Jumat, 2 Oktober 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Maybank Dukung Kewirausahaan Penyandang Disabilitas

27 Oktober 2018
in News
Reading Time: 2 mins read
RISE, Program Maybank Untuk 2.000 Wirausaha Disabilitas

Program pemberdayaan ekonomi bagi komunitas penyandang disabilitas oleh Maybank Indonesia. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Untuk ketiga kalinya, Maybank Indonesia bersama Maybank Foundation kembali menggelar pelatihan kewirausahaan bagi para penyandang disabilitas melalui program Reach Independence & Sustainable Entrepreneurship (RISE).

“Melalui program RISE, Maybank Group turut mendukung upaya membangun komunitas berdikari, dengan menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan berdampak positif bagi masyarakat. Ini selaras dengan misi humanising financial services, Maybank Indonesia secara konsisten memberikan perhatian kepada individu maupun komunitas wirausaha penyandang disabilitas dengan berbagai program. Tujuannya untuk meningkatkan semangat pantang menyerah, percaya diri serta meningkatkan keterampilan hingga meningkatkan kapasitas usaha untuk mencapai masa depan yang mandiri dan sejahtera melalui program RISE. Kami berharap program ini dapat membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya,” papar Esti Nugraheni, Head, Corporate Communication & Branding Maybank Indonesia, dalam keterangan tertulisnya.

Program pelatihan RISE ini dipusatkan di Panti Sosial Rehabilitasi Penyandang Disabilitas Mental Sensorik Netra, Rungu Wicara, Tubuh (PSRPD MENSENETRUWITU), Bandung. Pelatihan RISE ini diikuti sebanyak 40 penyandang disabilitas, yang memiliki beragam lini usaha, mulai dari penjahit, penjual makanan, jasa reparasi elektronik, warung kelontong, budidaya tanaman hias, penjual perlengkapan sekolah hingga penyewaan alat pesta.

Program RISE bertujuan untuk membangun dan meningkatkan kapabilitas usaha mikro-UKM penyandang disabilitas sehingga dapat memberikan dampak positif bagi komunitas di sekitarnya. Kepada peserta dilakukan pelatihan 3 (tiga) hari dan 3-6 (tiga-enam) bulan pendampingan. Dalam masa tiga hari pelatihan, para peserta penyandang disabilitas dibekali dengan pengetahuan pengelolaan keuangan, strategi pemasaran dan perubahan pola pikir (mindset). Selanjutnya dalam program mentoring terstruktur selama 3-6 (tiga-enam) bulan, para peserta akan didampingi mentor secara personal untuk meningkatkan pendapatan dan kapasitas usaha, yang pada akhirnya bertujuan meningkatkan taraf hidup para penyandang disabilitas.

Pelatihan RISE ini merupakan pelatihan ketiga di kota Bandung setelah sebelumnya dilaksanakan pada 22 – 24 November 2017 dan 2 – 4 Juli 2018. Dari kedua pelatihan tersebut, program RISE ini telah memberikan pelatihan kepada 125 peserta, dimana semuanya berasal dari komunitas penyandang disabilitas.

Pelatihan RISE di Bandung telah berhasil meningkatkan penghasilan rata-rata per bulan 40% peserta teratas RISE Bandung dari Rp 1,842,400 menjadi Rp 10,709,200 (481%). Sedangkan penghasilan keseluruhan peserta RISE di Bandung meningkat sebesar 256%.

Pelaksanaan program RISE di Bandung ini adalah rangkaian program untuk memberikan pelatihan kepada 2.200 penyandang disabilitas yang akan dilakukan hingga 2019, di sedikitnya 16 kota di Indonesia, termasuk pelaksanaan pilot project di Jakarta dan Yogyakarta. Disusul daerah lain termasuk Bali, Bandung, Banten, Bantul, Bogor, Bekasi, Depok, Malang, Medan, Makassar, Magelang, Tangerang, dan Yogyakarta.

Hingga bulan Oktober 2018, para peserta pelatihan RISE tahap 2 di 16 kota tersebut adalah 1,677 orang yang mana sebanyak 1,641 adalah para penyandang disabilitas.

Awal mulanya Program RISE diinisiasi di Malaysia dan telah diikuti lebih dari 1.300 peserta di negara asalnya kemudian pada 2016 mulai dikembangkan ke regional, termasuk ke Indonesia dan Filipina.

“Dengan peningkatan kapabilitas usaha, para penyandang disabilitas bukan hanya dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi sesama komunitas penyandang disabilitas tetapi juga dapat mempekerjakan orang lain. Termasuk dari masyarakat marjinal di sekitarnya sehingga dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat di sekitarnya,” pungkas Esti.

 

FAHRUL ANWAR

Tags: kewirausahaanMaybank FoundationMaybank Indonesiapenyandang disabilitasReach Independence & Sustainable Entrepreneurship (RISE)
Previous Post

Kreasi Nusantara Tampilkan Produk Karya Anak Muda

Next Post

Generali Perkuat Gerakan The Human Safety Net di Indonesia

Related Posts

Sampoerna ekosistem kewirausahaan
Startup & Entrepreneurship

Bangun Ekosistem Kewirausahaan, Sampoerna Perkuat Kapasitas UMKM Indonesia Tembus Pasar Ekspor

1 Oktober 2026
0
Industry

Anak Muda Asia Pasifik Ubah Limbah Kemasan Jadi Solusi Bisnis Berkelanjutan

25 September 2026
0
wirausaha siswa
Startup & Entrepreneurship

Belajar Jadi Wirausaha, Program Ini Dorong Siswa Manfaatkan AI dan Potensi Lokal

22 September 2026
0
Load More
Next Post
Generali Perkuat Gerakan The Human Safety Net di Indonesia

Generali Perkuat Gerakan The Human Safety Net di Indonesia

DJI Membuka Pendaftaran RoboMaster 2019

DJI Membuka Pendaftaran RoboMaster 2019

Infinix Maksimalkan Layanan Purna Jual Dengan Pick Me Up Service

Infinix Maksimalkan Layanan Purna Jual Dengan Pick Me Up Service

Discussion about this post

Recent Updates

Risiko AI pada industri fintech

84% Fintech Adopsi AI, OJK dan AFTECH Ingatkan Risiko Penipuan Deepfake di Sektor Keuangan

2 Oktober 2026
Perusahaan pemilik aset kripto Indonesia

Jumlah Perusahaan Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8%, Tembus 943 Badan Usaha

2 Oktober 2026
InfraNexia Telkom spin off

Telkom Spin-Off Bisnis Fiber senilai Rp85,7 Triliun ke InfraNexia

1 Oktober 2026
Cloudera Anywhere Cloud MII Metrodata

Perkuat Efisiensi AI dan Data Hybrid, MII dan Cloudera Hadirkan Cloudera Anywhere Cloud di Indonesia

1 Oktober 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Risiko AI pada industri fintech

84% Fintech Adopsi AI, OJK dan AFTECH Ingatkan Risiko Penipuan Deepfake di Sektor Keuangan

2 Oktober 2026
Perusahaan pemilik aset kripto Indonesia

Jumlah Perusahaan Pemilik Aset Kripto di Indonesia Melonjak 92,8%, Tembus 943 Badan Usaha

2 Oktober 2026
InfraNexia Telkom spin off

Telkom Spin-Off Bisnis Fiber senilai Rp85,7 Triliun ke InfraNexia

1 Oktober 2026
Cloudera Anywhere Cloud MII Metrodata

Perkuat Efisiensi AI dan Data Hybrid, MII dan Cloudera Hadirkan Cloudera Anywhere Cloud di Indonesia

1 Oktober 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version