Minggu, 29 Maret 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Mengapa Banyak Waralaba yang Gulung Tikar ?

29 April 2017
in News
Reading Time: 1 min read
Mengapa Banyak Waralaba yang Gulung Tikar ?

Gathering Perhimpunan Waralaba Indonesia 2017 di Yogyakarta. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Dalam satu dekade terakhir, industri waralaba di Tanah Air berkembang baik. Hanya saja, tak sedikit pewaralaba yang gulung tikar, meski memiliki potensi untuk berkembang.

Ketua Perhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali), Levita Supit mengungkapkan, saat ini jumlah waralaba di Indonesia ada sekitar 1.500 unit. Dominasi waralaba lokal sebenarnya sudah cukup bagus dari sisi kuantitas perusahaan pemberi waralaba dibanding dengan waralaba asing. Tetapi jumlah gerai waralaba lokal masih kalah dibanding waralaba asing.

“Contohnya saja KFC, itu jumlahnya satu tetapi gerainya bisa ratusan,” ucap Levita saat Gathering Perhimpunan Waralaba Indonesia dilansir Antara, Jumat (28/4/2017) di Yogyakarta.

Menurut dia, kelemahan yang paling mendasar dari pewaralaba lokal adalah pengusaha tergesa-gesa ketika melakukan waralaba. Padahal ada syarat minimal yang harus dipenuhi oleh perusahaan waralaba.

Baca juga :   Google Indonesia Beri Pelatihan Gratis Bagi UKM di 10 Kota

Syarat sebelum melakukan waralaba, diantaranya usaha tersebut sudah berjalan minimal 5 tahun dan memberikan untung. Selain itu, usaha sudah mampu break event poin (BEP). Sehingga perusahaan tersebut minimal sudah memiliki pengalaman seluk beluk bisnisnya di berbagai iklim usaha yang ada.

Di samping itu, perusahaan waralaba harus memiliki tim yang bisa memberikan bimbingan terhadap penerima waralaba. Pemberi waralaba harus memiliki Standar Operasional Prosedur (SOP). Karena SOP sangat penting untuk menentukan langkah-langkah ketika terjadi masalah ataupun untuk meningkatkan omzet.

Dan syarat-syarat minimal tersebut dipenuhi sebelum mewaralabakan usaha mereka. Sebab, dengan mewaralabakan usaha mereka maka berbagai keuntungan akan didapatkan. Selain mendapatkan untung dari brand mereka yang dibeli, juga mendapatkan lisensi setiap bulan dan lainnya.

Baca juga :   Mitra Bisnis DANA Kini Bisa Bikin Promo Sendiri

Head of Media Communication Perhimpinan Wali, Arif Nugroho menambahkan, banyak usaha yang belum siap tetapi dipaksakan diwaralabakan, bahkan ada yang baru berjalan tiga bulan sudah diwaralabakan.

Hal tersebut sebenarnya sangat disayangkan karena merugikan penerima waralaba ataupun pemberi waralaba sendiri. “Hanya saja antara pemberi waralaba dan penerima waralaba yang tidak mengetahui hal tersebut,” tuturnya.

FAHRUL ANWAR

Tags: Levita SupitPerhimpunan Waralaba dan Lisensi Indonesia (Wali)waralaba
Previous Post

Aplikasi Sipindo Dorong Produktivitas Petani

Next Post

Bangun Ide Kreatif Jadi Startup, Ini Tipsnya

Related Posts

Toko BUAH KITA
Headline

Startup WeBuy Group Luncurkan Toko BUAH KITA dengan Konsep Kemitraan

14 November 2023
0
TreeAMS
Technology

TreeAMS Hadirkan Sistem Manajemen Digital Untuk Bisnis Waralaba di Indonesia

17 Januari 2023
0
Wijin Saputra Co-Woner Rakoes Indonesia
Headline

Rakoes Ekspansi Agresif, Buka 35 Cabang Baru di Jabodetabek, Bandung, dan Malang

16 Mei 2022
0
Load More
Next Post
Bangun Ide Kreatif Jadi Startup, Ini Tipsnya

Bangun Ide Kreatif Jadi Startup, Ini Tipsnya

Temukan Potensi Diri Dalam Kegiatan Memasak

Temukan Potensi Diri Dalam Kegiatan Memasak

Peringati International Woman Days BukaTalk HadirkanTiga Perempuan Inspiratif

Peringati International Woman Days BukaTalk HadirkanTiga Perempuan Inspiratif

Discussion about this post

Recent Updates

Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Workshop AI Ready ASEAN Bandung

Gibran Apresiasi Workshop AI Ready ASEAN: Dorong Literasi Digital Siswa Bandung

28 Maret 2026
AFTECH OJK

Sambut DK OJK Baru, AFTECH Dorong Penguatan Tata Kelola Fintech Nasional

27 Maret 2026
Revolusi AI Indonesia

Revolusi AI di Indonesia: Dari Tren Menjadi Jantung Strategi Bisnis

27 Maret 2026
Resign Pasca-THR

Meredam Tren Resign Pasca-THR, Gaji Saja Tidak Cukup Pertahankan Karyawan

27 Maret 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version