youngster.id - Perusahaan komputasi AI hemat energi, Blaize Holdings, Inc. mengumumkan kolaborasi strategis tiga arah bersama Nokia dan PT Datacomm Diangraha. Kerja sama ini bertujuan untuk mempercepat penyebaran infrastruktur AI inference berbasis hybrid di seluruh Indonesia dan kawasan Asia-Pasifik (APAC).
Langkah ini diambil di tengah akselerasi luar biasa sektor AI di tanah air. Berdasarkan laporan Empowering Indonesia 2025, inisiatif Sovereign AI diprediksi akan menyumbang hingga US$140 miliar terhadap PDB Indonesia pada tahun 2030. Saat ini, sektor AI Indonesia tercatat tumbuh dengan CAGR 31%, angka tertinggi di Asia Tenggara.
Kolaborasi strategis ini menawarkan pendekatan hybrid yang secara sinergis menggabungkan kekuatan utama dari masing-masing mitra untuk membangun ekosistem digital yang tangguh. Dalam kemitraan ini, Nokia berperan menyediakan tulang punggung infrastruktur jaringan serta akselerasi AI-RAN yang dibutuhkan untuk menangani beban kerja skala besar di pusat data.
Sementara itu, Blaize melengkapi ekosistem tersebut dengan menghadirkan platform komputasi AI hemat energi yang dirancang khusus untuk Enterprise Edge. Solusi inovatif ini memungkinkan kecerdasan artifisial dijalankan di berbagai lokasi yang tersebar secara geografis dengan biaya infrastruktur dan konsumsi daya yang jauh lebih efisien dibandingkan penggunaan GPU konvensional. Sebagai pelengkap krusial, PT Datacomm Diangraha bertindak sebagai mitra lokal di garis depan yang mengelola seluruh proses implementasi teknologi secara end-to-end, memastikan solusi tersebut tersampaikan dan beroperasi secara optimal di pasar Indonesia.
“Peluang AI di Indonesia berkembang sangat pesat. Ekonomi GPU tidak selalu bisa menjangkau ribuan lokasi terdistribusi, namun Blaize bisa. Ini bukan soal menggantikan GPU, tapi soal menempatkan komputasi yang tepat di tempat yang memberikan nilai paling besar,” ujar Dinakar Munagala, CEO Blaize.
Presiden Direktur PT Datacomm Diangraha, Tan Wie Tjin, menekankan bahwa kerja sama ini memberikan kemampuan baru bagi pelanggan di Indonesia untuk membawa AI inference ke titik edge (ujung jaringan) sesuai kebutuhan transformasi digital saat ini.
“Kemitraan kami dengan Nokia telah menjadi tulang punggung kemampuan infrastruktur kami selama lebih dari dua dekade. Dengan kehadiran Blaize, kami kini memiliki sesuatu yang benar-benar baru: kemampuan untuk membawa AI inference langsung ke lokasi pelanggan di titik edge. Inilah yang dibutuhkan oleh skala transformasi digital Indonesia saat ini. Ini adalah langkah strategis, dan waktunya sangat tepat,” paparnya.
Keamanan dan kedaulatan data juga menjadi faktor penentu. Pasalnya, 89% perusahaan di Indonesia kini menempatkan kedaulatan digital sebagai faktor utama dalam keputusan teknologi mereka. Dengan infrastruktur yang dikelola secara lokal oleh Datacomm, kolaborasi ini memastikan pemrosesan data tetap mematuhi regulasi nasional.
Indonesia diproyeksikan menjadi pasar referensi untuk ekspansi yang lebih luas di Asia Pasifik. Keberhasilan implementasi di Indonesia akan menjadi cetak biru bagi pasar tetangga seperti Vietnam dan Filipina, yang memiliki karakteristik kebutuhan AI serupa: permintaan tinggi, sensitivitas biaya, dan kebutuhan penyebaran yang terdistribusi.
“Dengan Blaize pada sisi komputasi dan Datacomm di lapangan, kami memiliki gambaran lengkap untuk menjadikan AI hybrid dapat diterapkan dalam skala besar dengan keamanan dan otomatisasi tinggi,” pungkas Dion Leung, Head of AI and Cloud, Asia Pacific, Nokia. (*AMBS)

















Discussion about this post