youngster.id - Indonesia merupakan negara dengan kekayaan budaya yang tak bertepi. Dari ritme vokal khas Sumatera Utara hingga harmoni nada dari Maluku dan Papua, talenta seni di tanah air lahir secara organik dari tradisi yang mengakar kuat. Namun, dalam pengembangan talenta, para talenta lokal diperhadapkan pada tantangan klasik “Jakarta-Sentris.”
Jarak geografis yang luas dan biaya akomodasi yang tinggi menuju pusat industri di Jakarta sering kali menjadi tembok besar yang bisa mengubur potensi emas para pemuda di daerah. Menjawab tantangan tersebut, Aice menggelar “Aice Got You! Panggung Crispymu!”
Rangkaian roadshow dari panggung talent show ini berlangsung di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan, dan berakhir di Surabaya.
“Melihat ribuan orang dari Jakarta sampai Surabaya berani naik panggung, bernyanyi, atau menari, bagi kami itu adalah kemenangan tersendiri. Ini bukan sekadar kompetisi, tapi perayaan bersama bahwa setiap orang punya potensi untuk bersinar,” kata Sylvana Zhong Senior Brand Manager Aice Group dikutip Jumat (9/1/2026).
Sebagai kota penutup rangkainan roadshow, Surabaya menunjukkan, panggung lokal mampu menyerap energi kreatif secara masif. Data mencatat sebanyak 135 peserta berpartisipasi aktif dalam tiga hari penyelenggaraan di Balai Pemuda, Kota Surabaya.
“Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti “kehausan” generasi muda akan ruang ekspresi profesional yang hadir langsung di depan pintu rumah mereka,” ujarnya.
Sylvana yakin, melalui keberhasilan ini, diharapkan tren “menjemput bola” ke daerah-daerah masih akan terus berlanjut.
“Sebab, bakat besar Indonesia tidak hanya berada di bawah lampu sorot Jakarta, melainkan tersebar di setiap sudut nusantara yang menunggu panggungnya dihidupkan,” pungkasnya.
Penyanyi Isyana Sarasvati selaku juri, mengungkapkan kekagumannya terhadap kualitas yang ia temukan. Menurutnya, talenta di daerah memiliki karakter yang jujur dan teknik yang matang.
“AICE Got You! Surabaya seru banget, benar-benar semuanya bagus banget. Aku berharap menang kalah bukan masalah, yang penting adalah pengalaman dan pembelajaran yang didapatkan. Ini menjadi pengalaman yang sangat magis buat para peserta. Semoga nantinya mereka terus berkarya dengan sejujur-jujurnya!” katanya.
Hal senada juga diungkapkan kedua juri lain, Brandon De Angelo dan Boiyen. ”Pengalaman di panggung lokal adalah investasi berharga. “Masing-masing tampil dengan karakter yang kuat. Harapannya, mereka tetap berkarya dan jangan cepat puas. Karena selain gelar, pengalaman yang mereka dapat di sini jauh lebih berharga,” jelas Brandon.
Sementara itu, Boiyen menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan bakat tersebut, “Semoga pemenang bisa jadi bintang baru dan tetap rendah hati. Untuk yang belum menang, jangan berhenti mencoba karena masih banyak kesempatan untuk menyalurkan talenta,” katanya.
STEVY WIDIA
