Selasa, 7 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Ini Waktu Utama Pengguna YouTube Jelang Ramadan

8 Mei 2018
in News
Reading Time: 1 min read
Kinerja Youtube Di Indonesia Naik 170%

Kinerja Youtube di Indonesia meningkat.(Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Hasil analisa data internal Google mendapati waktu utama (prime time) pengguna internet khususnya YouTube selama Ramadan diprediksi berubah. Bila sebelum Ramadan waktu prime time digunakan untuk menonton video di YouTube adalah pukul 8 pagi, maka di bulan suci umat muslim ini tidak lagi seperti itu.

“Konsumsi YouTube awal itu di pagi hari saat sahur. Trafiknya itu mulai naik pada pukul 3 sampai 4 pagi. Kalau waktu di periode regular itu biasanya trafik mulai naik sekitar pukul 8 pagi,” jelas Yudistira Adi Nugroho, Industri Analyst Google Indonesia dalam keterangannya baru-baru ini.

Menurut dia, data ini juga menunjukkan fakta menarik. Pada siang hari yang biasanya digunakan untuk waktu makan siang, di bulan Ramadan ini tidak. Waktu makan siang itu digantikan untuk menonton video-video kesukaan di YouTube. Alhasil, trafik pun tinggi di waktu makan siang kala Ramadan.

Baca juga :   Revolusi Mudik Dari Shopee

“Setelah itu, turun lagi trafiknya. Nah, pas ngabuburit itu naik lagi. Tetapi tidak sesignifikan jam makan siang. Saat berbuka puasa, turun lagi dan trafik naik lagi selepas shalat tarawih,” ungkapnya.

Dikatakannya, berbicara soal konten, tak bisa dimungkiri konten-konten religius akan sering ditonton daripada yang lain. Hanya saja, muncul tren konten baru yang pelan-pelan mulai naik antara lain musik, beauty, konten komedi, dan makanan.

“Kalau dibandingkan konten religius dengan konten makanan, konten makanan tetap yang paling tinggi. Mungkin bagi masyarakat, makanan tetap menjadi utama setelah konten religi,” tuturnya.

 

STEVY WIDIA

Tags: GoogleRamadhanYoutube
Previous Post

iPrice Group Peroleh Pendanaan dari LINE Ventures

Next Post

Bekraf Dorong Industri Digital Di Papua

Related Posts

Grup GoTo
Features

Perjalanan GoTo dari Startup Call Center hingga Raksasa Ekosistem Digital Indonesia

28 Februari 2026
0
startup AI
Technology

Untuk Perkuat Daya Saing Startup AI Nasional Komdigi Gandeng Google

27 Februari 2026
0
Google
Technology

Google Blokir 1,75 Juta Aplikasi dan 80 Ribu Akun Pengembang

26 Februari 2026
0
Load More
Next Post
Bekraf Dorong Industri Digital Di Papua

Bekraf Dorong Industri Digital Di Papua

Traveloka Jadi Sponsor Media Piala Dunia FIFA 2018

Traveloka Gandeng 20 Brand Untuk Loyalitas Pelanggan

Sleekr, Platform Bisnis Untuk Startup dan UKM

Talenta dan Sleekr Resmi Lakukan Merger

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version