Modalku Gandeng Ernst and Young Untuk Tingkatkan Transparansi

Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya (tengah) dan pihak Ernst and Young. (Foto: Istimewa/Youngsters.id)

youngster.id - Saat ini Modalku merupakan platform peer-to-peer (P2P) lending yang pertama dan terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara dengan penyaluran sekitar Rp600 milliar ke 880 pinjaman. Modalku pun menjadi yang pertama diaudit oleh auditor keuangan Ernst and Young.

Keberadaan jasa auditor yang memeriksa laporan keuangan menjadi upaya Modalku untuk meningkatkan transparansi serta perlindungan pelanggan, seperti pencegahan penyalahgunaan dana.

Co-Founder dan CEO Modalku Reynold Wijaya mengatakan tim Modalku selalu ingin memberikan yang lebih baik lagi dengan menjunjung standar dan integritas tinggi.

“Karena itulah, kami menggunakan jasa auditor independen untuk memeriksa laporan keuangan kami. Modalku serius dalam memberikan layanan keuangan yang terbaik bagi Indonesia dan Asia Tenggara karena itu memenangkan kepercayaan publik dan pemerintah merupakan prioritas kami,” katanya dalam keterangan resmi Rabu (6/9/2017) di Jakarta.

Menurut Reynold, salah satu hal yang menjadi perhatian utama regulator soal dunia P2P lending adalah perlindungan dana pelanggan. Apabila dana konsumen tidak dilindungi, tegasnya, dana mudah disalahgunakan seperti dalam kasus-kasus Ponzi scheme di mana layanan keuangan mengeluarkan pinjaman palsu atau penipuan lainnya.

Baca juga :   Dukung Pembiayaan Usaha Kecil, Bank Sinarmas dan Modalku Jalin Kerjasama

“Dengan jasa audit Ernst and Young, potensi penipuan data dan penyalahgunaan dana menjadi hampir nihil,” tambahnya.

Selama ini laporan keuangan Modalku yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas, serta informasi penjelasan lainnya untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember telah diaudit oleh KAP Purwantono, Sungkoro & Surja (firma Anggota Ernst and Young Global Limited) dengan pendapat bahwa laporan keuangan tersebut wajar tanpa modifikasi sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia.

Sejak awal Juni 2017, Modalku telah terdaftar secara resmi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Terdaftarnya Modalku di OJK dan keberhasilan audit oleh salah satu firma audit terbaik dunia menunjukkan bahwa Modalku telah mendapatkan kepercayaan pemerintah dan publik serta sekali lagi menegaskan komitmen Modalku terhadap perlindungan konsumen.

Sedangkan di bulan September 2016, Modalku mengumumkan perjanjian kustodian dengan Bank Sinarmas. Kerja sama ini menjadikan Modalku perusahaan P2P lending pertama dan satu-satunya di Indonesia yang pendanaannya dijaga bank kustodian sehingga keamanan dan transparansi dananya terjamin.

Baca juga :   Kendala Pengusaha Mikro Susah Naik Kelas

Modalku menyediakan layanan P2P lending di mana UMKM berpotensi dan pencari investasi alternatif dipertemukan lewat pasar digital. Dengan mendanai pinjaman UMKM, pemberi pinjaman Modalku mendapatkan alternatif investasi dengan tingkat return lebih tinggi dibandingkan deposito dan obligasi.

Di sisi lain, UMKM peminjam mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan dengan proses online yang mudah dan cepat.

STEVY WIDIA