Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Insiden Serangan Phishing Meningkat Pesat di Wilayah Asia Tenggara

12 Oktober 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
email

Surat elektornik (email) menjadi sasaran kejahatan siber. (Foto: ilustrasi/istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Insiden serangan phishing terus meroket di wilayah Asia Tenggara (SEA). Data terbaru dari perusahaan keamanan siber global Kaspersky mengungkapkan bahwa hanya butuh enam bulan saja bagi para penjahat siber untuk melampaui serangan phishing mereka tahun lalu terhadap pengguna dari wilayah tersebut.

General Manager Kaspersky untuk Asia Tenggara Yeo Siang Tiong mengatakan, dari periode Januari hingga Juni 2022, sistem Anti-Phishing Kaspersky memblokir total 12,127,692 tautan phishing berbahaya di Asia Tenggara. Ini merupakan 1 juta lebih banyak dari jumlah total serangan phishing yang terdeteksi di wilayah tersebut pada tahun 2021, yaitu sebanyak 11,260,643 deteksi.

Lebih dari setengah deteksi semester pertama (H1) 2022 menargetkan pengguna Kaspersky di Malaysia, Filipina, dan Vietnam. Beberapa negara dari Asia Tenggara – Malaysia, Filipina, dan Vietnam – mencatat lebih banyak email phishing selama enam bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan jumlah total insiden di masing-masing negara tersebut pada tahun 2021.

Baca juga :   UKM Indonesia Masih Terancam Infeksi Ransomware

“Di sisi lain, para penjahat dunia maya memiliki telinga dan dengan kemampuan mereka yang dapat mengubah pesan dan menanamkannya dengan urgensi yang dapat dipercaya. Akibatnya, kita juga telah melihat insiden nyata yang tidak menguntungkan dari korban yang kehilangan uang karena serangan phishing,” kata Yeo Siang Tiong dalam keterangan pers, Rabu (12/10/2022).

Selain kerugian individu, peneliti elit Kaspersky baru-baru ini membunyikan alarm bahwa sebagian besar kelompok Advanced Persistent Threat (APT) di Asia Pasifik termasuk Asia Tenggara menggunakan phishing bertarget untuk masuk ke jaringan yang sangat terlindungi.

Peneliti Keamanan Senior untuk Tim Riset dan Analisis Global (GReAT) Kaspersky Noushin Shabab mengungkapkan, phishing bertarget, juga dikenal sebagai spear phishing, adalah vektor infeksi pilihan dari kelompok APT yang beroperasi di wilayah tersebut.

Baca juga :   Indonesia Kirim 6 Startup Ke InnoVEX di Taiwan

“Kami membuat laporan tahun ini yang menemukan bahwa mayoritas (75%) eksekutif di sini menyadari dan bahkan mengantisipasi serangan APT terhadap organisasi mereka. Dengan insiden phishing yang melanda hanya dalam enam bulan pertama tahun 2022, perusahaan, entitas publik, dan lembaga pemerintah harus memahami dampak dari satu klik yang salah pada jaringan dan sistem kritis mereka,” katanya.

Menurut dia, manusia tetap menjadi mata rantai terlemah dan inilah saatnya untuk melihat melampaui pelatihan dan kesadaran keamanan. Perencanaan keamanan cadangan (back-up) – seperti kemampuan respons insiden – harus tersedia untuk menghentikan email phishing agar tidak menjadi landasan peluncuran serangan yang merusak organisasi Anda.

“Keamanan tradisional sering kali tidak menghentikan serangan spear phishing karena mereka dikustomisasi dengan sangat cerdas. Akibatnya, mereka menjadi lebih sulit untuk dideteksi. Satu kesalahan karyawan dapat memiliki konsekuensi serius bagi bisnis, pemerintah, dan bahkan organisasi nirlaba,” ujarnya.

Baca juga :   Waspada, Ada Malware Bersembunyi Di Musik Artis Favorit

Untuk melawan penipuan spear phishing, karyawan harus waspada terhadap ancaman, seperti kemungkinan email palsu yang masuk ke kotak email mereka. Selain edukasi, teknologi yang berfokus pada keamanan email juga diperlukan. Kaspersky merekomendasikan untuk menginstal solusi antiphishing protektif pada server email serta pada workstations karyawan.

Kaspersky menyarankan bagi perusahaan dan organisasi membangun kapabilitas respons insiden yang akan membantu mengelola akibat yang ditimbulkan dari serangan siber dan menggabungkan layanan intelijen ancaman untuk memiliki pengetahuan mendalam tentang ancaman siber dan taktik yang berkembang dari grup APT aktif.

 

STEVY WIDIA

Tags: Advanced Persistent Threat (APT)kasperskyserangan phishing
Previous Post

Kini WhatsApp Group Bisa Tampung Hingga 1.024 Anggota

Next Post

Sampingan Alih Rupa Jadi Staffinc, Tak Lagi Sekadar Penyedia Tenaga Kerja

Related Posts

Penipuan Secara Mandiri
ANALYZE

83% Pembelanja Online Indonesia Deteksi Penipuan Secara Mandiri

15 Januari 2026
0
Donasi Digital GoPay Capai Rp 63 Miliar
BIZTECH

Ancaman Kejahatan Siber Melalui Kode QR Meningkat

5 Januari 2026
0
Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih
AI & CYBER

Banyak Pengguna AI di Indonesia Berinteraksi Dengan AI Saat Sedih

2 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Staffinc

Sampingan Alih Rupa Jadi Staffinc, Tak Lagi Sekadar Penyedia Tenaga Kerja

AdMedika x Mayapada Hospital

Tingkatkan Kenyamanan Pelanggan, AdMedika Lounge dan Layanan On-site Solution Service Hadir di Mayapada Hospital

Endeavour Entrepreneur

Dua Founder Startup Ini Terpilih Sebagai Endeavour Entrepreneur

Discussion about this post

Recent Updates

Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
Shopify

Pendapatan Shopify Tembus US$11,6 Miliar pada 2025, Didukung Pertumbuhan AI Commerce

12 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Geotab Connect 2026

Geotab Perkenalkan Inovasi Telematika Berbasis AI untuk Tingkatkan Keselamatan Armada di Indonesia

12 Februari 2026
Grab

Cetak Sejarah, Grab Raih Laba Bersih Perdana US$268 Juta Sepanjang 2025

12 Februari 2026
AFTECH

AFTECH Luncurkan Chatpindar, Dorong Literasi Keuangan Digital

12 Februari 2026
Shopify

Pendapatan Shopify Tembus US$11,6 Miliar pada 2025, Didukung Pertumbuhan AI Commerce

12 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version