Rabu, 11 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Investor Incar Sektor Pendidikan Swasta di Asia Pasifik

20 September 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
Pemanfaatan Teknologi Dongkrak Naik Kualitas Pendidikan di Indonesia

Pendidikan menjadi faktor penentu kualitas SDM. (Foto: Ilustrasi/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Populasi yang bertambah di Asia Pasifik dan meningkatnya pendapatan rumah tangga mendorong permintaan kebutuhan untuk sekolah internasional. Hal ini menarik minat investor untuk menggarap sektor pendidikan swasta di kawasan ini.

Menurut penelitian JLL, pasar pendidikan swasta di Asia Pasifik diperkirakan bernilai US$ 370 miliar. Industri ini telah mengalami lonjakan permintaan dikarenakan pergerakan demografi makro ekonomi dan tren demografi yang menguntungkan, seperti meningkatnya kesejahteraan ekonomi rumah tangga dan pertumbuhan populasi yang cepat.

“Dengan kelas menengah lokal yang sedang berkembang, jumlah anggota keluarga yang tidak banyak, dan bertambahnya rumah tangga yang berpenghasilan ganda, orang tua sekarang mencari pilihan akademik tingkat pertama yang diajarkan dalam bahasa Inggris untuk memberikan anak-anak mereka peningkatan dalam masyarakat yang semakin terglobalisasi,” kata Ms Noeleen Goh, Director of Alternatives, Capital Markets JLL Asia Pasifik dalam keterangannya Kamis (20/9/2018) di Jakarta.

Baca juga :   Dapat Pendanaan Lanjutan, Pintek Tingkatkan Akses Pendidikan di Indonesia

Di Hong Kong, sekolah menengah internasional Inggris meningkat jumlahnya dari 92 pada tahun 2000 menjadi 177 pada tahun 2017, dan jumlah pelajar juga meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode tersebut. Negara-negara tanpa kurikulum nasional bahasa Inggris yang memadai seperti Vietnam, Thailand, Jepang dan Cina, juga telah melihat lonjakan popularitas di kalangan orang tua terhadap sekolah-sekolah berbasis bahasa Inggris.

“Berkembangnya sekolah-sekolah internasional di wilayah ini menandakan bahwa persaingan diantara para pelajar cukup sengit, sehingga kualitas pendidikan sekarang lebih tinggi dari sebelumnya. Ketika memilih tempat berdasarkan biaya sekolah untuk anak-anak mereka, orang tua banyak menekankan pada reputasi akademis keseluruhan, kurikulum, kualitas pengajaran, dan bahkan tingkat penerimaan universitas,” tambah Ms Goh.

JLL juga mengungkapkan bahwa sekolah internasional pada umumnya telah mengalihkan fokus mereka kepada masyarakat lokal kelas atas. Hal tersebut dikarenakan menurunnya keluarga ekspatriat yang mendapatkan tanggungan perusahaan. Negara-negara seperti Malaysia dan Thailand tidak memiliki batasan apa pun dalam pendaftaran masuk sekolah internasional, sementara Vietnam, juga telah melonggarkan peraturan dalam Decree 86 yang baru saja dikeluarkan, hal tersebut memungkinkan peningkatan hingga 50 % pelajar lokal.

Baca juga :   Pasar di Yogyakarta Bakal Terapkan QR Code

Investasi telah meningkat pada perusahaan-perusahaan yang menjalankan sekolah internasional. Mereka memiliki dukungan dari investor perusahaan, perusahaan ekuitas swasta dan dana pensiun.

“Di sektor pendidikan swasta, adalah hal biasa bagi pengurus untuk memisahkan perusahaan yang menangani real estate (gedung sekolah) dari perusahaan yang menjalani operasi pendidikan – karena hal ini dapat memberikan pilihan terhadap investor untuk menanamkan modal mereka ke dalam operasi pendidikan atau aset gedung sekolah,” kata Ms Goh.

Namun, laporan ini menunjukkan bahwa terdapat tantangan dalam memasuki pasar di beberapa negara karena adanya lisensi mengajar yang ketat, atau penduduk setempat yang diwajibkan untuk memiliki pendidikan dasar nasional dan dibatasinya kepemilikan aset untuk orang asing.

Baca juga :   BUMN Bentuk Venture Capital dan Siap Berinvestasi ke 50 Startup

“Biasanya, investor asing memasuki pasar dengan membentuk usaha bersama atau kemitraan dengan pengusaha lokal, karena mereka memiliki pemahaman yang baik tentang persaingan dan peraturan lokal secara keseluruhan,” tutup Ms Goh.

STEVY WIDIA

Tags: investasiJLL Asia Pasificpendidikan
Previous Post

Indofood Local Pitch Competition 2018, Temukan Inovasi Solusi Masalah Gizi

Next Post

Bekraf Boyong Pelaku Ekonomi Kreatif keTokyo Game Show 2018

Related Posts

pendanaan startup
STARTUP

Startup Indonesia Perlu Bangun Kepercayaan Dan Pemerataan Ekosistem

29 Oktober 2025
0
Startup Pengadaan Global Zinit Berinvestasi Hingga Rp30 Miliar di Indonesia
Headline

Startup Pengadaan Global Zinit Berinvestasi Hingga Rp30 Miliar di Indonesia

21 Juni 2025
0
Investasi
Headline

Mau Investasi? Pahami Dulu Empat Prinsip Dasar Investasi Ini

31 Mei 2025
0
Load More
Next Post
Bekraf Boyong Pelaku Ekonomi Kreatif keTokyo Game Show 2018

Bekraf Boyong Pelaku Ekonomi Kreatif keTokyo Game Show 2018

AMD Gelar eSports FIGHT! Championship 2018

AMD Gelar eSports FIGHT! Championship 2018

Oona TV Targetkan Gaet 2 Juta Pengguna Hingga Akhir Tahun 2018

Oona TV Targetkan Gaet 2 Juta Pengguna Hingga Akhir Tahun 2018

Discussion about this post

Recent Updates

Menganyam Kebaikan untuk Masa Depan, Kolaborasi Holistik BNI Kuatkan Para Mama di NTT

Menganyam Kebaikan untuk Masa Depan, Kolaborasi Holistik BNI Kuatkan Para Mama di NTT

11 Februari 2026
Carro

Manfaatkan Generative AI, Carro Luncurkan Kampanye Iklan Regional ‘Surprisingly Short’

11 Februari 2026
TRI Beri Perlindungan Dari Ancaman Spam dan Scam Sepanjang Ramadan

TRI Beri Perlindungan Dari Ancaman Spam dan Scam Sepanjang Ramadan

11 Februari 2026
Darma Henwa

Darma Henwa dan Huawei Bangun Digitalisasi Berbasis AI di Sektor Pertambangan Indonesia

11 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Menganyam Kebaikan untuk Masa Depan, Kolaborasi Holistik BNI Kuatkan Para Mama di NTT

Menganyam Kebaikan untuk Masa Depan, Kolaborasi Holistik BNI Kuatkan Para Mama di NTT

11 Februari 2026
Carro

Manfaatkan Generative AI, Carro Luncurkan Kampanye Iklan Regional ‘Surprisingly Short’

11 Februari 2026
TRI Beri Perlindungan Dari Ancaman Spam dan Scam Sepanjang Ramadan

TRI Beri Perlindungan Dari Ancaman Spam dan Scam Sepanjang Ramadan

11 Februari 2026
Darma Henwa

Darma Henwa dan Huawei Bangun Digitalisasi Berbasis AI di Sektor Pertambangan Indonesia

11 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version