Senin, 6 April 2026
No Result
View All Result
youngster.id
Pratesis Ads
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development
No Result
View All Result
youngster.id
No Result
View All Result
Home News

OVO Luncurkan Mesin Jual Otomatis Digital

17 Oktober 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
OVO Luncurkan Mesin Jual Otomatis Digital

Chief Data Officer OVO Vira Shanty pada peluncuran OVO Smartcube. (Foto: istimewa)

0
SHARES
0
VIEWS

youngster.id - Unicorn Tanah Air, PT Visionet Internasional (OVO) meluncurkan mesin jual otomatis berbasis digital (smart vending machine), bernama OVO Smartcube. Perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran ini berencana menyediakan 500 mesin hingga akhir tahun depan.

Chief Data Officer OVO Vira Shanty mengklaim, produk terbarunya ini merupakan smart vending machine pertama di Indonesia yang memiliki kemampuan analisis data secara real-time. OVO Smartcube akan merekam tingkah laku dan demografi pelanggan.

Data yang direkam meliputi usia, jenis kelamin, lokasi, kemampuan berbelanja (spending power) hingga perangkat (device) yang digunakan seperti ponsel atau tablet, termasuk tipenya. “Maka, mesin ini mampu menyesuaikan produk dan layanan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna,” kata Vira dalam keterangannya, Selasa (15/10/2019) di Jakarta.

Baca juga :   Solusi UMKM Terpadu Jadi Akses Untuk Jutaan UMKM Baru di Indonesia

Peluncuran tahap pertama OVO Smartcube dilakukan pada Juli lalu. “Kami target jadi 100 akhir tahun ini, 500 pada 2020, dan 1.000 pada akhir 2021,” kata Vira. Untuk bisa meluncurkan mesin jual otomatis, OVO bekerja sama dengan Kinetica, Cloudera, dan Informatica.

Menurut dia, ide awal produk ini adalah untuk membuat data ekosistem OVO dapat berperan bukan hanya interaksi ke pelanggan tetapi juga mitra. Untuk itu, mesin ini mampu mengevaluasi preferensi konsumen dan menyediakan informasi secara instan dan akurat. Ia mencontohkan, kapan saja pengguna banyak berbelanja hingga produk yang paling banyak dibeli.

“Informasi yang dikumpulkan oleh mesin ini dapat diakses oleh mitra pemegang merek (brand) OVO, dalam bentuk insight. Ini bisa dimanfaatkan oleh brand mitra untuk memberikan penawaran yang sesuai dengan target,” kata dia.

Baca juga :   TaniHub Group Perkuat Ekonomi Pelaku Usaha Tani di Daerah

Untuk mendukung analisis data itu, OVO Smartcube dilengkapi dengan beberapa fitur. Di antaranya contoh produk (product sampling), penjualan (selling), survei, pemasangan iklan (advertising), isi ulang (top up), program loyalitas seperti voucher, dan video iklan. Dewasa ini, menurutnya layanan mulai berfokus pada minat konsumen (consumer centric). Karena itu, menurutnya divisi pemasaran perlu mengidentifikasi perjalanan interaksi konsumen terhadap merek mereka dan menjadikan konsumen sebagai prioritas.

Berdasarkan data internal OVO, 81% konsumen ingin pemegang merek memahami mereka dengan lebih baik. Lebih dari 55% marketer menggabungkan data insight dan umpan balik (feedback) konsumen untuk personalisasi konten. Lalu, 94% marketer berfokus pada kemampuan analisis data, teknologi personalisasi, dan profil pelanggan dalam memberikan pengalaman yang sesuai. “Marketer kini berlomba-lomba untuk melakukan pendekatan pemasaran yang berpusat pada konsumen,” kata dia.

Baca juga :   OVO Masuk Layanan Pinjaman

Saat ini, ada beberapa pemegang merek yang sudah bekerja sama dengan OVO untuk mendapat insight. Di antaranya kosmetik asal Korea Selatan, makanan dan minuman. “Ini misinya adalah terkait analitik,” kata Vira. Ia menegaskan bahwa data yang disampaikan ke mitra bukan bersifat pribadi, melainkan dalam bentuk ringkasan perbandingan (agregasi summary) atau insight.

STEVY WIDIA

Tags: mesin jual otomatis berbasis digitalOVOPT Visionet Internasional (OVO)Smart Vending Machine
Previous Post

Tingkatkan Layanan Terintegrasi, Gojek Gandeng KAI

Next Post

Bukalapak Klaim Gaet 2,5 Juta Mitra

Related Posts

Superbank
Digital Business

Superbank Cetak Laba Rp143,3 Miliar dan Resmi Melantai di Bursa Efek Indonesia

14 Maret 2026
0
Grab x QRIS
Digital Business

Permudah Transaksi, Grab Resmi Integrasikan QRIS untuk Layanan On-Demand

7 November 2025
0
GEBUK JUDOL RONDE 2
News

Kumpulkan 11 Ribu Laporan, OVO Kembali Gelar GEBUK JUDOL Ronde 2

4 Agustus 2025
0
Load More
Next Post
mitra bukalapak

Bukalapak Klaim Gaet 2,5 Juta Mitra

Sinergi SPIL-Deliveree Tingkatkan Kinerja Logistik Melalui Teknologi Digital

Sinergi SPIL-Deliveree Tingkatkan Kinerja Logistik Melalui Teknologi Digital

platorm Bizhare

Heinrich Vincent : Bangun Akses Investasi Gotong Royong

Discussion about this post

Recent Updates

masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

Dera Perdana Shopian : Ajak Milenial Berdonasi Digital

27 Juni 2019
Sayurbox x Blitz

Sayurbox Gunakan Motor Listrik Blitz untuk Layanan Pengiriman

10 Januari 2024
Startup Hayokerja

Startup HayoKerja Hadirkan Solusi PHL bagi Perusahaan Pencari Tenaga Kerja

25 September 2023
fraud KoinP2P - KoinWorks

Gara-Gara Kasus Fraud KoinP2P, Rusak KoinWorks Sebelanga

22 November 2025
Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

Junaidi : Bikin Bimbel Karena Cinta Jadi Guru

0
Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

Brother Indonesia Rilis Aplikasi Mobile Brother iShop

0
Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

Bangun Bagian Dapur, IKEA Dukung Pembuatan Film “Ini Kisah Tiga Dara”

0
Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

Ferdian Yosa : Menangkap Tren di Bisnis Kuliner

0
masa depan industri P2P Lending

Akhir Era “Bakar Uang”: Menakar Kedewasaan Baru Industri P2P Lending Indonesia

6 April 2026
Pitchbook - venture capital

Laporan Pitchbook Q1 2026: Investasi VC Asia Stabil, Sektor AI Geser Dominasi Fintech

6 April 2026
Agoda x WWF x Livingseas

Agoda dan WWF Kucurkan Dana Konservasi untuk Livingseas Asia di Bali

6 April 2026
ShopeePay

ShopeePay Soroti Perubahan Pola Konsumsi Masyarakat Pasca Ramadan 2026

6 April 2026
  • Tentang Kami
  • Hubungi Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Layanan Bisnis
Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved
No Result
View All Result
  • News
  • Technopreneur
  • Creativepreneur
  • Sociopreneur
  • Innovation
  • Youth Development

Copyright © 2016 - PT Inovasi Muda Mandiri. All rights reserved

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.
Go to mobile version