Kamis, 1 Januari 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

Minyak Sayur Jadi Logam Super Kuat

13 Februari 2017
in News
Reading Time: 1 min read
Minyak Sayur Jadi Logam Super Kuat

Salah seorang peneliti graphene. (Foto: csiro/Youngsters.id)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Ternyata minyak sayur bisa diolah menjadi graphene, material yang 200 kali lebih kuat dari baja. Teknik ini disebut bisa mengurangi secara drastis biaya pembuatan nanomaterial.

Adalah kelompok ilmuwan asal Australia yang menemukan cara itu. Mereka bahkan memanfaatkan cara paling efektif di suhu udara normal. “Proses kedap udara kali ini cepat, sederhana, aman, dan bisa dibuat massal, serta ramah untuk diintegrasikan,” ucap salah satu peneliti Zhao Jun Han seperti yang dikutip dari Science Alert.

Zhao dan rekan penelitinya menamai teknik yang mereka temukan sebagai ‘GraphAir’. Bahan utamanya adalah minyak kedelai. Minyak itu nantinya akan dipanaskan ke dalam tungku pembakaran selama 30 menit, hingga materialnya mengurai menjadi karbon.

Baca juga :   Tahun 2021, Cashlez Targetkan 10 Triliun Transaksi

Karbon yang dihasilkan selanjutnya didinginkan dengan kertas nikel dan membaurkannya ke dalam wadah tipis seukuran 1 nanometer atau sekitar 80 ribu kali lebih tipis dari rambut manusia.

Metode ini diklaim lebih murah sepuluh kali lipat dari pembuatan graphene yang biasa.”Kami sekarang bisa mendaur ulang minyak jelantah yang tak terpakai jadi sesuatu yang berguna,” peneliti lainnya Dong Han Seo.

Padahal untuk membuat graphene, dibutuhkan kondisi vakum, suhu yang sangat panas, dan materi yang dimurnikan lebih dulu.Cara lama itu, selain butuh waktu lebih panjang, juga memakan biaya yang cukup mahal.

Dengan level 200 kali lipat dari baja, graphene dapat meningkatkan efektivitas sel panel surya, menghemat 25 persen baterai ponsel, hingga menyaring bahan bakar.

Baca juga :   Supertext Hadirkan Layanan Komunitas Untuk Jembatani Kesenjangan Digital Di Indonesia

Namun tim peneliti graphene ini masih terkendala soal pembuatan massal. Saat ini produksi graphene baru sebesar 5cm x 2cm atau seukuran kartu kredit. Ukuran itu masih jauh dari harapan tim peneliti.

Untuk mengembangkanya ke tahap produksi dalam skala besar, mereka berencana menggandeng perusahaan komersial.

 

STEVY WIDIA

Tags: grapheneminyak sayur
Previous Post

Sweta Kartika : Giat Menggarap Lahan “Tandus” Industri Komik

Next Post

Ford Investasi Rp 13 Trilun ke Startup Kecerdasan Buatan

Related Posts

No Content Available
Load More
Next Post
Ford Investasi Rp 13 Trilun ke Startup Kecerdasan Buatan

Ford Investasi Rp 13 Trilun ke Startup Kecerdasan Buatan

Mahasiswa dan Santri Jangan Segan Jadi Wirausahawan

Mahasiswa dan Santri Jangan Segan Jadi Wirausahawan

Gerakan 1000 Startup Digital Hadir Kembali Di Malang

Gerakan 1000 Startup Digital Hadir Kembali Di Malang

Discussion about this post

Recent Updates

Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
pendanaan Fintech

Inilah 5 Fintech dengan Pendanaan Terbesar di Indonesia Tahun 2025

15 Mei 2025
Bang Jamin

Insurtech Bang Jamin Kantongi Rp65 Miliar dari Putaran Pendanaan pra-Seri A

17 Juli 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
Enterprise Warehouse

HashMicro Ungkap Arah Baru Strategi Enterprise Warehouse pada 2026

31 Desember 2025
SoftBank Suntik Pendanaan Untuk SODA,  Startup Ini Siap Ekspansi ke Pasar Indonesia

Perluas Infrastruktur AI SoftBank Group Akuisisi DigitalBridge

31 Desember 2025
Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

Riyadh Air dan IBM Luncurkan Maskapai AI Native Pertama di Dunia

31 Desember 2025
Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

Gen Z Segmen Yang Tepat Bangun Kesadaran Akan Isu Perubahan Iklim

31 Desember 2025
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version