JD.com Akan Otomatisasi Jaringan Logistik

Uji coba terbang drone pembawa paket oleh JD.com di Indonesia.(Foto: istimewa/youngster.id)

youngster.id - JD.com akan membuat otomatisasi jaringan logistiknya lebih lanjut. Langkah ini dilakukan setelah menyuntik dana ke Jiangsu Xinning Logistik Modern sebesar US$55 juta (skitar Rp793,8 miliar) dengan imbalan 10% saham.

Xinning merupakan perusahaan logistik yang terdaftar di China dengan layanan rantai pasokan yang dirancang untuk elektronik konsumen. Sebagian besar pendapatan JD.com didorong oleh penjualan tiket elektronik dan peralatan rumah tangga yang besar.

Baru-baru ini Xinning telah menandatangani kemitraan strategis dengan JD Logistics untuk membangun sistem big data yang akan mendorong efisiensi dan memangkas biaya. Caranya, dengan mengoptimalkan kecocokan antara kargo dan kendaraan.

Solusi digital bertujuan untuk mencapai 200 ribu kendaraan pada 2020 dan lebih dari 2 juta secara keseluruhan. Itu akan memenuhi permintaan gudang JD serta pihak ketiga, tetapi akan memprioritaskan yang pertama.

“Pemanfaatan infrastruktur logistik yang lebih baik dan peningkatan unit ekonomi sebagai hasil dari bisnis layanan logistik pihak ketiga,” kata Sidney Huang Kepala Keuangan Eksekutif, Sidney Huang dalam pernyataan resmi perusahaan belum lama ini.

Baca juga :   Gojek dan JD.com Umumkan Joint Venture

Huang menunjukkan peningkatan biaya telah terjadi sebelum perubahan upah dan tunjangan baru-baru ini di unit pengiriman JD. Pada bulan April, perusahaan dagang elektronik mengumumkan akan menghapus upah minimum untuk kurirnya demi skema insentif per potong, keputusan yang dikhawatirkan oleh pengamat industri akan merusak moral kurir.

Selama ini JD membedakan diri dari para pesaingnya dengan mempertahankan unit logistik dan membawa inventarisnya sendiri. Strategi mahal yang dipasarkan perusahaan menjadi jaminan untuk kontrol kualitas dan pengalaman pengguna yang lebih baik. Sebagai perbandingan, Alibaba dan pemula e-commerce Pinduoduo mengalihdayakan kebutuhan logistik mereka ke mitra pihak ketiga.

Dalam beberapa tahun terakhir mereka mulai lebih agresif memonetisasi jaringan infrastruktur besar-besaran yang pertama kali dibangun untuk bisnis in-house-nya.

Pada akhir 2016, JD membuka layanan logistiknya untuk pedagang pihak ketiga. Selanjutnya, ia memperluas penawaran kepada konsumen yang sekarang dapat mengirimkan paket melalui JD seperti halnya dengan FedEx.

Pembukaan telah mulai menuai imbalan awal dalam hal penghematan biaya. Pada kuartal pertama, rasio pemenuhan biaya JD turun 0,5% year-on-year (yoy) menjadi 6,7%.

Baca juga :   Kampanye Literasi Keuangan Dengan Cerita Rakyat

STEVY WIDIA