akan mulai mengalihkan fokus mereka ke rute-rute internasional yang lebih jauh, mencakup wilayah Eropa, Australia, India, hingga Timur Tengah.
Pertumbuhan ini mencerminkan tren yang lebih luas di Asia Tenggara, di mana integrasi antara kebiasaan belanja di tanggal kembar dan perencanaan perjalanan semakin erat, memperkuat posisi destinasi Asia Timur sebagai tujuan utama di paruh pertama tahun ini.
STEVY WIDIA

















Discussion about this post