Jumat, 13 Februari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Kala 9 Startup RI Berguru ke Silicon Valley

14 Maret 2017
in News
Reading Time: 1 min read
Kala 9 Startup RI Berguru ke Silicon Valley

Program mentoring Jakarta Founder Institute mengirim 9 founder startup ke Silicon Valley. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Untuk mendorong perkembangan startup teknologi di Indoneia, Jakarta Founder Institute (JFI) bekerja sama dengan Bank DBS Indonesia mengirimkan 9 pendiri startup ke Silicon Valley. Disana mereka berguru langsung ada startup yang skalanya masih di ‘garasi rumah’ namun memiliki omzet miliaran dolar.

Sebanyak 9 orang pendiri start up dikirim ke Silicon Valley. Selain Erik Hormain (Sevva), Rifki Pranoto (Andalin), Antonius Stefanus (Neetip), Ary Setyo (Wssignal), Bong Defendy (Zend Money), Erikka Ferdinata (Bildeco), Gimin (3i), Indra Sjuriah (IndoGold), dan Marvinus Arif (Fishare).

Erik Hormain, pendiri start up sewa menyewa mobil secara online, Sevva, mengungkapkan banyak sekali pengalaman dan pembelajaran selama menimba ilmu di Silicon Valley.

Baca juga :   K-Startup Grand Challenge 2021, Kompetisi Tingkat Global Untuk UMKM dan Startup

“Startup di sana banyak yang masih kecil-kecil tapi sudah mendunia. Bahkan, beberapa di antaranya sudah bisa masuk ke pasar modal dengan IPO. Meski kecil, bukan berarti kesulitan untuk bersaing,” kata Erik, Senin (13/3/2017) dalam siaran pers DBS Indonesia, Jakarta.

Menurut Erik, di AS kegiatan startup digital sudah masuk ke hampir semua ranah usaha. Kondisi ini sangat berbeda di Indonesia di mana startup besar masih bersaing sengit di pasar e-commerce. Padahal, masih banyak ceruk pasar yang belum banyak digarap perusahaan start up pemula.

“Di sana sudah hampir semua sektor ada start up, pasar juga sudah penuh. Sementara di Indonesia masih banyak sekali yang belum dimasuki,” ucap Erik.

Baca juga :   Merek Fashion 3Second Hadirkan Toko Online

Hal senada disampaikan Rifki Pranoto, pendiri dari Andalin, start up ekspor impor untuk UKM. Ia mengungkapkan di AS persaingan antar perusahaan start up, baik perusahaan besar maupun kecil, sangat ketat. Ini lantaran hampir semua sektor sudah dimasuki oleh banyak start up teknologi.

“Di sana punya pressure, segmen yang gampang-gampang di sana sudah enggak ada. Harus masuk ke yang aneh-aneh sehingga bisa diterima. Sementara di Indonesia masih sangat luas sekali,” ungkap Rifki.

STEVY WIDIA

Tags: Bank DBS IndonesiaJakarta Founder Institute (JFI)startup
Previous Post

Harry Liong : Pematung Di Era Digital

Next Post

Seribu KartuHalo Khusus Bagi UKM Jabar

Related Posts

Living Lab Ventures
STARTUP

Living Lab Ventures Terapkan Strategi Investasi Berbasis Inovasi dan Kebutuhan Kota

12 Februari 2026
0
Kopi Kenangan
STARTUP

Raup Laba US$17 Juta, Kopi Kenangan Siap Meluncur Ke Bursa

9 Februari 2026
0
Kredivo x DBS
CRYPTO & DIGITAL FINANCE

Bank DBS Indonesia Tambah Pendanaan ke Kredivo Jadi Rp3 Triliun, Dorong Ekspansi Kredit Digital 2026

29 Januari 2026
0
Load More
Next Post
Seribu KartuHalo Khusus Bagi UKM Jabar

Seribu KartuHalo Khusus Bagi UKM Jabar

Bekraf Kembali Bahas Kebijakan Investasi Perfilman

Bekraf Kembali Bahas Kebijakan Investasi Perfilman

Perusahaan Aplikasi Taksi Online Wajib Bajar Pajak

Pemerintah Siapkan Tanda Khusus Bagi Taksi Online

Discussion about this post

Recent Updates

Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Bank Raya

Bank Raya Perkuat Digitalisasi UMKM Lewat Program Cluster Usaha di 23 Kota Indonesia

13 Februari 2026
Tim Labmino dan RunSight

Inovasi RunSight Berbasis AI Antar Tim Universitas Indonesia Jadi Samsung Solve for Tomorrow Global Ambassador

13 Februari 2026
Krom Bank

Krom Bank Dorong Literasi Keuangan 2026, Tekankan Peran Bank Digital sebagai Solusi Finansial Modern

13 Februari 2026
Anthropic

Valuasi Anthropic Tembus US$380 Miliar Usai Raih Pendanaan Raksasa Seri G

13 Februari 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version