Kamis, 19 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Jangan Lengah, 99% Kriminal Perbankan Berasal Dari Rekayasa Sosial

14 Juni 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
BCA Talk

Jajaran direksi BCA dalam BCA Talk: WASPADA Modus Penipuan Siber Nasabah BCA. (Foto: stevy widia/youngster.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Pandemi telah mengakselerasi adopsi digitalisasi di berbagai aktivitas, termasuk perbankan. Seiring dengan itu, muncul para pelaku kejahatan siber yang mengincar mereka yang lengah. Menariknya, data BCA memperkirakan sebagian besar kejahatan di perbankan berasal dari rekayasa sosial.

EVP Center of Digital BCA, Wani Sabu mengungkapkan sebanyak 99% kejahatan di perbankan berasal dari social engineering atau rekayasa sosial. Hal ini terlihat dari marak penipuan melalui telepon atau WhatsApp yang mengatasnamakan pihak bank dan iklan akun bank palsu di media sosial, khususnya di Instagram. Akun-akun tersebut terutama menawarkan program upgrade yang menyasar nasabah prioritas BCA.

“Kejahatan tersebut dilakukan dengan memanfaatkan kelemahan nasabah. Rekayasa sosial yang mempengaruhi nasabah kita untuk dibikin happy atau ketakutan atau panik sehingga mereka memberikan data atau akses. Sehingga rekening bisa dibobol,” ungkap Wani dalam BCA Talk: WASPADA Modus Penipuan Siber Nasabah BCA yang digelar Senin (13/6/2022) di Pelataran Ramayana, Hotel Kempinski, Jakarta.

Baca juga :   83% Pembelanja Online Indonesia Deteksi Penipuan Secara Mandiri

Dia menjelaskan, ada beberapa aksi penipuan yang dilakukan lewat social engginering. Seperti melakukan panggilan dari nomor yang seolah-olah kenalan nasabah. Ada juga dengan modus fake caller atau panggilan palsu mengatasnamakan pihak bank. Modus lainnya adalah mengatasnamakan pihak provider yang diiming-imingi voucher yang dapat dicairkan melalui rekening nasabah.

“Ketika nasabah menyetujui hal itu, para penipu akan meminta data-data pribadi terkait dengan rekening milik nasabah,” ujar Wani.

“Jika anda merasa menjadi korban yang pertama harus dilakukan adalah menyelamatkan dana, untuk itu segeralah melaporkan ke layanan BCA resmi,” ujarnya.

Selain itu, untuk mengantisipasi marak penipuan mengatasnamakan BCA di berbagai media sosial BCA memperketat keamanan siber. Apalagi saat ini BCA memiliki lebih dari 24 juta nasabah.

Baca juga :   Dorong Bisnis Adaptif, BCA Tutup Forum IKF

Direktur BCA Haryanto T. Budiman menegaskan, BCA mengalokasikan dana Rp 500 miliar pada tahun 2022 untuk meningkatkan keamanan siber, termasuk pengembangan ekosistem digital perusahaan.

“Kami mencermati bahwa belakangan ini cybercrime sering terdengar seiring semakin pesatnya perkembangan digital. Salah satu jenis cybercrime yang kerap terjadi adalah penipuan online seperti dengan munculnya iklan di media sosial dan meminta data pribadi Anda seperti nomor kartu kredit, PIN, OTP, dan lain-lain. Hal ini patut diwaspadai oleh nasabah karena Bank tidak pernah meminta data pribadi Anda. Jangan pernah memberikan data pribadi Anda kepada siapapun,” ungkap Haryanto.

 

STEVY WIDIA

Tags: BCAkeamanan siberpenipuansocial engineering
Previous Post

Kapal Robot Autonomous Tim Barunastra ITS Siap Berlaga di IRC 2022

Next Post

Sampingan dan J&T Cargo Berkolaborasi Untuk Maksimalkan Layanan Pengiriman

Related Posts

Beasiswa BCA
VARIOUS

BCA Berikan Beasiswa Bakti 2026 kepada 700 Mahasiswa dari 20 Perguruan Tinggi

16 Februari 2026
0
WhizHack Technologies
BIZTECH

WhizHack Technologies Resmi Masuk Pasar Indonesia, Fokus Perkuat Keamanan Siber

3 Februari 2026
0
Penipuan Secara Mandiri
ANALYZE

83% Pembelanja Online Indonesia Deteksi Penipuan Secara Mandiri

15 Januari 2026
0
Load More
Next Post
J&T

Sampingan dan J&T Cargo Berkolaborasi Untuk Maksimalkan Layanan Pengiriman

HUB.ID Accelerator

HUB.ID Accelerator 2022, Mencari 25 Startup Digital Inovatif

Livestreaming Lead Lazada Indonesia Partogi Baringbing

Shopertainment dan Livestreaming Memberi Arti Baru Pada Pengalaman Belanja di E-Commerce

Discussion about this post

Recent Updates

Ericsson x Mastercard

Ericsson dan Mastercard Kolaborasi Kembangkan Layanan Pembayaran Digital Global

18 Februari 2026
MDI Ventures

MDI Ventures Perkuat Sinergi Startup dengan BUMN untuk Maksimalkan Nilai Portofolio

18 Februari 2026
Aspire x Antler

Aspire Gandeng Antler untuk Perkuat Fondasi Keuangan Startup Global, Indonesia Jadi Pasar Strategis

18 Februari 2026
TechCrunch Disrupt 2022

TechCrunch Kembali Gelar Startup Battlefield 200 Tahun 2026

18 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Ericsson x Mastercard

Ericsson dan Mastercard Kolaborasi Kembangkan Layanan Pembayaran Digital Global

18 Februari 2026
MDI Ventures

MDI Ventures Perkuat Sinergi Startup dengan BUMN untuk Maksimalkan Nilai Portofolio

18 Februari 2026
Aspire x Antler

Aspire Gandeng Antler untuk Perkuat Fondasi Keuangan Startup Global, Indonesia Jadi Pasar Strategis

18 Februari 2026
TechCrunch Disrupt 2022

TechCrunch Kembali Gelar Startup Battlefield 200 Tahun 2026

18 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version