youngster.id - Perusahaan komputasi AI global, Blaize Holdings, Inc, menjalin aliansi strategis dengan PT Datacomm Diangraha untuk mengeksplorasi potensi solusi AI inference di Indonesia. Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) tersebut dilakukan dalam rangkaian acara Gitex Asia 2026 di Singapura sebagai langkah mempercepat adopsi AI yang aplikatif di Tanah Air.
Indonesia saat ini tercatat sebagai pasar AI dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) mencapai 31%. Sinergi ini diposisikan untuk menjawab kebutuhan infrastruktur digital yang berdaulat (sovereign AI) yang diprediksi mampu menyumbang hingga US$140 miliar terhadap PDB Indonesia pada 2030.
CEO Blaize, Dinakar Munagala, menyatakan bahwa Indonesia merupakan kontributor utama pertumbuhan AI di Asia Pasifik.
“Bersama Datacomm, kami mengeksplorasi bagaimana platform AI Blaize yang hemat energi dapat menghadirkan nilai nyata di dunia nyata, mulai dari infrastruktur cerdas hingga logistik,” ujar Dinakar, dikutip Kamis 23/4/2026).
Melalui aliansi teknologi ini, Blaize dan Datacomm akan memfokuskan pengembangan pada beberapa sektor kunci. Pertama, AI Inference as a Service: Mengintegrasikan platform Hybrid AI Blaize ke dalam DCloud (layanan cloud Datacomm) untuk menyediakan layanan yang scalable bagi perusahaan. Kedua, Physical AI & Keamanan: Pengembangan analitik video dan smart surveillance untuk keamanan publik serta optimasi logistik. Ketiga, Otomasi Industri: Pemanfaatan computer vision dan teknologi berbasis sensor untuk meningkatkan efisiensi manufaktur di Indonesia.
Presiden Direktur Datacomm, Tan Wie Tjin, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah alami bagi perusahaan yang telah tiga dekade melayani instansi pemerintah dan operator infrastruktur kritis.
“Kombinasi infrastruktur cloud Datacomm dengan platform AI inference kelas dunia dari Blaize menempatkan kami pada posisi unik untuk menjawab kebutuhan solusi yang cerdas, scalable, dan aman,” kata Wie Tjin.
Aliansi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pengembangan solusi AI yang hemat energi dan dapat terintegrasi secara mulus dengan lingkungan data center maupun infrastruktur fisik yang sudah ada di seluruh pelosok Indonesia. (*AMBS)

















Discussion about this post