Kampus Pusat Data Akan Dibangun di Jakarta

Polymer Connected akan bangun kampus pertama di Jakarta. (Foto: istimewa)

youngster.id - GIC, dana kekayaan negara Singapura, dan Polymer Connected, penyedia pusat data terkemuka, telah menjalin kemitraan untuk mengembangkan kampus pusat data di Jakarta. Ini akan menjadi kampus pertama Polymer Connected di Indonesia dan akan mencakup fasilitas pusat data 2.6MW Tier III dan 26MW Tier IV.

“Dengan populasi 575 juta, 350 juta pengguna internet dan 390 juta pengguna seluler aktif, ekonomi digital Asia Tenggara diperkirakan naik tiga kali lipat menjadi USD240 milyar pada tahun 2025. Pusat data mewakili tulang punggung gerakan ini, itulah sebabnya Polymer Connected memilih untuk membangun jaringan data hyperscale di sini. Tujuan kami adalah untuk menyediakan bisnis dengan solusi data canggih dan untuk membantu klien kami membuka potensi pertumbuhan mereka di pasar digital yang berkembang pesat ini,” ungkap Darren Hawkins, CEO, Polymer Connected dalam keterangannya, baru-baru ini.

Menurut dia, dengan kemitraan ini, Polymer Connected telah mengakuisisi lahan untuk membangun kampus pusat data tersebut, berlokasi strategis di Jakarta Barat. Kampus ini akan mengadopsi model hyperscale, yang akan disewa secara besar-besaran untuk klien grosir. Dibangun dengan standar desain internasional, kampus Jakarta Barat akan scalable, andal dan aman, dan akan menjadi pusat green data Indonesia pertama yang memanfaatkan jaringan gas bumi Jakarta untuk menghasilkan listrik.

Baca juga :   EKI Dance Company Menggelar EKI Update v.2.1

GIC adalah perusahaan investasi global terkemuka dengan aset yang dikelola lebih dari US $ 100 miliar. Didirikan pada tahun 1981 untuk mengamankan masa depan keuangan Singapura, perusahaan mengelola cadangan devisa Singapura. Sebagai investor nilai jangka panjang yang disiplin, GIC diposisikan secara unik untuk investasi di berbagai kelas aset, termasuk real estat, ekuitas swasta, ekuitas, dan pendapatan tetap.

GIC memiliki investasi di lebih dari 40 negara dan telah berinvestasi di pasar negara berkembang selama lebih dari dua dekade. Berkantor pusat di Singapura, GIC mempekerjakan lebih dari 1.500 orang di 10 kantor di kota-kota finansial utama di seluruh dunia. 

STEVY WIDIA